
Jika mereka menggunakan kemampuan seperti itu sudah jelas kutukan di kota ini juga ulah mereka.
Saat Haki mendekat padaku, sosok dua pelayanku telah berdiri di depan untuk menghalangi, keduanya mengenakan kimono seperti biasanya yang mana mengepalkan tinju untuk memamerkan kepada kedua Oni tersebut.
"Kalian berasal dari ras iblis kah, mari kita lihat siapa yang lebih kuat Oni atau Iblis biasa?" bertepatan saat Minerva berkata itu tiba-tiba saja langit terbelah lebar dan dari sana sosok Golem raksasa jatuh dengan keras.
"Haki, Minerva, sudah hentikan."
"Tuan."
Sosok pria di atas bahu Golem melompat ke depanku setelah berkata demikian. Dia mengenakan pakaian serba hitam lalu tertawa saat melihatku.
"Apa ada yang lucu?" kataku demikian.
"Tidak, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi.. ngomong-ngomong aku cukup kesal saat kau memotong tanganku ini."
Pria itu menunjukkan tangan kiri yang telah hilang sejak lama.
"Jadi kau pahlawan masa lalu itu, kau berubah jadi jahat dan bergabung dengan para Oni sekarang... aku tidak perlu mendengarkan alasannya, tapi apa yang kau maksud dengan bertemu lagi? Aku merasa ini pertama kalinya aku melihatmu."
__ADS_1
"Kau tidak mengingatnya, namaku Alexius yang pernah membunuhmu, jangan bilang kau melupakanku.. cincin itu adalah buktinya."
"Apa maksudmu?" tanda tanya muncul di atas kepalaku.
"Dulu kau adalah Dewa kegelapan yang meneror dunia ini dalam ketakutan dan kita saling bertukar posisi sekarang."
"Kenapa kau yakin bahwa aku dewa kegelapan?"
"Kecuali pemilik aslinya cincin itu tidak bisa digunakan oleh siapapun, aku pernah memberikan kedua tanganmu pada Raja Iblis Bisel dan dia pun tidak bisa memakainya."
Keheningan sesaat terasa diantara kami semua sampai orang bernama Alexius melanjutkan.
"Kau adalah reinkarnasi dari dewa kegelapan sementara aku adalah reinkarnasi dari pahlawan yang membunuhmu dulu, sungguh mengejutkan bukan bahwa kita malah bertukar nasib, aku menjadi orang jahat sementara kau berubah menjadi orang baik."
Tidak, hal ini juga bisa terjadi, bisa saja aku telah bereinkarnasi dua kali setelah kematianku sebagai dewa kegelapan, pertama aku dikirim ke dunia bernama bumi tanpa ingatan masa lalu, kemudian dikirim kembali ke dunia semula dengan ingatanku di bumi.
Semuanya masuk akal, kenapa Raja Iblis Bisel tidak bisa menggunakan kekuatan cincin ini sejak lama hingga aku sendiri yang memakainya.
Untuk kasus Alexius dia pasti bereinkarnasi kembali di dunia ini dengan ingatan sama dan mengambil peran pahlawan sebelumnya, yang membuatku heran kenapa dia bergabung dengan Oni untuk menjadi musuh manusia yang sebelumnya dia lindungi.
__ADS_1
Aku menarik semua pedang hitam yang menancap di tubuhku lalu berdiri.
"Apa mungkin kau yang menghancurkan istana kerajaan Artana?"
"Benar, akulah yang melakukannya... tadinya aku berniat memanfaatkan kerajaan itu untuk menghancurkan kerajaan lain tapi sayangnya kau malah menghalangiku, aku ingin manusia dan manusia saling menghancurkan lalu menghancurkan ras iblis dengan begitu akhirnya hanya Oni yang akan hidup di dunia ini, dan ras sisanya hanya akan dimusnahkan haha.... sepertinya petarunganku dan kau memang sudah ditakdirkan sejak lama, sama seperti sebelumnya aku akan membunuhmu lagi untuk kedua kalinya."
"Tidak akan kami biarkan," kata Selly dan Sella sehingga membuat Haki maupun Minerva bergerak maju.
"Kenapa kau melakukan hal sejauh ini?" tanyaku demikian.
"Mudah saja, saat aku membunuhmu semua orang seakan lupa atas prestasiku, mereka berhenti memujiku serta mengagungkanku kehebatanku sejak itu aku berfikir untuk berpindah ke ras Oni yang lebih menghormatiku."
Aku tertawa selagi memegangi wajahku.
"Alasan konyol."
"Terserah kau mau mengatakan apapun, yang jelas dipertarungkan selanjutnya kau tidak akan bisa bereinkarnasi lagi, mari pergi Minerva, Haki."
"Baik tuan."
__ADS_1
"Sekarang akan kubiarkan kalian mengalahkan raja iblis yang tersisa, saat itu kamilah yang akan menjadi musuh berikutnya."
Ketiganya naik ke tangan golem tersebut lalu melompat ke atas, retakan di langit sebelumnya tertutup kembali bersamaan sosok mereka yang telah lenyap seutuhnya.