Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 60 : Liburan Ke Pantai


__ADS_3

Dua hari setelah peperangan antar kerajaan selesai, aku akhirnya kembali ke masionku yang berada di dataran tinggi, semua masalah kini telah berhasil di selesaikan.


Contohnya seperti serangan pasukan raja iblis ataupun soal guild serikat dagang, sekarang dungeon sepenuhnya telah dimiliki oleh guild pedagang Abelon jadi semuanya telah kembali damai.


Paling tidak itulah yang kupikirkan.


Tentu saja kedamaian yang kumiliki jauh dari kata itu, sekarang di masionku kini bertambah lagi sekitar tiga orang, dan saat Riel bertemu dengan Gabriela dia terus saja berlutut seperti menyembahnya.


Bagaimana pun Gabriela salah satu dari tiga malaikat tinggi diantara malaikat lain jadi sudah sepantasnya.


Mungkin.


Selly dan Sella dengan sigap menyuapiku secara bergiliran yang sejujurnya mereka tak perlu melakukannya sejauh ini.


Hesna, Sella, Selly, Nermia, Riel, Rin, Amnestha serta Gabriela sebanyak itulah orang yang meninggali kediaman ini.


"Tolong piring itu."


"Baik."


"Aku perlu saus."


"Saus itu ada di dekatmu."


"Sejak kapan."


Sebelumnya aku pernah berjanji untuk membawa mereka ke pantai jika mereka berhasil mengusir pasukan raja iblis dari tempat ini, dan sekarang setelah kami sarapan kami akan pergi ke sana.


Di pantai itu aku mulai menggelar tikar serta payung untuk kupakai sendiri, agar tidak menimbulkan keributan aku memilih lokasi pantai yang sepi.


Aku mengundang semua orang yang kukenal untuk ikut juga, mereka adalah keluarga Ronald, karyawan guild pedagang, kelompok Zeper serta Felisa dan Elona.


Mari berterima kasih pada cincinku yang bisa membuat pintu kemana saja, aku sedikit meniru kerja dari robot kucing itu. Kuharap tidak ada orang-orang berjas yang akan menuntutku karena ini, aku duduk selagi memperhatikan kilauan laut yang memancarkan sinar indah sampai kedua pelayanku berdiri menghalangi selagi menunjukan pose nakal dengan pakaian renang mereka.


"Bagaimana tuan Kazuya? Ini pakaian yang sangat imut," kata Sella disusul Selly.


"Aku juga tidak kalah bukan."

__ADS_1


Aku tidak bisa mengatakan apapun selagi berkata," Sempurna," kedua pelayanku ini adalah tipe wanita jika diam terlihat mempesona.


Aku adalah pembohong besar jika mengatakan bahwa aku tidak tergoda dengan keduanya, entah berapa kali aku hampir saja terjerumus ke lubang kesesatan.


Mari lupakan itu.


Aku berkata ke arah keduanya.


"Sebaiknya kalian bergabung dengan yang lainnya juga, lihat... mereka memanggil kalian berdua."


"Kalau tuan?"


"Aku ingin bersantai sebentar lalu bergabung dengan kalian nanti."


"Kalau begitu, baiklah."


Ketika aku melihat kepergian keduanya seseorang menutup mataku dari belakang.


"Siapa coba?"


"Kenapa kau bisa mengetahuinya?"


"Cuma asal menebak."


"Itu bukan jawaban yang kuinginkan, katakan bahwa hati kita terhubung atau semacamnya."


"Kau pasti salah makan?"


"Berisik... ngomong-ngomong bagaimana tentang pakaianku?"


Wanita ada untuk mendapatkan pujian dari pria, jadi jangan lupakan itu.


"Itu bagus, sangat cocok denganmu."


Pihak kerajaan pasti telah direpotkan olehnya untuk membuat desain seperti ini.


Selain kami berdua semua orang sedang asyik dengan apa yang mereka lakukan, ada yang membuat pasir, berenang dan ada juga yang sedang bermain voli pantai.

__ADS_1


Kupikir inilah yang disebut kedamaian.


"Nah, tuan Kazuya?"


"Kau masih memanggilku seperti itu?"


"Mau bagaimana lagi, aku lebih suka seperti ini, apa tidak boleh?"


Situasi romantis seperti apa ini? Aku belum pernah berada di situasi seperti ini, terlebih Felisa mendekatkan wajahnya terlalu dekat.


Sebelum aku bereaksi dia langsung menjaga jarak untuk mundur.


"Wajahmu memerah haha."


"Jangan permainkan pria polos sepertiku," teriakku.


"Aku cuma bercanda."


"Jadi apa yang ingin kau katakan?"


"Apa kau yakin tidak ingin menikah denganku sekarang?"


"Soal itu, sepertinya masih banyak yang harus kulakukan di dunia ini... Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi meski begitu kurasa aku masih harus menyelamatkan banyak orang ke depannya."


"Begitu."


"Yah.. untuk sekarang bukannya kita masih muda, kita bisa menjalani kehidupan menyenangkan ini sedikit lebih lama sebelum mengambil peran sebagai keluarga ataupun orang tua."


"Kurasa kau benar.. aku pasti akan menunggumu, begitu juga yang lainnya.... mau ikut bersenang-senang sekarang?"


Felisa berdiri di depanku selagi mengulurkan tangannya.


"Pilihanmu?"


Untuk sekilas aku melihat sosok Dewi Ristal di sana, aku mengulurkan tanganku demi meraih tangannya.


"Saaaa... Dunia yang kau inginkan telah menunggumu Haru Kazuya."

__ADS_1


__ADS_2