Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 224 : Tidak ada Salahnya Untuk Bersantai


__ADS_3

Bertepatan saat aku keluar kota seekor Orc raksasa mengirim tinjunya ke arahku, aku cukup menahannya dengan satu telunjukku kemudian mendorongnya jatuh ke tanah.


Dengan sedikit sihir, aku membekukan seluruh tubuhnya lalu pecah menjadi serpihan kristal. Sepuluh cincin ini memang benar-benar kuat bahkan bisa menghentikan efek samping dari pedang Grandbell yang membuatku memiliki tubuh tengkorak, namun sayangnya kutukan kematiannya tidak bisa terangkat dengan baik.


Di sisi lain mungkin jika cincin ini sempurna aku yakin bisa...


Gabriela turun dari langit hingga aku harus menangkapnya dalam pelukanku, tubuhnya memang langsing berbeda jauh dari pertama aku bertemu dengannya.


"Lapor, aku sudah selesai mengatasi semuanya."


"Yahh, aku bisa melihat itu."


Pedang-pedang cahaya menancap secara sembarangan di mana-mana, ada pohon dan darah juga berserakan di sekelilingnya.


Amnestha dan Rin juga sudah selesai dan bersama mendekat ke arahku.


Aku menurunkan Gabriela dari pelukanku.


Belakangan ini kita selalu bekerja keras, kurasa sudah waktunya untuk mengambil sedikit waktu bersantai.


Kami memutuskan pergi ke sebuah tempat yang dulu pernah kami kunjungi, itu adalah pulau elf yang berada di dataran tinggi Utara dimana rumah bagi para elf wanita.


Pulaunya sendiri berada di tengah danau yang luas dimana di sekelilingnya hanya terdapat tebing-tebing air terjun.


Terakhir kali tempat ini sangat kosong, akan tetapi sekarang banyak perabotan di mana-mana, terutama di rumah Neffiel.


Neffiel adalah Half-elf berambut hitam, penampilannya cukup feminim terlebih di rambutnya terselip bunga indah. Dia dengan senang menaruh teh yang dibuatnya di dekat kami.


"Silahkan."


"Terima kasih."


"Kami berniat untuk tinggal di sini beberapa hari, apa tidak masalah?"


"Aku tidak keberatan tapi sayangnya kalau mencari Aurora dia, aku tidak tahu dia berada di mana?"


"Apa ada yang mencariku?"

__ADS_1


Kami semua mengalihkan pandangan ke arah Aurora yang tiba-tiba muncul di depan pintu selagi terengah-engah.


Dia sedikit berkedip ke arah Neffiel membuatku bertanya-tanya, apa ada sesuatu diantara keduanya.


Jangan-jangan mereka saling mencintai.


Itu pikiran konyol.


"Kau mungkin ingin minum teh, aku akan membuatkannya untukmu."


"Terima kasih, aku sangat lelah."


Aurora duduk di sebelahku bahkan dada yang besar itu bergoyang dengan baik, seperti yang kuingat.


"Aku baru saja berolahraga naik turun gunung, dan tanpa sadar melihatmu datang kemari."


Rin memiringkan kepalanya heran.


"Aneh, saat datang kemari aku tidak bisa merasakan siapapun di sekitar sini kecuali orang-orang di pulau ini."


Jika diibaratkan Aurora seperti muncul secara tiba-tiba di sini, aku tidak ingin memikirkannya lebih jauh jadi aku mengabaikannya.


"Mungkin kalian melewatkannya."


Aurora mengipasi dirinya dengan tangannya sendiri.


"Panas sekali."


"Biar aku bantu sedikit."


Aku mencipta pusaran angin kecil di tanganku lalu mendekatkannya pada Aurora.


"Ini lebih baik."


Aurora tersenyum lega selagi melorotkan pakaiannya ke bawah.


Aku melihatnya tanpa berkedip sementara Aurora terus mengeluarkan suara aneh.

__ADS_1


"Ah, ah, lebih dekat lagi, enak sekali."


"Kau sengaja melakukannya yah," teriakku.


"Apa maksudmu?"


Gabriela dan Amnestha saling berbisik satu sama lain.


"Bukannya mereka terlihat sangat dekat, apa hubungan sebenarnya?"


"Aku juga sedikit curiga pada tuan, mari amati bersama."


Aku bisa mendengar perkataan mereka.


Neffiel muncul dengan teh di tangannya lalu menyodorkannya ke arah Aurora.


"Seperti biasa teh Neffiel sangat enak."


"Aku percaya diri dengan itu," balas Neffiel puas.


"Dadanya juga," tambah Rin dengan wajah datar.


Ketika malam hari tiba, aku melihat ke langit untuk menatap bulan yang bersinar indah.


"Kulihat kau sudah berhasil membuat cincinnya?" suara itu berasal dari Neffiel yang muncul dari belakangku.


"Bagaimana menurutmu, aku cocok mengenakan cincinnya?"


"Aku pikir begitu."


"Di mana Aurora?"


"Dia mungkin sudah pulang, kau tahu? Dia pasti sangat sibuk."


"Padahal dia hanya tinggal di atas gunung, sesibuk apa sebenarnya?"


Neffiel hanya tertawa ragu sebagai jawaban, rasanya ada yang disembunyikan padanya.

__ADS_1


__ADS_2