
Aku duduk di kursi panjang saat seorang tiba-tiba saja mengulurkan roti ke arahku.
"Lama tak bertemu Kazuya."
"Rima."
"Memangnya siapa lagi?"
Aku menerima roti tersebut lalu memakannya ke dalam mulutku yang mana coklat itu meluber di pinggir bibirku.
Rima duduk di sebelahku.
Rima adalah seorang penyihir roh sebelumnya aku pernah membantunya mengumpulkan roh-roh kuat.
"Akhirnya aku bisa datang lagi kemari, kukira kau akan menangis tersedu-sedu saat melihatku."
"Aku tidak mungkin sampai segitunya, jadi apa yang akan kau lakukan?"
"Aku memutus tinggal di sini, kini aku tinggal bersama Cleo dan Olien sekarang."
"Kuharap kalian bisa akur."
"Tentu saja kami akur... tapi sayang sekali di sekitar sini tidak ada guild petualang jadi sulit untuk bekerja dengan mengalahkan monster untuk menjual materialnya, padahal dungeon sudah kembali bermunculan di seluruh benua."
"Bukannya lebih baik jika kau mencari pekerjaan yang lebih baik tanpa harus terlibat hal berbahaya."
"Bukan karena uang juga sih, dengan ada guild maka orang-orang bisa menaruh permintaan di sana.. misal ada yang membutuhkan pengawal para petualang akan melakukannya, biasanya kesatria jarang terlibat hal seperti ini."
Jika dipikirkan lagi itu memang benar.
Aku berkata ke arah Rima.
"Apa kau mau menjadi guild master?"
"Eh?" Rima hanya memiringkan kepalanya kebingungan.
__ADS_1
Di ruangan itu aku meminta Lolia, Ronald dan Lili ke ruanganku.
Lolia tampak bersemangat begitu juga dua orang yang lain.
"Aku akan membangun guild di kota Abelon," ucap Lolia.
Kota Abelon berada dibawah desa kami sebelumnya di sana juga menjadi guild pedagang berada.
"Tuan aku akan mengurusi semua izinnya," ucap Ronald.
"Dan aku akan mempromosikan guild kita, yang pertama dibutuhkan adalah receptionis yang sexy dan bahenol," ucap Lili.
Dan mereka melesat pergi dengan kecepatan tinggi.
Rima yang memperhatikan hanya menatap dengan wajah bermasalah.
"Entah kenapa mereka sangat gembira?"
"Beberapa hari ini mereka tidak memiliki pekerjaan dalam pembangunan, kurasa mereka jauh lebih senang saat melakukan pekerjaan tersebut."
Sebelum bertemu denganku, dulu keluarga Ronald tinggal di kolong jembatan syukurlah selama ini mereka bisa bertahan.
"Tapi apa kau yakin menjadikan aku sebagai guild master?"
"Dengan popularitasmu sekarang tidak ada yang menolaknya, untuk sekarang mari pikirkan nama yang cocok untuk guildnya."
Aries muncul dengan satu masukkan.
"Guild Aries, namanya bagus bukan?"
"Itu malah terdengar seperti kau pemiliknya."
"Kukira aku akan menamainya guild Stardust."
"Itu lebih baik."
__ADS_1
"Hey, guild Aries lebih bagus."
"Kau ini ngotot sekali.. baiklah mari namai guild Stardust Aries."
"Fufu itu baru bagus."
Aku dan Rima hanya menghembuskan nafas panjang.
Kurasa sudah waktunya mengecek keadaan desa, aku berpapasan dengan Dorothy hingga dia duduk di atas kepalaku.
Rima yang berada di sampingku menunjuk ke arah Dorothy.
"Apa tidak masalah dia duduk di sana? Mungkin dia akan buang air."
"Meong, meong, meong."
"Apa yang dia katakan?"
"Katanya dia seorang gadis, dia akan pergi ke semak-semak jika ingin melakukannya."
"Yah tidak ada gadis yang melukakan itu."
"Meong, meong, meong."
Secara otomatis aku menerjemahkannya.
"Mungkin kau sendiri juga lebih suka melakukannya di semak-semak?"
"Aku tidak pernah melakukan itu."
"Mari hentikan topik aneh ini," kataku lemas hingga keduanya memalingkan wajah mereka.
Hanya di dunia ini kucing dan manusia bisa berdebat, jika mengingatnya apa Dorothy bisa berlari dengan dua kaki juga.
Jawabannya tentu saja tidak bisa, kecuali dia berubah jadi manusia.
__ADS_1