Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 375 : Gadis Kecil Bernama Koko


__ADS_3

Satu hari setelah insiden laba-laba besi, seorang gadis kecil menerobos guild bersama kudanil bersayap.


Semua orang yang tadinya saling mengobrol berhenti berbicara, sementara aku masih dengan tehku.


Dia terlihat tampak kesal lalu berjalan ke depanku.


"Kenapa, kenapa?"


Mungkin di suatu tempat aku membuatnya marah.


"Bisa kubantu?"


Mamisa berbisik ke arahku.


"Dia salah satu anggota dewan penyihir bernama Koko."


"Sekecil ini anggotanya."


"Aku bisa mendengarmu, aku sudah mengirimkan senjata penghancur untuk memusnahkanmu, kenapa kau masih hidup?'


"Maksudmu laba-laba itu, itu sangat lemah."


Koko mencengkeram kerahku.


"Kalau begitu aku akan menghajarmu."


"Gadis sekecilmu, mana bisa melakukannya."


"Momo?"


Kudanil itu membuka mulutnya lalu dengan kekuatan yang tidak pernah kubayangkan dari seorang gadis kecil, dia melepaskanku masuk ke dalam mulutnya.


Semua orang menjerit.


"Eeeeekkk!"

__ADS_1


"Sekarang kau tidak akan meremehkanku."


Di dalam sini sangat gelap, aku tidak tahu apa yang diinginkan gadis kecil ini, tapi aku biarkan saja.


"Maaf atas keributannya, kalau begitu selamat tinggal."


Semua petualang menghalangi kepergian gadis tersebut namun jelas tidak ada siapapun yang bisa menandinginya, kekuatan yang besar membuat semua orang terhempas ke segala arah.


Setelah menunggu lama, aku dimuntahkan ke sebuah sel penjara.


Aku bertanya padanya.


"Di mana ini?"


"Di kediamanku."


"Kau mengubah kediamanmu seperti sebuah penjara."


"Aku suka rasa keadilan karena itu setiap penjahat yang kutangkap aku masukan ke dalam rumahku."


"Nikmati harimu di sini, sampai eksekusimu diadakan."


Aku hanya melihat kepergian gadis itu dari balik jeruji besi, gadis yang menjunjung keadilan kah? Tidak banyak orang sepertinya.


Siapa kah orang yang tega menghancurkan gadis yang polos itu, tentu saja... itu adalah aku.


Saat malam tiba.... Aku melelehkan jeruji yang mengelilingiku, aku tidak tahu kejahatan apa yang dilakukan oleh orang-orang ini akan tetapi sepertinya kejahatannya cuma kejahatan ringan seperti mencuri atau penipuan meski begitu aku membebaskan semuanya.


"Pergilah, jika kalian membuat kejahatan lagi aku akan membunuh kalian."


"Ba-baik."


Sekarang mari culik gadis kecil itu, aku perlu orang sepertinya untuk mengurus keamanan desa. Selain kekuatannya luar biasa dia juga bisa menjalani kehidupan seperti anak kecil lainnya di desaku.


Itulah yang kupikirkan.

__ADS_1


Koko berada di ruangan atas rumah ini, selagi tidak membangunkan kudanil tersebut, aku pasti berhasil melakukannya.


Aku mengeluarkan karung kemudian membuka pintunya, saat aku sadari dia sudah duduk di tempat tidur selagi mengerenyitkan alisnya.


"Kau ini lolicon kah? Menculik gadis sepertiku akan menerima hukuman paling berat."


Aku mendesah pelan.


Rencanaku sudah gagal.


"Kau sangat imut, maukah kau tinggal di desaku juga... putriku pasti akan senang."


"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil, aku sudah dewasa."


"Umurmu?"


"Delapan tahun."


Dia jelas masih kecil, aku melanjutkan.


"Kenapa kau begitu terobsesi dengan keadilan?"


"Itu karena aku ingin menjadi pahlawan seperti ini."


Dengan polosnya Koko menunjukkan seorang gadis berkostum super hero. Ia mengenakan pakaian dalam di luar serta wajahnya tertutup topeng warna warni.


"Dia hanya wanita mesum."


"Tidak, dia pahlawan pembela keadilan, aku sering menontonnya di Lutube."


Aku tidak ingin mengatakan hal sesungguhnya, semua yang ditontonnya hanyalah akting belaka terlebih orang yang berada dibaliknya adalah Mamisa.


Aku sempat melihat dia hendak membakar kostum tersebut, dan mengatakan bahwa kostum ini adalah kostum pertamanya saat mencapai popularitas tinggi, karena memalukan dia ingin menghancurkannya.


Betapa ironisnya itu.

__ADS_1


__ADS_2