Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 133 : Para Peri


__ADS_3

Aku menghajar mereka semua hingga seluruh kelinci hanya bisa duduk berseiza meminta maaf padaku sedangkan wanita itu tampak ketakutan saat aku mendekat padanya.


"Aku minta maaf, kau boleh mengambil perinya aku akan memperkerjakan para kelinci ini saja."


"Lalu?"


"Dengan upah sepantasnya."


"Itu sudah cukup."


Wanita itu terduduk di rumput dengan lemas lalu Tingkerbel menunjukan kami rumahnya yang berada di belakang rumah ini atau lebih tepatnya mereka tinggal di kebun bunga yang indah.


Di kebun itu dibangun rumah-rumah kecil seperti rumah burung dan kulihat beberapa peri terbang serta beraktivitas seperti manusia biasanya.


Aku meminta Tingkerbel untuk mengumpulkan semua orang, setelah menunggu cukup lama sekitar 100 peri terdiri dari wanita, pria dan juga anak-anak telah berkumpul.


Aku berdeham sekali lalu berkata.


"Kalian pasti kesulitan tinggal di sini, bagaimana kalau kalian tinggal di desaku."


Seorang peri tua terbang di depanku dan berkata.


"Kami sangat ingin pindah dari sini, tapi sayangnya di luar sana ancaman jauh lebih berbahaya, kami terkadang selalu dimangsa hewan liar hingga kini hanya sekitar 100 peri saja yang masih tinggal di tempat ini."


Itu wajar saja, di dunia ini memiliki konsep rantai makanan.


"Jangan khawatir, di desaku sangat aman, kalian akan tinggal bersama para naga juga, mereka akan selalu melindungi kalian."


"Na-naga?"


"Ratu naga adalah istriku kalian pasti akan aman tinggal di sana."


Semua peri itu tampak bahagia.

__ADS_1


"Bagaimana dengan rumah kami?"


"Mudah saja, tinggal kita bawa saja sekalian."


Semua orang kebingungan.


Cleo menunjukan tulisannya.


(Orang suci memang kuat.)


Gadis ini tidak pernah berubah.


"Kami sedang melakukan misi, jadi untuk sementara tinggallah di dalam dimensi yang kubuat."


Aku mengarahkan tanganku dan seketika seluruh kebun menghilang dan meninggalkan jejak lubang di sana.


"Kekuatan yang sangat praktis, tolong ajarkan kami guru?" kata Olien dapat anggukan Cleo.


"Hanya aku yang bisa menggunakannya dan sejak kapan aku jadi gurumu."


"Aku lupa soal itu."


Pada akhirnya kami bertiga masuk ke dalam dimensiku yang sepenuhnya hanya padang rumput yang luas serta danau kecil.


Diantara itu ada kebun bunga yang kupindahkan barusan.


Tingkerbel terbang ke arahku.


"Tuan Kazuya?"


"Aku lupa kami memerlukanmu untuk mengantar kami keluar dari hutan."


"Itu mudah, serahkan padaku."

__ADS_1


"Aku memang memindahkan kalian ke sini, apa makanan kalian sudah cukup?"


"Kami memakan nektar bunga kurasa kami bisa bertahan seminggu."


"Kalau begitu, saat di kota aku akan mengirimkan makanan kemari, apa kalian suka makanan manusia?"


"Kami hanya memakan roti dan susu saja."


"Itu bukan masalah, kalau begitu mari pergi."


"Baik."


Dengan ini rekan perjalanan kami bertambah.


Kereta mulai kembali melaju di jalanan setapak hutan.


Ada beberapa nyamuk raksasa yang terlihat terbang di atas kami, saat nyamuk itu hinggap di bunga, mereka langsung dimakan.


Lavender ini bukan dibenci oleh nyamuk malah sebaliknya.


Mari tinggalkan hutan ini secepatnya, setelah keluar dari hutan Tingkerbel kembali ke dimensiku untuk bersama keluarganya.


Untuk kami sendiri kami akhirnya tiba di sebuah desa kecil untuk bermalam.


"Dari sini kita hanya perlu ke barat dan di sanalah iblis itu tinggal," kata Olien.


(Mari habisi iblisnya)


"Bukannya kalian terlalu bersemangat."


"Iblis telah merenggut kedua orang tua kami, kami hanya tidak ingin hal itu terjadi pada anak lain."


"Begitu, untuk malam ini kalian tidur saja di sini.. aku akan tidur di kamar lain."

__ADS_1


"Baik, di luar dugaan kau sangat peduli pada kami."


Aku hanya mendesah pelan lalu menutup pintu setelah mengucapkan selamat malam, mereka masih muda tapi harus hidup seperti ini kurasa aku harus mengajari mereka sesuatu agar tidak mudah terbunuh.


__ADS_2