Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 31 : Sama Saja


__ADS_3

Dengan kematian Heis kerajaan Weisvia telah kembali pada seharusnya, tuan putri menurunkan pajak sebelumnya dan akan memberlakukannya enam bulan ke depan, selama itu kerajaan tidak akan menarik pajak kepada penduduk.


Para wanita telah dikembalikan ke tempat asal mereka sementara aku, masih berurusan dengan ketiga pelayanku yang masih membahas tetang lokasi tidur mereka di penginapan.


Aku berdiri dengan wajah datar.


"Kita masih sulit memutuskannya, dua orang bisa tidur bersebelahan dengan tuan tapi, satu orang lagi bagaimana?' tanya Nermia.


"Aku tahu, aku akan tidur selagi menindih tuan di atas," jawab Selly.


Memangnya kau ingin melakukan apa denganku?


Aku ini tipe pria yang melakukannya setelah menikah. Aku menegaskan hal itu tapi mereka tak ingin dengar, sekarang aku memikirkannya, mereka ini pelayanku atau kekasihku.


Aku selalu dibuat bingung oleh ketiganya.


Ketika malam hari, aku memutuskan tidur di antara mereka bertiga. Seperti yang dikatakan Selly dia benar-benar tidur di atasku. Yang membuatku terasa aneh bahwa itu terasa nyaman juga hingga aku pun bisa memejamkan mataku.


Seperti yang selalu kualami dalam mimpiku, aku berada di sebuah padang rumput luas tepatnya sedang duduk di sebuah kursi yang biasa digunakan sebagai acara minum teh, tak hanya Dewi Ristal ada Dewi lainnya yang duduk di sebelahnya.


"Anu?"


Dewi itu tampak membungkuk ke arahku lalu berkata.


"Aku Dewi yang mengirim pahlawan Heis ke dunia itu, aku benar-benar minta maaf karena dia telah banyak merepotkanmu."

__ADS_1


"Tolong angkat kepalamu Dewi."


Dewi itu memiliki rambut hitam dengan paras cantik selayaknya Dewi sesungguhnya.. berbeda dengan Dewi Ristal, dia lebih feminim dibandingkannya. Akan tetapi keseksiannya sama saja.


Dia mengenakan kimono yang membuka setengah tubuhnya.


"Ini memalukan, tolong jangan menatapku seperti itu."


Aku melirik ke arah Dewi Ristal yang menikmati tehnya dengan santai. Pasti dialah yang menyuruh Dewi ini mengenakannya.


"Aku pikir dengan pakaian itu, kamu akan sedikit bersemangat, bagaimana kondisi bagian bawahmu?"


"Aku tidak akan mengatakannya," teriakku lalu merubah topik pembicaraan


"Lalu kenapa aku dipanggil ke sini?"


"Padaku?"


Dewi yang dimaksud menganggukan kepalanya.


"Sebagai Dewi, aku tidak bisa terlalu terlibat dengan Dunia manusia bahkan tidak bisa mengembalikan pahlawan yang telah aku kirim, karena itu saat dia melakukan hal yang seenaknya aku tidak bisa berbuat apapun."


Aku bisa mengerti itu.


"Karena itulah aku ingin memberikan hadiah untuk Kazuya dan Ristal bilang kalau kau menyukai hal seperti itu, kau tahu sesuatu yang bisa menghasilkan bayi."

__ADS_1


Oh gawat, aku belum siap untuk itu.


Dan kenapa Dewi Ristal mengatakan hal aneh-aneh tentangku.


"Jangan khawatir Kazuya, aku akan tutup mulut lakukan dengan perlahan."


"Aku tidak akan bersikap kurang ajar pada dewi."


Keduanya memandangku heran.


"Kenapa kalian menatapku begitu?"


"Kau pasti belum menyadarinya, tapi kau sudah menjadi dewa loh, walaupun dewa jahat... meskipun kau menikahi kami berdua itu bukanlah hal mustahil, kau juga bisa menikahi manusia juga."


Dewi jahatnya tolong dihilangkan.


"Dengan kata lain?"


Aku balik bertanya.


"Kau manusia campuran," teriak Dewi Ristal.


"Memangnya ada manusia campuran Toh."


"Kau mungkin spesies langka yang terakreditasi A."

__ADS_1


Dewi ini semakin lama semakin ngawur, penampilan memang tidak mencerminkan kepribadian. Pada akhirnya aku menolaknya dan hanya meminum teh bersama keduanya sampai akhirnya aku bangun kembali.


Entah itu bersama pelayanku atau Dewi, ternyata keduanya sama saja.


__ADS_2