
Di pusat desa itu, aku menyatukan semua batu menjadi satu hingga berubah menjadi sebuah kristal segi empat transparan, setelahnya kumasukkan tetesan embun yang kami dapatkan dan akhirnya batu roh tercipta.
"Sudah selesai, terima kasih sudah membantu."
"Hal ini sangat mudah untukku."
"Kalau begitu aku harus kembali ke desaku."
"Aku juga."
Mereka berpencar sementara aku pulang ke kediamanku setelah membeli beberapa apel untuk dibawa pulang, aku bisa melihat beberapa istriku duduk selagi menikmati teh.
Mereka adalah Ristal, Nermia, Riel dan Aerith.
Aku menaruh apel di atas meja, dan mereka mengambil masing-masing satu.
"Kalian tampak serius apa yang sedang kalian lakukan?"
"Kami sedang bertanding mahjong," kata Ristal.
"Begitu, sebaiknya aku tidak boleh menggangu."
Saat seperti ini aku harus segera menghindar.
Kompetisi antar istri terkadang menakutkan.
Aku masuk ke dalam dan aku meminta Rin membantuku untuk masuk ke dalam kamar Yuki.
Hanya beberapa langkah di depan pintunya, hawa dingin sudah mencengkeram kuat. Rin dengan santai berada di depan sementara aku berada di belakangnya bersembunyi di dalam roknya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai tuan, silahkan."
"Terima kasih Rin, saat pintu dibuka hawa dingin langsung keluar dari sana, seluruh bangunan langsung membeku kecuali tubuh manusia.
Dingin sekali, meski begitu aku harus membantu Yuki agar dia bisa bersama kami semestinya.
Tanpa memperdulikan rasa dingin ini aku terus melangkah maju.
Rin diam-diam berbisik di belakangku.
"Berjuanglah tuan."
Jika semua orang tahu dia ini wanita yang imut di dalam. Aku melemparkan batu roh ke tubuh Yuki yang tertidur pulas, bersamaan itu tubuhnya bercahaya dan lalu menghilang masuk ke dalamnya.
Udara dingin yang sebelumnya terasa mematikan telah menghilang seutuhnya.
Perlu seseorang untuk memakai kalung ini, jadi aku serahkan pada Dorothy, kalau aku serahkan pada putriku atau istriku mereka akan berebut.
Beberapa saat kemudian Yuki yang berada di dalam batu terkejut.
"Kenapa aku ada di sini?"
"Aku membuat batu roh, dengan ini Yuki bisa keluar kapanpun tanpa harus menunggu musim dingin tahun depan."
"Benarkah?"
"Paling tidak waktumu hanya satu jam setelah itu tubuhmu akan kembali ke dalam kristal.
"Aku akan mencobanya."
__ADS_1
Yuki dengan senang keluar dari kristal, dia tampak bahagia saat bisa berlarian ke sana kemari.
"Aku bisa keluar, tunggu jadi matahari itu seperti itu.. awan juga, rerumputan juga benar-benar terlihat hijau, lalu dimana yang lainnya?"
"Mereka sedang belajar," jawab Rin.
"Aku akan pergi ke sana."
"Dengar waktumu hanya satu jam."
"Aku tahu."
Aku mengalihkan pandangan ke arah Dorothy dan berkata.
"Jangan sampai lepas ya."
Dorothy mengeong lalu merubah dirinya jadi seorang gadis lalu melompat ke arahku, seperti biasa dia malah menjilati pipiku.
Rin juga tertarik jadi dia menjilati pipi yang lain.
"Kalian berdua tolong berhentilah," kataku tanpa dipedulikan.
Pagi berikutnya yang damai aku bersama putri serta istriku pergi ke ladang anggur untuk memanen buahnya.
Di sana mereka tampak bersemangat jauh berbeda saat mereka mencoba merawat kebun ini.
Ariel dan Felisa sedang mengajarkan Noella bagaimana cara melakukannya sementara istriku yang lain mulai mengumpulkan panen mereka.
Beberapa dari mereka juga mencoba menjadi gadis penginjak anggur, terutama Ristal dan Aerith aku senang mereka melakukan itu.
__ADS_1
Semua anggur ini akan dijadikan wine jadi jika kau ingin mencobanya waktunya adalah sekarang.
Selly dan Sella mengambil beberapa untuk dimakan begitu juga Hesna dan Felisa, kurasa aku juga akan memakannya beberapa tangkai.