Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 507 : Pembangunan Ulang Serta Bertemu Ratu Peri


__ADS_3

Di atas bukit itu aku berdiri di belakang Selly dan Sella yang sedang duduk di makan kedua orang tua mereka.


Sudah lama sejak mereka datang kemari terlebih mungkin mereka tidak akan kembali lagi kemari, bagaimanpun kami tinggal di dunia sana.


Jika bolak-balik antar dunia bukan sesuatu yang diperbolehkan secara terus menerus, mereka mungkin akan dihukum oleh dewi jika melakukannya.


Aku mengalihkan pandangan ke arah padang rumput yang seutuhnya telah layu dan ditengahnya ada kota yang kami tinggali sekarang, perkejaanku di sini sepertinya akan cukup lama kendati demikian, sama seperti di desaku membantu mendirikan kota kembali memang menyenangkan.


Bedanya hanya sekarang aku tidak bisa membuatnya dengan sebuah sistem melainkan hanya bergantung pada skill kuli bangunanku.


Aku meregangkan otot-otot tanganku selagi berkata pada Selly dan Sella yang telah selesai berdoa.


"Waktunya bekerja agar kita cepat pulang dan bertemu lainnya."


"Laksanakan."


Bersama penduduk lainnya kami mulai membangun kota, aku mulai menyusuri batu batanya dan semua orang juga membantu sesuai kebutuhan.


Salah satu orang berkata ke arahku.


"Kerja bagus tuan Kazuya, Anda memang luar biasa."


"Bukannya kau orang yang kutemui di ibukota maupun pelabuhan Habiel."


"Mana mungkin kita baru bertemu, mungkin itu saudara kembarku."


Sebenarnya kalian kembar berapa?

__ADS_1


Sekarang aku ragu bahwa mereka orang yang sama.


Tak ingin memikirkannya lagi aku kembali fokus dengan pekerjaanku.


Satu bangunan telah kembali pulih kemudian bangunan lainnya, beberapa hari aku melakukan hal sama selain bekerja aku juga pergi ke bar untuk melepaskan penat, tentu aku tidak meminum alkohol melainkan hanya jus atau susu.


"Tambah lagi."


"Yo, hari ini kau minum banyak."


"Aku cukup bekerja keras hari ini."


"Biasanya tidak kah."


Kami tinggal di mansion mewah milik Akane, sampai kota ataupun wilayah ini kembali pulih kami akan menghabisi waktu sedikit lebih lama.


Aku berterima kasih untuk skill yang sangat berguna ini.


Kota berhasil pulih akan tetapi tanah gersang cukup sulit diperbaiki, jika ada Amnestha hal seperti ini sangat mudah diatasinya, sebagai gantinya aku serta kedua istriku mendaki pegunungan untuk mencari peri yang bisa membantu.


Dikatakan ada sosok peri kecil yang hidup di pegunungan ini, dengan kekuatannya ia mampu membuat tanah menjadi subur serta menumbuhkan berbagai tumbuhan dengan mudah.


Sayangnya peri tersebut sangat sulit ditemukan dan juga agar permintaan kami didengar kami harus mempersembahkan makanan enak.


Atau singkatnya kami harus menantang peri tersebut dalam acara memasak.


Sungguh merepotkan.

__ADS_1


Peri jarang berkunjung ke pemukiman manusia karena itu mereka cukup tertarik dengan olahan yang asing bagi mereka.


Setelah mendaki cukup lama Selly yang melihat dari dahan pohon akhirnya menemukan perkampungan yang dimaksud.


Kami menembus semak-semak lalu berdiri di depan mereka yang hanya melongo diam.


Ketika aku berkata 'Halo' mereka berhamburan masuk ke dalam rumah kecil mereka.


Apa aku mengatakan hal aneh.


Tak lama kemudian mereka kembali muncul dengan pakaian chef pada umumnya, beberapa orang bahkan menandu seorang wanita bermahkota.


Tanpa dikatakan lagi dia pasti ratunya.


"Sudah lama terakhir kami kedatangan manusia ke pemukiman kami, kalian pasti memiliki permintaan pada kami bukan?"


"Benar sekali, kami ingin para peri menumbuhkan ladang serta mengembalikan tanah di wilayah Install agar kembali subur."


Ratu peri tersenyum senang lalu berkata.


"Hanya satu yang bisa kalian lakukan."


Aku maupun ratu peri berkata di waktu bersamaan.


"Berduel."


Kami saling memolototi satu sama lain dengan percikan persaingan ketat.

__ADS_1


__ADS_2