Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 316 : Lend


__ADS_3

Di gang sempit itu, empat orang pria sedang memukuli pria lain hingga tergeletak di tempat sampah. Salah satunya mencengkeram kerahnya dan berteriak kencang.


"Kau masih belum membayar bunganya, cepat bayar semua hutangmu."


Di dorong oleh tekanan itu, pria itu hanya memekik takut sampai seorang berjalan menuju ke arah mereka dari dalam kegelapan.


Seorang pria berambut acak-acakan dengan pakaian jas laboratorium yang lebih panjang dari tubuhnya. Ia mendorong kacamatanya menunjukkan bola mata merah di balik bingkainya.


"Karena inilah, aku menyukai manusia."


"Siapa kau?"


"Maafkan aku belum memperkenalkan diri, namaku Lend, komandan pasukan dari ketujuh batalion yang melayani Raja Dunia Bawah."


Keempat pria itu memutuskan untuk membiarkan mangsa sebelumnya melarikan diri dan beralih ke arah Lend.


"Kau ini sudah gila kah, Raja Dunia Bawah... kami tidak akan semudah itu percaya," dengan kasar salah satunya membuang kacamata Lend.


"Kasar sekali."


"Kau telah mengganggu pekerjaan kami, karena itu bayarlah dengan uangmu."


"Bagaimana kalau aku membayarnya dengan ini."


SRAK!


Keempat pria itu masing-masing telah kehilangan kedua tangannya, saat tangan itu terjatuh di lantai mereka terdiam beberapa saat sampai akhirnya berteriak panik.


"Aaaaaaaaaa......"


Lend mengambil kacamatanya lalu berkata.

__ADS_1


"Jika pendarahannya tidak dihentikan kalian semua akan mati loh."


"Aku tidak mau mati."


"Jangan khawatir, aku bisa menyelamatkan kalian... minumlah obat ini maka kalian akan kembali pulih."


Karena rasa panik otak mereka tidak bisa bekerja, tanpa menunggu lagi mereka memakan obat yang dijatuhkan di lantai batu tersebut.


Selanjutnya mereka berempat pulih dengan cepat. Hanya saja, bukan menjadi manusia lagi melainkan iblis raksasa dengan mata besar serta tubuh yang terselimuti bulu hitam, mulut mereka merobek ke arah telinga menunjukan deretan gigi ikan hiu.


"Indah sekali... sekarang kalian akan mengamuk sepuasnya, kurasa aku sudah bersenang-senang di sini selanjutnya ke tempat lain."


Lend berjalan kembali ke arah kegelapan meninggalkan keempat iblis yang dibuatnya yang sedang menghancurkan seluruh kota.


Tepat saat itu. Helfina yang sedang berkeliling kota dikejutkan dengan penampakan iblis raksasa yang muncul di kotanya secara tiba-tiba, ia menarik pedangnya lalu berlari bersama para penjaga lainnya.


"Nona Helfina."


"Baik."


Helfina berkata dengan suara gelisah.


"Kenapa ada makhluk aneh saat seperti ini?'


Helfina menengadah ke atas saat seorang pria hendak di makan makhluk tersebut, dia melompat di udara kemudian memotong jari-jari iblis tersebut lalu mengambil pria malang sebelum dia jatuh ke bawah.


"Kau sudah aman, pergilah."


"Terima kasih."


"Nona Helfina?"

__ADS_1


"Ada apa?"


Saat Helfina mengalihkan pandangannya barulah dia menyadari sesuatu, keempat iblis raksasa itu telah mengepungnya termasuk para bawahannya.


"Semuanya cepat lari dari sini," teriaknya.


Ini bukanlah lawan yang seimbang bagi mereka, bahkan jari yang Helfina potong sebelumnya telah tumbuh kembali.


Bersama pasukannya mereka berlari keluar kepungan.


Para penjaga yang tak sempat menyelamatkan diri terbunuh dengan mudahnya, ada yang mati dimakan, ada juga yang tertindih bangunan hingga hancur berkeping-keping.


"Apa-apaan ini?" sekali lagi Helfina mengutarakan kebingungannya, sejak raja iblis dikalahkan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi.


Apa mungkin raja iblis bangkit lagi? Bukan saatnya untuk memikirkan hal itu.


Di momen tersebut, Helfina tanpa sengaja melihat seorang pria berpakaian putih berjalan santai dan tampak mencurigakan.


"Kirim surat ke tuan Kazuya, aku akan menangkap dalangnya."


"Aku mengerti."


Setelah memberikan perintah, Helfina bersusah payah mengejarnya, dia berhasil hingga langkah pria itu berhenti.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku hanya membuat iblis yang bagus," jawabnya tanpa menoleh.


"Siapa kau?" tepat saat Helfina bertanya, pria tersebut telah lenyap dalam kegelapan.


Selanjutnya sebuah bangunan rumah menimpanya dari atas, memuntahkan seluruh materialnya ke segala arah.

__ADS_1


__ADS_2