Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 320 : Kemunculan Sosok Yang Melebihi Pahlawan


__ADS_3

Para tengkorak itu, mulai menebas siapapun yang mereka temui lalu mengincar keberadaan Ferida.


"Semuanya lindungi tempat ini, walaupun taruhannya nyawa kita."


"Hoh."


Di antara para pasukan malaikat yang hidup sosok Ikaros masih berdiri dengan seluruh luka di tubuhnya, lawan yang dia lawan bernama Diamond, seorang pria pengguna sabit raksasa.


Hanya dengan sekali tebasannya itu cukup membuat bilah angin yang memotong segalanya tanpa sisa.


Tubuh Ikaros diterbangkan kembali menghantam dinding hingga ia tak sadarkan diri.


Seluruh bangunan kini hanya menjadi reruntuhan kehancuran beserta mayat-mayat yang berserakan di mana-mana.


Sementara itu di tempat lain dua orang mengawasi dari kejauhan, seorang wanita yang duduk di atas serigala iblis bernama Bennia dan satu lagi pria besar Firgo.


"Semuanya sudah hancur, dengan ini kemenangan kita sudah dipastikan," ketika Bennia mengatakan itu, sebuah hawa kematian menjalar ke punggung mereka hingga ketujuh komandan berhenti bergerak.


Mereka membatu dengan tubuh gemetaran, bertepatan dengan itu seseorang jatuh dari langit, dia memakai mantel hitam dengan sepuluh cincin menghiasi jarinya, tatapannya penuh kebencian terlebih saat dia berdiri di sebuah menara tertinggi dan mengawasi kehancuran di bawahnya.


Para iblis raksasa berkeliaran memakan manusia, para pasukan tengkorak mencabik-cabik setiap daging yang mereka temui dan seekor kucing raksasa sedang berlari ke arahnya.


Pria bermantel itu menciptakan pipa besi raksasa dengan ujung tajam kemudian meluncurkannya menembus kepala si kucing, hingga kucing tersebut berubah menjadi manusia lalu berdiri bersama keenam rekannya yang sudah jelas berasal dari dunia bawah yang sama.


Pria yang tanpa ragu melemparkan pipa besi itu melompat ke bawah dan menatap ketujuhnya dengan tatapan kebencian.


Ngomong-ngomong pria itu adalah aku.


"Haru Kazuya, jadi kau pahlawan yang dimaksud itu."

__ADS_1


"Kalian semua?"


Mereka semua memperkenalkan dirinya hingga aku bisa mengingat nama mereka satu persatu.


Mary, Diamond, Lend, Melfia, Horizon, Bennia dan terakhir Firgo. Merekalah iblis yang memiliki gelar komandan batalion.


Sebelum aku bersiap, para iblis raksasa dan para tengkorak menyergapku dari atas, hanya dengan sebuah jentikkan aku menghancurkan semuanya hingga berserakan.


"Aku tidak punya waktu sekarang, kalian semua serang aku sekaligus," kataku demikian.


Aku memunculkan jendela menuku lalu menuju ke pengaturan skill untuk mencari skill paling bawah.


[Skill Dewa Kegelapan]


[Apa Anda yakin ingin mengaktifkannya?]


Jawabnya 'yes'


"Oi, oi... jangan bercanda, apa dia benar-benar hanya pahlawan?"


"Jangan takut Lend, kita bertujuh dia hanya satu orang benar kan?"


"Yang dikatakan Melfia benar, kita tak perlu menahan diri."


Dengan gerakan cepat aku muncul tepat di wajah seorang pria bertubuh besar bernama Firgo lalu mencengkeram wajahnya dengan satu tanganku sementara rekannya segera mundur.


"A-aku tidak bisa melihat pergerakannya."


Aku mengangkat tubuh Firgo ke atas hingga kedua kakinya melayang di tanah.

__ADS_1


"Ja-jangan la-kukakan."


"Kalian membunuh banyak orang, kalian juga harus tahu bagaimana rasa kematian itu."


Bwwaaaaaaaah.


Api hitam meledakan kepalanya hingga tubuhnya tak berdaya lagi, wanita yang duduk di atas serigala berteriak histeris selagi menerjang ke arahku, aku mengulurkan tanganku dan seperti sebelumnya dengan hanya menjentikkan jariku tubuh wanita tersebut ataupun serigalanya hancur menjadi serpihan kecil daging.


"Dua sudah tewas, sekarang lima lagi."


"A-apa apaan ini, Diamond? Aku tidak tahu bahwa lawan kita sejauh ini," teriak Lend panik.


"Tidak, aku juga tidak tahu apapun.. Mary, oi katakan sesuatu?"


"Ki-kita akan mati."


Tiba-tiba seseorang muncul di atasku selagi mengirimkan tumitnya jatuh ke bawah, aku menangkapnya dengan satu tangan lalu membantingnya jatuh ke tanah.


"Bahkan kekuatan fisik tidak mempan."


Kalau tidak salah dia bernama Horizon, seorang wanita dari pasukan malaikat berteriak dari belakangku.


"Dia membunuh Tuan Nal dan memaksanya untuk bunuh diri."


Jadi begitu.


"Tunggu, apa yang kau lakukan? HENTIKAN!!"


Aku melemparkan Horizon ke langit, di saat yang sama kuarahkan tanganku hingga memunculkan lingkaran sihir berlapis, cahaya ditembakan dari sana menghantam Horizon hingga tubuhnya lenyap tanpa tersisa oleh sebuah ledakan.

__ADS_1


"Sekarang giliran kalian."


Mary, Diamond, Melfia dan Lend hanya diam memucat sampai akhirnya memutuskan menyerang secara bersamaan.


__ADS_2