Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 151 : Naga Air Februari Dan Naga Bumi Herdy


__ADS_3

Hesna merubah bentuknya menjadi manusia lalu mundur untuk melihat aku dari kejauhan, akan lebih mudah mengalahkan Februari dalam bentuk naganya karena mudah dikenai namun, dia malah memilih bertarung dengan wujud manusianya.


"Aku tidak akan menahan diri."


Februari meluncur ke arahku dengan kecepatan tinggi, dia merubah tangannya menjadi tangan naga.


Aku mengeluarkan pendangku untuk mengimbangi kekuatannya hingga percikan kembang api dicampur suara memekikkan telinga terdengar seiring pergerakan kami berdua.


Cepat sekali, aku bisa menghalau tangannya akan tetapi kakinya jauh lebih kuat dari itu, aku terbang menghancurkan pepohonan di belakangku.


"Masih belum, gunakan kekuatanmu lebih banyak lagi."


Aku melompat ke dahan pohon dan menghindar saat Februari menerjang seperti sebuah peluru, dia menekuk kakinya lalu melompat ke arahku yang sudah berpindah tempat.


"Ini terlalu cepat."


Brak.


Aku kembali terbang berguling-guling di permukaan air sebelum mencapai sisi lain dengan sebuah ledakan. Naga memang hewan buas yang sangat kuat.


Di saat Februari muncul di depanku aku berhasil melayangkan pukulan di perutnya lalu saat dia terlempar, aku menggunakan skill Time Over dan beralih tempat di sampingnya, kuputar kakiku menghantam perutnya ke bawah dan itu meledak dengan dahsyat, debu-debu berjatuhan saat Februari hanya bisa mengerang kesakitan.


Aku segera menyentuhkan ujung pedangku di lehernya.


"Aku kalah, menyerah."

__ADS_1


Hesna keluar dari tempat persembunyiannya sementara aku menghilangkan pedangnya.


"Sekarang berikan kristalmu."


"Aku mengerti, tapi sebelum itu bisa bantu aku berdiri."


Aku mengulurkan tangan untuk membantunya, dia merogoh bajunya dan memberikan kristal yang dimaksud padaku.


"Seperti yang kujanjikan kini aku melayanimu, apa yang kau inginkan dariku?"


"Kau bisa mendapatkan kebebasanmu lagi dan tak perlu melayaniku, tapi dengan syarat kau harus menjaga tempat yang sebelumnya di tinggali Hesna dan tinggal di sana."


"Heh, jangan bilang kau ingin mengembalikan tempat itu dengan kristal kami."


"Jika ratu naga bilang begitu apa boleh buat, aku mengerti."


Aku bertanya pada Februari.


"Kau dan Hesna siapa yang lebih kuat?"


"Tentu saja Hesna, dia ratu kan... tapi dalam ras naga, ratu tidak boleh menantang naga siapapun."


"Jadi itu alasannya kenapa aku yang harus menantang kalian."


"Yah, semoga beruntung... aku akan menunggu kalian di sana."

__ADS_1


Kami berdua hanya melihat kepergian naga biru dari kejauhan dan selanjutnya ke tempat berikutnya yang menjadi tempat naga bumi yang harus kulawan.


"Manusia ingin melawanku, Haha kau pasti bercanda.. aku bisa mematahkannya dengan tanganku Baiklah aku menerima tantangannya."


Walau dia bilang begini-begitu aku berhasil mengalahkannya walaupun aku juga babak belur.


Aku mengatakan hal sama pada naga air.


"Aku mengerti, aku akan menunggu di sana."


"Sepertinya Herdy sangat frustasi," kata Hesna saat kepergiannya.


"Apa akan baik-baik saja?"


"Jangan khawatir, naga selalu menempati janjinya apalagi soal duel, dia akan terbiasa nantinya."


Hari sudah malam saat kami berhasil mengalahkan naga bumi, di dalam gua itu aku membuat api unggun dan menyerahkan makanan yang sebelumnya kubawa dari kota agar lebih praktis.


"Ini masih hangat."


"Karena aku menggunakan sihir ruang dan waktu maka keadaannya terhenti saat dimasukan ke dalamnya."


"Jika dikeluarkan akan seperti waktu saat memasukkannya," aku mengangguk sebagai jawaban.


Ras Naga menyukai daging karena itu aku membawa sangat banyak untuk Hesna, jika untukku aku sudah cukup dengan roti lapis malam ini.

__ADS_1


__ADS_2