
Setelah menjelaskan semuanya akhirnya aku bisa menarik nafas lega, bukannya aku menolak hanya saja sepuluh istri sudah terlalu banyak untukku.
Seketika wajah ratu dan raja ini tampak murung, aku juga menjelaskan banyak hal tentang aku yang seorang raja dari kerajaan Weisvia jika mereka terus mendesakku maka kerajaan ini juga akan menjadi kerajaan Weisvia.
Lagipula kerajaan ini tepat berada di atas kerajaanku jika dilihat dari peta.
"Sayang sekali meski begitu, Noella berjuanglah."
Tunggu, apa yang dikatakan kedua orang tua ini. Kalian mau menyerahkan kerajaan begitu saja padaku.
Untuk sekarang lebih baik memikirkan cara melunasi hutang yang telah kerajaan ini pinjam.
Di ruangan yang diberikan oleh raja aku duduk selagi melihat pemandangan dari jendela beranda, di pinggir pembatas Rara dengan senang berputar-putar seolah sedang menari.
"Sepertinya mereka berdua ingin mengambil dirimu sebagai menantunya, jika itu aku aku akan mengambil jalan mudah dengan melunasi semua hutangnya dan menikahi Noella... membantu kerajaan ini hanya akan membuang waktu sia-sia, dengan cara pertama semuanya akan berjalan lancar kau bahkan bisa menyelamatkan semua orang."
"Bodoh, Noella tidak menyukaiku... dia telah memilih orang lain, saat dia dijodohkan dia memutuskan melarikan diri karena itulah dia berada di pulau langit."
"Lalu kenapa dia belum menikah, kudengar dia masih perawan."
"Apa yang kau dengarkan sebenarnya? Yang jelas aku juga tidak tahu."
"Kalau begitu bagaimana kalau aku menceritakannya secara langsung."
Suara itu berasal dari belakangku, tentu itu adalah suara dari Noella. Dia terbiasa mengenakan pakaian minim jadi melihatnya seperti itu sudah biasa.
"Noella?"
__ADS_1
"Mau minum?"
"Aku tidak minum alkohol."
"Sayang sekali."
Rara melompat ke lantai lalu berjalan pergi.
"Aku akan meninggalkan kalian berdua, kurasa Dewi cinta akan menemui kalian dan saat pagi kalian akan melihat diri kalian di atas ranjang."
Aku akan lempar boneka ini ke planet lain.
Di bawah bulan indah kami duduk bersama di satu meja, Noella menuangkan anggur di gelas tipisnya sebelum menariknya ke ujung bibirnya.
Untukku sendiri memilih teh hangat yang bisa kunikmati setiap saat. Noella membuka mulutnya.
"Katakan siapa itu? Akan kuledakan rumahnya," teriakku hingga Noella tertawa kecil lalu melanjutkan.
"Kurasa tidak usah, lagipula dia sudah hidup dengan wanita itu dan memiliki dua anak."
"Aaahh."
Pembicaraan ini terasa berat.
"Aku telah meninggalkan kerajaan demi orang seperti itu, kembali membuatku merasa tidak enak karena itu aku memutuskan untuk pergi ke pulau langit dan tinggal di sana... aku menutup hatiku untuk tidak menerima pria lagi."
"Begitu."
__ADS_1
"Tapi jika tuan Kazuya ingin menikahiku aku tidak keberatan, bahkan aku akan merasa senang untuk itu."
"Kau yakin? Aku punya sembilan istri dan anak."
"Aku pernah lihat ada yang menikah sampai 20 istri, di dalam kerajaan poligami bukanlah hal aneh."
"Boleh aku memikirkannya."
"Tentu saja, apa mungkin karena aku sudah tua... aku tidak diterima."
Penampilan Noella jelas lebih muda dari umurnya tapi bukan itu, lagipula aku tidak mempermasalahkan umurnya, bagiku dia masih muda.
Jika mengingat umurku mungkin sudah puluhan atau ratusan tahun darinya, hanya saja aku tiga kali bereinkarnasi.
Aku menyeruput tehku untuk menenangkan pikiranku kembali lalu bertanya.
"Apa aku boleh tahu bagaimana kau bisa pergi ke pulau langit?"
"Jauh dari sini ada sebuah rumah yang sudah menjadi reruntuhan aku menemukan sebuah pesawat udara di sana, kupikir itu kediaman milik Garius."
"Garius?"
"Apa kau mengenalnya?"
"Aku beberapa kali mendengar namanya terlebih saat di pulau malaikat, bisa kau menunjukan lokasinya."
"Dengan senang hati."
__ADS_1