Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 72 : Kekuatan Dari Manusia


__ADS_3

"Manusia menjadi majikan malaikat, apa kata dunia?"


"Dunia tidak bisa mengatakan apapun."


"Jangan bercanda, bagiku kau terlihat seperti pria yang suka hidup dikelilingi banyak wanita. Bagaimana rasanya tubuhku? Aku bisa membayangkannya," teriak Ikaros selagi menggoyang-goyangkan badanku.


"Kau ini wanita mesum kah," balasku datar.


"Bukan aku, kaulah yang seperti itu?"


"Apa? Walau aku terlihat seperti itu aku juga pilih-pilih, aku suka yang besar."


"Akan kubunuh kau."


"Uwaahh... Gabriela tolong aku."


"Ini murni kesalahan tuan."


Ketika aku kesulitan bernafas akhirnya Ikaros melepaskanku lalu melanjutkan.


"Tolong mengertilah, semua hal yang dilakukan oleh kami demi melindungi tanah kelahiran kami."


"Meski kau bilang begitu, aku tidak setuju jika kalian mengobarkan perasaan Riel."


"Tuan?"


"Bagi wanita pernikahan adalah momen yang membahagiakan, aku tidak ingin melihat Riel menangis dimomen seperti itu."


"Kau? Tak kusangka kau bisa mengatakan hal yang bagus."


Aku melanjutkan.


"Aku hanya perlu menyelamatkan tempat tinggal kalian dari serangan iblis, maka kalian akan membebaskan Riel."


"Aku tidak bisa memutuskan hal itu, semua keputusan ada di malaikat tinggi.. aku hanya menjalankan perintah saja."

__ADS_1


Gabriela menyilangkan tangannya di depan untuk menopang dadanya.


"Mereka berdua keras kepala, aku tidak yakin mau mendengarkan tuan."


"Sepertinya begitu, mereka bahkan sudah datang kemari," atas pernyataanku Gabriela dan Ikaros tampak terkejut.


Di atas masion Ronald aku menatap langit oranye yang mempesona, dari kilauan itu tampak sayap putih bergerak membuat jalur milik mereka sendiri.


"Dua orang di depan adalah Nal dan Ferida, mereka malaikat tinggi sepertiku," kata Gabriela di sampingku, sementara samping lain adalah Ikaros.


Tak lama kemudian para penghuni masion keluar dan menatap langit yang sedang kulihat.


Selly dan Sella naik ke atas genteng seperti yang kulakukan sekarang.


"Waahh, jumlahnya sangat banyak Selly.. apa malaikat itu rasanya enak?"


"Entahlah, bagaimana kalau kita coba memasak Ikaros pertama kali."


Aku mencekik kedua pelayanku ini.


"Dia sangat ketakutan," potong Gabriela.


"Ini ulah kalian."


Selly dan Sella hanya tertawa kecil.


"Kami hanya bercanda," balas Selly.


"Mari lupakan itu, kita harus menjatuhi mereka semua sebelum terjadi masalah."


Aku menciptakan busur di tangan kiriku lalu menarik anak panah yang dibuat dari api hitam.


Ikaros tersadar.


"Kau bisa menggunakan busur?"

__ADS_1


"Bisa menggunakan busur cukup efektif dalam serangan jauh, Gabriela, kalau aku menghancurkan sayap mereka apa itu akan tumbuh lagi?"


"Mereka bukan kadal jelas tidak bisa, paling tidak hindari untuk mengenai sayapnya."


"Dengan jumlah sebanyak itu aku tidak yakin."


Aku melepaskan satu anak panah yang langsung membelah langit dengan kecepatan cosmic, panah itu tidak menembus siapapun melainkan meledak tepat saat hampir mengenai targetnya.


Hanya dalam sekali serang sekitar ratusan malaikat berjatuhan ke tanah.


"Ini yang disebut angel fall."


Aku kembali menembakan panahku, tidak seperti sebelumnya kini barisan malaikat di depan menciptakan sebuah sihir pelindung yang bisa menahan panahku.


"Itu adalah Iris, tidak ada siapapun yang pernah menembus pertahanan itu," kata Ikaros.


"Kalian punya pertahanan kuat tapi masih tidak bisa mempertahankan tanah kalian."


"Pelindung itu tidak terlalu luas jadi meski menggunakannya iblis akan menyerang dari tempat yang tidak terlindungi."


"Dengan kata lain pelindung yang cocok untuk digunakan dalam menyerang."


"Tepat sekali."


Aku menciptakan kembali panah di tangan kananku.


"Aku akan sedikit meningkatkan kekuatannya."


Panahku dengan mudah menghancurkan pelindung tersebut menjadi seperti sebuah pecahan kaca.


"Sebenarnya kau ini siapa? Kau bahkan bisa menghancurkan pelindung seperti itu," teriak Ikaros hingga kedua pelayan kembarku menariknya menjauh.


"Sudah kukatakan, tanpa harus menggunakan busur yang kau katakan itu, aku pasti bisa mengalahkan iblis yang kalian takuti."


"Sekarang aku mengerti, manusia benar-benar makhluk yang mengerikan," atas pernyataan Ikaros aku hanya mengembangkan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2