Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 399 : Tiga Gerbang Penghubung


__ADS_3

"Lalu apa yang kudapatkan jika aku membantumu, jujur saja aku sama sekali tidak butuh uang."


"Dari tadi kau berusaha mengintip rokku, apa kau menyukai hal seperti itu."


Aku tersenyum masam, tak kusangka wanita sangat bisa begitu perasa.


"Aku hanya pria normal yang bisa kau temui di mana saja, aku lebih menyukai tawaran kedua yang sedang kupikirkan."


"Apa itu?"


"Aku ingin menghubungkan kota langit ini dengan desaku, desaku memiliki banyak sumber makanan dan terkadang makanan itu terbuang percuma... akan lebih baik jika aku juga bisa memasarkan makanan seperti buah-buahan dan sayuran untuk negara langit."


"Kau mengincar jalur perdagangan kami... aku bisa saja melakukannya, lagipula ini adalah kotaku tapi bukannya itu rasanya tidak setimpal... perdagangan kota ini telah mencangkup banyak negara langit, bahkan..."


Aku segera memotong.


"Akan kuhancurkan semua perampok langit."


"Semua?"


"Aah, hingga tidak tersisa."


Noella sedikit terkejut namun dia mencoba untuk tenang, di sisi lain dia mungkin berpikir aku bercanda namun setengah darinya lain mempercayainya.


"Baiklah, aku sepakat."


Noella berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan yang kuterima baik dengan senyuman.


Di atas sebuah bangunan tinggi di mana angin terasa begitu menyegarkan, aku berdiri dengan busur di tanganku sementara itu Noella berdiri di belakangku selagi menjaga rambutnya tidak tertiup.

__ADS_1


Aku hanya perlu beberapa menit saja untuk menghancurkan para perompak langit tersebut.


"Ka-kau pasti bercanda, bagaimana bisa seorang menebak sejauh ratusan mil."


"Itu tidak sulit jika kau memiliki sihir perpindahan."


Seluruh layar bermunculan di udara, bahkan Noella juga bisa melihatnya.


"Ini, mungkinkah?"


Aku menunjukan seluruh keadaan para perampok langit melalui layar yang jumlahnya sekitar 200 buah.


Aku menarik busuk untuk menembakan satu pada layar tersebut, bersamaan itu salah satu kapal terbang yang ada di monitor langsung meledak, para perampok mulai kebingungan karena mereka tidak bisa mencari posisi orang yang menembak mereka hingga semuanya terhabisi.


"Satu area sudah selesai, tinggal area lainnya."


"Kau bukan manusia."


"Benar-benar mengejutkan."


Beberapa saat kemudian, aku telah menghancurkan seluruh kawanan mereka, aku tidak yakin mereka akan kembali bangkit dalam waktu singkat.


"Dengan ini tugasku sudah selesai, sekarang tepati janjimu."


"Akan kulakukan... terima kasih banyak."


Dia membungkuk ke arahku selagi menutupi dadanya agar tidak terlihat olehku, sebelum aku kehilangan kendali lebih baik aku segera pergi dari sini.


Di penginapan itu, aku memberikan roti yang sebelumnya kubeli di kedai pada kelompokku.

__ADS_1


Dorothy berkata dengan bahasa kucing dan aku menjawab.


"Kita tidak perlu lagi pergi, aku sudah bernegosiasi dengan pedagang. Tiga hari lagi mereka akan memberikan mendalinya."


Rima dan Bellatrix terkejut dengan pernyataanku.


"Apa yang telah kau lakukan?"


"Hanya melakukan bisnis," jawabku selagi mengedipkan mata.


Dengan begini kami hanya menghabiskan waktu dengan bersantai saja.


Waktu yang diberikan tanpa terasa sudah berakhir, aku mendapatkan mendali yang kami cari lalu memberikannya pada Rima.


"Aku sangat senang."


Para pedagang juga tampak senang dengan semua pisang yang mereka dapatkan


Aku tersenyum sebagai balasan lalu mengeluarkan gerbang raksasa yang terhubung dengan desaku tepat di alun-alun kota.


Noella yang memperhatikan tampak tak bisa berkata apapun lagi bersama para penduduk yang ikut melihat juga.


Aku mengajaknya berkunjung ke desaku dan ia lebih terkejut lagi.


"Apa-apaan ini?"


Itu memang reraksi yang wajar.


Di belakangku ada tiga gerbang raksasa.

__ADS_1


Pertama terhubung ke ibukota, kedua ke negeri sakura dan satu lagi ke kota langit milik Noella, dengan ini akan banyak orang ke depannya.


__ADS_2