Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 66 : Hadiah Dari Dewi Hecate


__ADS_3

Siang hari memang merepotkan namun malam hari jelas lebih merepotkan lagi, soal Selly dan Sella yang tidur di sebelahku itu hal biasa akan tetapi ini jelas berbeda.


Entah aku pingsan atau tidur aku selalu ditarik ke alam Dewi seperti sekarang.


"Tolong biarkan aku bermimpi normal seperti kebanyakan manusia," keluhku demikian.


"Kupikir tidak ada lagi mimpi yang seindah ini, coba bayangkan berapa orang yang bisa sedekat ini dengan Dewi," suara datar itu berasal dari Dewi Hecate yang duduk di pangkuanku selagi menyisir bulu boneka beruang yang di pegangannya.


"Ini terlalu dekat," balasku, sementara Dewi lainnya duduk di sekeliling meja, Dewi Ristal sedang menikmati teh di tangannya, Dewi Amnesia hanya sibuk dengan gamenya sedangkan Dewi Ariel hanya menundukkan kepalanya dengan malu.


Dewi Ariel memiliki hobi cosplay dan sekarang dia berpenampilan seperti seorang gadis penyihir yang kekurangan bahan.


"Kalau malu jangan dipakai," teriakku dalam hati.


Meletakan tehnya, Dewi Ristal menatapku dengan kilatan cahaya bersinar.


"Aku tidak akan membiarkanmu tidur normal malam ini, mari bersenang-senang bersama."


"Dewi memang seperti itu tapi bersenang-senang? Memangnya apa yang kalian semua inginkan."


Walau aku berada di sini itu tidak akan mempengaruhi tubuhku di dunia nyata, karenanya saat bangun aku tidak merasakan efek samping apapun seperti bergadang semalaman.


"Biar Hecate yang menjelaskan, ini gilirannya."

__ADS_1


"Baiklah."


"Menang, aku menang, lihat.. aku berada di puncak klasemen haha," mari abaikan Dewi yang satu ini.


Dewi Hecate menjelaskan.


"Kami semua ingin memberikanmu hadiah karena sudah menyelesaikan semua masalah yang kami perbuat."


"Hadiah? Aku suka-suka saja tapi bukannya pahlawan jadi jahat bukan karena ulah kalian."


"Meski begitu tetap saja kami memiliki tanggung jawab karena memilihnya," potong Ariel lalu Hecate melanjutkan.


"Karena itu kami sepakat akan berkencan denganmu bergiliran."


"Tunggu, kencan, bagaimana dengan Dewi Ristal?"


"Aku juga akan ikut, jangan salah paham aku tidak memiliki rasa suka padamu, aku hanya merasa harus ikut saja. Humph."


Kenapa dia malah jadi Tsundere? kataku tanpa terdengar siapapun.


"Kalau begitu aku akan bersenang-senang, mari pergi Kazuya." Sebelum aku menyadarinya aku telah berada di sebuah taman hiburan dimana semuanya diisi oleh boneka beruang.


Masing-masing boneka bertingkah layaknya manusia, di antara mereka ada yang hanya berjalan-jalan untuk melihat-lihat, ada yang bermain di kios-kios yang tersedia dan ada juga yang sedang menaiki wahana.

__ADS_1


Yang membuatku terkejut adalah ada boneka beruang yang sedang membuat permen kapas.


Dia sangat mahir.


Seseorang menarik tanganku dengan kilauan di matanya, atau sejujurnya matanya memang berbentuk bintang, dia adalah Dewi Hecate.


"Mari berpegangan tangan."


"Dibanding disebut sepasang kekasih, kita lebih seperti ayah dan putrinya."


"Jika kau mengatakan itu aku akan memberikan hukuman ilahi padamu."


"Maafkan aku."


Agar lebih cepat kuputuskan untuk menggendongnya saja.


"Dengan ini kau tidak akan tersesat."


Dewi Hecate menarik pipiku.


"Aku di sini sedang berkencan denganmu, pastikan kau melakukan tugasmu sebagai kekasih."


Jika ada polisi aku pasti sudah di tangkap sebagai lolicon, yah, memikirkannya juga percuma saja. Tempat ini hanyalah tempat sementara yang dibuat oleh Dewi dengan mengambil ingatanku saja.

__ADS_1


Aku langsung menyadarinya saat dipindahkan kemari.


"Pertama, kita beli permen kapas dulu. Semuanya gratis jadi jangan pikirkan soal uang," dia malah lebih bersemangat dariku.


__ADS_2