Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 370 : Sebuah Pai


__ADS_3

"Kurasa sudah selesai."


Aku menyimpan seluruh sisik yang kudapatkan ke dalam sihir penyimpanan lalu melirik ke arah dua orang aneh yang sedang menari bersama.


Lebih baik aku biarkan saja, kugunakan sihir perpindahan dan dalam sekejap kami bertiga muncul di kota.


Layne tampak melirik ke arahku dengan senyuman.


"Kekuatanmu sangat hebat, mungkinkah kau.."


Aku menunggu perkataan selanjutnya.


"Bukan apa-apa, kurasa aku sudah mendapatkan cukup informasi tentang idol hingga wawasanku bertambah lagi... kalau begitu aku pergi."


"Sudah mau pergi lagi? Aku masih belum selesai menjelaskan."


"Itu sudah cukup, selamat tinggal kalian berdua."


"Jaga dirimu."


"Kalian juga."


Kami hanya melihat punggung Layne semakin menjauh dan menghilang dari kerumunan.


"Kau tidak mengatakan hal aneh saat bertemu dengannya?"


"Dia bukan manusia."


"Eh? Benarkah?"


"Saat di bawah air terjun para kadal cenderung menghindarinya, itu tidak wajar.... Kita mungkin tidak akan bertemu dengannya lagi."


"Sayang sekali, dia wanita yang lucu," balas Mamisa kecewa sebelum akhirnya mengikutiku ke tempat Aria.


"Kami bawa oleh-olehnya."


"Cepat sekali," teriak Aria pada Mamisa.

__ADS_1


Hal seperti ini tidak terlalu sulit dibandingkan harus melawan semua raja iblis yang pernah kulakukan.


Meninggalkan Mamisa dengan Aria, aku pergi untuk jalan-jalan, seperti yang sebelumnya kukatakan di setiap rumah akan ada pepohonan berbuah lebat dan para pelancong diizinkan mengambilnya sebanyak yang mereka inginkan.


Aku melayang ke atas lalu mengambil satu buah, tak hanya bentuknya rasanya juga seperti tomat.


"Yo, anak muda... apa kau menyukainya."


Aku turun ke pria yang ada di bawahku, dia terlihat seperti seorang petani yang membawa garfu rumput di belakangnya.


"Lumayan."


"Begitukah, kau mau mampir ke rumahku.. istriku pandai membuat masakan dari buah ini."


"Bukannya berbahaya membawa orang asing ke rumahmu."


"Tak apa, aku tahu kau orang baik."


Dia merangkulku seperti seorang yang sudah kenal baik.


"Mama buatkan makanan yang enak."


"Serahkan padaku."


Istrinya sangat cantik, dia memiliki rambut hitam panjang dengan tahi lalat di bawah bibirnya.


"Kau sangat tampan, apa mau jadi suami baru tante?"


"Tapi aku suamimu."


"Aku sudah bosan."


"Eeeeekk... hey anak-anak, kalian tidak bosan denganku kan."


"Aku juga ingin punya ayah baru."


"Heh, kejam sekali.. karena memakan kue kalian, kalian tega melakukan ini semua padaku."

__ADS_1


Semua orang tertawa, keluarga ini suka sekali bercanda. Walau tempatnya kecil kediaman ini penuh dengan kehangatan, tanpa sadar aku tersenyum kecil.


Jika saat itu aku tidak kehilangan orang tuaku dan desaku, mungkin aku akan seperti keluarga ini.


Sang istri meletakan kue pai berukuran besar di meja.


"Sudah matang, silahkan dicoba," dia mengatakannya dengan nada nakal yang masih cocok dengan umurnya.


Aku mengambil sedikit suapan, dan itu benar-benar sangat manis.


"Enak sekali, terima..." perkataanku langsung terhenti saat mereka semua membungkuk ke arahku.


"Ada apa?" tanyaku bingung.


Mereka berdua berkata di waktu bersamaan.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan kami waktu itu, jika tidak ada tuan kami tidak mungkin bisa ada di sini serta hidup bahagia seperti sekarang."


"Angkat kepala kalian, dari tadi aku sempat berfikir di mana aku bertemu dengan kalian ternyata saat di kerajaan Artharissa ya?"


"Iya."


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini."


"Aku juga."


Kurasa manusia memang selalu terhubung satu sama lain bahkan setelah waktu yang lama.


"Silahkan dimakan, aku akan buat pai yang banyak lagi."


"Tapi ini sudah cukup."


"Satu pai tidak pernah cukup untuk pria haha."


Aku hanya membalas dengan senyuman masam.


Saat di kerajaan Artharissa aku pernah menyelamatkan pasangan yang diserang oleh monster, tak kusangka mereka pindah kemari.

__ADS_1


__ADS_2