
Setelah mendengar penjelasan Neffiel aku pergi ke rumahnya yang dulu untuk memeriksa sesuatu, sebelumnya aku memastikan Teresa yang berada di kota akan baik-baik saja dengan memberikan perlindungan dari kelompok Zeper.
Bagaimana pun situasinya cukup merepotkan.
Menurut Neffiel ada segerombolan orang yang menangkap beberapa elf untuk dijadikan katalis dari sihir pemanggilan.
Aku masih belum tahu siapa mereka, yang jelas bahwa mereka seorang penyihir pengguna elemen kegelapan. Selagi menyusuri area hutan aku menemukan beberapa hewan yang telah dibunuh begitu saja tanpa alasan.
Dari lukanya semuanya tampak baru, paling tidak aku perkirakan mereka semua mati belum lama ini, tak hanya hewan, beberapa ranting dan pohon pun tumbang seolah ditebas sesuatu mirip cakar beruang.
Sesampainya di semak-semak yang rimbun ada jalan kecil menuju desa yang terlihat jelas, dan tiba-tiba desa itu terbakar api.
Aku buru-buru berlari ke arah sana ketika orang-orang berlarian ke arah sebaliknya, di tengah lapang luas, ada sosok pria dengan jubah hitam menggenggam sebuah bola api yang bersinar terang, sedangkan di sisinya wanita yang lebih pendek darinya berdiri dengan kedua tangan yang diselipkan tiga cakar yang tampak mirip sebuah pedang.
"Ada yang datang rupanya Virda," kata si pria sementara si wanita menjulurkan lidahnya menjawab.
"Tinggu apa lagi habisi dia, kita gagal mendapatkan elf itu jadi perlu sesuatu untuk melampiaskannya."
Elf itu?
Mungkinkah.
Si pria menembakan bola apinya ke arahku dan itu meledak tepat di wajahku, apa barusan cuma pengalihan?
__ADS_1
Dan jawabnya tepat sekali.
Wanita yang sebelumnya kulihat muncul di belakangku dengan lompatan kecil, aku tidak membiarkan serangannya mengenaiku jadi kuhantamkan satu kaki mengenai wajahnya hingga dia melesat menabrak bangunan yang terbakar.
"Sialan kau."
Giliran si pria yang memulai serangannya kembali, dia menciptakan bola api raksasa kemudian menembakannya dengan kecepatan luar biasa.
Aku juga pandai menggunakan elemen api jadi kutubrukan elemen api hitam milikku hingga menciptakan ledakan besar dengan hembusan angin kencang yang menerbangkan sekelilingku ke udara.
Aku hendak melangkah maju namun segera terhenti karena sosok wanita yang sebelumnya kuhajar muncul dari api yang melahapnya.
"Orang ini cukup merepotkan Deus, sebaiknya kita kembali dan melaporkan apa yang terjadi dengan Elf-nya."
Sebuah lubang hitam muncul di belakang orang bernama Deus sementara itu, wanita bernama Virda berjalan di depannya, semua pakaian dan tubuhnya telah hangus terbakar dan hanya menyisakan tulang berulang serta senjata di tangannya yang dia lepas.
Itu mengingatkanku tentang Rafael yang dulu pernah aku temui.
"Sebenarnya siapa kalian? Apa kalian Lich."
"Seperti yang kau katakan kami ini Lich, seorang Undead peringkat atas yang telah hidup puluhan tahun lamanya."
"Apa yang kalian inginkan?"
__ADS_1
"Sebelum bertanya alangkah baiknya kau memperkenalkan dirimu dulu," bertepatan dengan ucapan Virda, daging mulai membungkus tubuhnya kemudian membentuk fisiknya yang sebelumnya.
Sementara pakaiannya jelas tidak beregenerasi.
"Namaku Haru Kazuya."
"Kazuya kah, kami ingin mendapatkan seorang setengah Elf yang selama ini kami awasi untuk membangkitkan pemimpin kami kembali...
sayangnya dia tak berada di sini."
Mereka menginginkan Neffiel.
"Mari pergi Deus."
Aku hendak mengejarnya akan tetapi Virda mengeluarkan sesuatu yang sulit aku percayai, di tangannya ada sebuah pedang Grandbell sama sepertiku.
Saat dia mengayunkannya tanganku terputus lalu terbang ke atas dan jatuh di tanah begitu saja, saking cepatnya aku tidak bisa bereaksi tentang itu dan hanya melihat punggung keduanya selagi menekan darahku yang terus mengalir keluar.
"Jika kau sayang nyawamu lebih baik jangan ikut campur."
Mereka menghilang dalam sekejap, sementara aku menyatukan kembali potongan tanganku selagi bertanya-tanya.
Kenapa ada dua pedang Grandbell di dunia ini? Kemungkinan besar ada yang lainnya juga.
__ADS_1