Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 452 : Bawahan Raja Dunia Encore


__ADS_3

Aku menyiapkan beberapa pisau belati di balik mantelku dan juga beberapa peralatan lainnya jika dibutuhkan.


"Tuan Kazuya, apa anda yakin akan menghadapi mereka sendirian?"


"Jangan khawatir, aku sudah terbiasa bertarung... tak hanya mengandalkan kekuatan aku cukup pandai menggunakan beberapa strategi."


"Kami sangat berterima kasih."


"Terlalu cepat mengatakan itu."


Aku berbalik selagi mengibaskan mantelku.


"Akan kuselamatkan mereka."


Mengikuti arahan sebelumnya aku mulai berjalan naik, ini adalah lokasi pegunungan yang cukup terjal kendati demikian ada beberapa bagian yang datar khususnya di mana bangunan besar itu berdiri.


Aku mengeluarkan dua belati ke tanganku, dua ekor serigala menerobos dari semak-semak dengan gerakan gesit, keduanya melompat tepat di atas kepalaku, aku menendang satu ekor sementara satu lagi kulemparkan belatiku menebus tulang tengkoraknya.


Tepat saat kulakukan satu serigala yang tersisa hendak mencoba menggigit kakiku akan tetapi dengan santai aku menghindarinya kemudian menembuskan pisauku tepat di lehernya.


Saat keduanya hanya bisa menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar 20 ekor serigala lain bermunculan.


"Majulah kalian semua."


Seluruh kumpulan hewan ini menyergapku secara bersamaan, aku menghindarinya selagi mengayunkan senjata di tanganku seolah menari-nari di udara... kulemparkan beberapa menembus tubuh mereka dan yang terakhir aku menendang tubuhnya menghantam pohon sebelum dia bangkit aku melemparkan belatinya untuk mengakhiri semuanya.


Walau statusku diriset, beberapa skill yang kugunakan lebih berguna dari sebelumnya.


"Extra Skill.. pengendalian senjata."


Seluruh belati yang kugunakan kembali ke balik mantelku sendiri, hingga tepuk tangan terdengar dari dalam bangunan tersebut.


"Bravo, bravo, kau hebat juga untuk seorang petualang tingkat bawah."

__ADS_1


"Siapa kau?"


Yang berdiri di sana adalah seorang pria dengan rambut abu-abu metalik yang di potong ke atas, matanya tajam berwarna merah, ia tidak mengenakan baju sementara bagian bawahnya mengenakan celana jeans robek.


"Namaku Zeles salah satu jenderal yang melayani raja dunia Encore... apa kau datang menginginkan mereka kembali."


"Sudah pasti, namaku Kazuya yang akan menghancurkan empat raja dunia."


Aku menarik salah satu belati ke tangan kananku lalu melemparkannya ke arah Zeles yang menahan pegangannya saat hampir mengenai matanya.


"Buang-buang waktu saja, kekuatan sepertimu tidak akan berpengaruh padaku."


Hanya dengan satu langkah dia telah muncul di depanku untuk memberikan pukulan kuat mengenai perutku, melemparkanku beberapa meter sejajar dengan tanah.


"Guakh."


Darah menyembur dari mulutku.


"Lihat kan, paling tidak peringkatmu harus S atau di atas itu lagi."


"Dasar kepala sekali, bagaimana dengan ini?"


Zeles mengarahkan tangannya untuk menembakkan bola-bola hitam dari lingkaran sihirnya.


Aku menahannya dengan lingkaran sihirku juga kemudian mengambil pisau belati yang kulemparkan padanya kembali.


"Tak berguna."


Pisau itu berbelok ke belakang lalu menembusnya dari sisi kanan, dia mencoba mencabutnya hingga belati yang lain menghujaninya dari segala arah.


Aku menghilangkan lingkaran sihirku demi bisa melesat maju, ketika Zeles disibukkan dengan senjataku aku mengirim tendangan yang mampu membuatnya melesat menghancurkan bangunan di belakangnya.


Bunyi dentuman terdengar saat puing-puing berjatuhan ke bawah. Di sisi lain Zeles masih berdiri dengan tangannya yang berubah menjadi monster.

__ADS_1


Tubuhnya mulai berubah menyerupai serigala itu sendiri.


Perubahan miliknya mengingatku tentang perubahan yang dulu kumiliki.


"Aku seorang jenderal, jika kalah dengan hanya ini bukanlah sesuatu yang pantas..."


Zeles melesat untuk mengirim tebasan dari tangannya yang dihiasi cakar tajam, setiap cakar yang bertubrukan dengan pisauku itu menciptakan percikan kembang api disusul kilatan yang memekikkan telinga.


Aku menggores setiap luka di tubuhnya begitu juga sebaliknya, di serangan penghabisan kami saling menendang satu sama lain dan sama-sama terlempar jauh.


"Ba-bagaimana seorang peringkat bawah sepertimu bisa seimbang denganku."


"Mungkin kau bisa menganggapnya pengalaman bertarungku lebih banyak darimu."


"Omong kosong, skill penilaiku melihat kau hanya ada di level 20 han, ini tidak masuk akal."


Jadi dunia ini juga menggunakan sistem seperti sebuah game.


Zeles mendecapkan lidahnya sebelum kembali melesat padaku, sebelum cakarnya sampai, dua orang yang kukenal muncul di depannya lalu bersama-sama mengirim tinjunya menghantam wajah Zeles hingga dia terlempar sejauh satu kilometer dengan tanah terangkat ke udara.


"Pukulan yang bagus Selly."


"Kau juga Sella."


"Kalian berdua?"


Keduanya melompat arahku.


"Kami tempat waktu bukan?"


"Bukannya kalian diculik."


"Kami sengaja agar bisa menyelamatkan mereka."

__ADS_1


Aku mengirim pandangan ke arah Selly tunjukkan, di sana para penduduk kota berdiri dengan selamat.


__ADS_2