Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 411 : Gerbang Perpindahan Keempat


__ADS_3

Setelah mengunjungi kota suci aku pergi ke wilayah yang dikelola oleh Queen, di sana aku mendapatkan teh yang diseduh sendiri olehnya.


"Silahkan, ini produk utama di desa ini, walau sedikit pahit khasiatnya sangat bagus untuk tubuh," kata Queen lalu duduk di depanku.


Aku menyeruput tehnya dalam diam, itu mengingatkanku soal kopi pahit kurasa ini versi dari tehnya.


"Enak."


"Syukurlah kalau tuan Kazuya menyukainya, ngomong-ngomong apa ada sesuatu yang terjadi hingga tuan datang kemari?"


"Aku sebenarnya ingin menghubungkan wilayah ini dengan desaku."


"Bukannya itu beresiko, bagaimana kalau tuan malah menjadi musuh semua orang karena memihak ras iblis?"


Aku menggelengkan kepalaku sebelum menjawabnya.


"Hal seperti itu tidak akan terjadi, lagipula aku sudah memiliki izin resmi."


Aku memberikan surat persetujuan yang ditanda tangani oleh keempat Arch Priest serta aku sendiri, statusku adalah seorang raja soalnya.


"Ini semua.."


"Selagi tidak keluar dari wilayah desaku, semuanya tidak akan masalah... menurutku akan sangat sulit jika hidup di sebuah wilayah terisolasi. Karena itu, aku menawarimu hal seperti ini, tentu aku menjamin bahwa semua rasmu akan diperlakukan dengan baik layaknya bagian dari kami dan kita bisa bekerja sama dalam perdagangan maupun dalam bisnis lainnya."


"Aku tidak tahu harus bilang apa? Terima kasih banyak... padahal pendahuluku ataupun ras iblis lainnya telah melakukan kejahatan yang tak termaafkan."


"Itu sudah berlalu jadi tidak usah dibahas lagi, lagipula manusia juga memiliki kesalahan."

__ADS_1


Queen mengusap air matanya lalu seorang wanita muncul dari pintu depan.


"Maaf nona Queen, aku terlambat."


Yang muncul itu adalah seorang wanita bertanduk melingkar yang mengenakan pakaian pelayan.


"Padahal ada tamu tapi kau malah terlambat."


"Aaaah, apa nona Queen sendiri yang menyeduh tehnya, aku minta maaf."


Queen memperkenalkannya padaku.


"Namanya Marta, dia pelayan pribadiku."


Aku mengulurkan tanganku padanya.


"Kedua kali, rasanya aku tidak ingat.. apa sebelumnya kita pernah bertemu?"


"Mungkin di kehidupan sebelumnya."


Marta tertawa lalu melanjutkan.


"Apa ini gaya gombalan terbaru, yah... walaupun aku tahu ini cuma bercanda aku tetap merasa senang."


Aku tersenyum sebagai balasan.


Dia mirip sekali dengan wanita yang pernah aku temui saat masih kecil yang pernah kuberitahukan pada Orihime, seorang gadis penjual bunga dari ras iblis.

__ADS_1


Mungkin dia bereinkarnasi juga.


Aku memutuskan untuk tidak membahasnya lagi lalu pergi ke alun-alun tempat ini, kuciptakan gerbang raksasa yang langsung terhubung ke desaku. Dengan ini sekarang ada empat gerbang perpindahan yang kuletakan menurut mata arah angin.


Barat, Timur, Utara dan Selatan.


"Masuklah," kataku pada para ras iblis yang berada di belakangku bersama Queen, saat kami melewati gerbang itu, sebuah tepuk tangan meriah terdengar jelas.


Semua orang begitu terpukau saat melihat seluruh penduduk desaku bersama-sama menyambut kedatangan kami.


"Tuan Kazuya, ini semua?"


"Sebuah penyambutan, karena desanya kecil jadi semuanya tidak bisa masuk ke sini, tapi dalam waktu dekat aku akan membuat sambutan yang lebih meriah lagi dalam sebuah festival desa."


"Ini bahkan lebih dari cukup."


Dipimpin oleh Queen, semua yang ikut dengannya membungkukan badan ke arah kami hingga tak lama sebuah musik terdengar.


Di mana di antara kerumunan itu, ada Mamisa dan ketiga pelayanku.


"Penyambutan tidak lengkap tanpa adanya musik, biar kami bawakan lagu indah dari grup kami, Music Started."


Ketiga pelayanku sudah berubah jadi Idol, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan mereka memiliki fansnya sendiri.


"Rin, Amnestha, Gabriela, oi, oi."


Yang terpenting dari semuanya mereka menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2