Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 131 : Olien, Cleo Dan Para Iblis


__ADS_3

Dua hari berikutnya di bar Elona.


"Kau yakin tidak ingin membantu mereka?"


"Mereka itu pendeta dari kota suci aku yakin semuanya akan baik-baik saja," meski aku bilang begitu tak lama kemudian 10 pendeta kembali ke tempat ini dengan wajah yang hampir menangis.


Elona mendesah pelan.


"Aku tidak tahu kenapa kalian bisa seperti ini?"


"Maaf, boleh kami meminta pakaian lagi," yang berkata itu adalah Olien.


"Aku pasti akan bangkrut, sebaiknya tuan Kazuya membantu juga."


"Sepertinya begitu."


Setelah aku membelikan pakaian baru untuk 10 pendeta ini akhirnya aku bersama mereka menuju lokasi dari kabut kematian yang banyak dikatakan itu, lokasinya sedikit jauh dari tempat tinggalku meski begitu hanya menunggu waktu sampai mencapainya.


Para pendeta mulai merapalkan sihir saat beberapa sosok arwah gelap keluar dari kabut tersebut, dari sana juga muncul beberapa tengkorak bersenjata lengkap.


Sihir cahaya ditembakan dari mereka menghancurkan sosok tengkorak, akan tetapi sihir itu sepertinya tidak berpengaruh pada arwah gelap hingga semua arwah menerjang ke arah mereka. Kecuali pakaian mereka yang tiba-tiba tersobek-sobek tidak ada lagi efek lainnya.


Sekarang aku tahu bagaimana pakaian mereka rusak, selagi mendesah pelan aku berdiri di antara ke sepuluh orang tersebut, para tengkorak mulai kembali bermunculan dan hanya sekali serangan sihir suci milikku mereka langsung menjadi debu.


Para arwah mulai menargetkanku sebagai mangsa meski begitu mereka tidak cukup kuat untuk menembus perisaiku.


Mari lenyapkan mereka juga.


"Tuan Kazuya hebat."


Dibanding memuji mereka harusnya lebih berusaha lagi membantuku, dari kabut itu keluar sebuah tangan raksasa, kemudian kaki dan selanjutnya kepala sampai tubuh hingga seluruh badannya terlihat jelas.


Mata dan mulutnya terbuat dari api dan seluruh tubuhnya berwarna gelap.


"Dia ini?" Olien membuka buku yang entah dia dapatkan lalu mencari informasi yang cocok untuk musuh kami sekarang.


"Dia adalah Seran, iblis dari neraka ke satu, bagaimana dia bisa keluar dari neraka?"


"Itu bisa dipikirkan nanti, cepat kalian mundur," atas peringatanku akhirnya mereka semua mundur dan bersembunyi di antara pohon-pohon rimbun.


Sosok itu mengirim tinjunya ke arahku, hanya perlu dengan satu tangan untuk menahannya lalu mendorongnya ke belakang membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.


"Bangunlah, bukannya kau iblis dari neraka satu?"


Olien berkata dengan suara yang bisa kudengar.


"Tuan Kazuya, dia ini iblis paling lemah."


"Kalau lemah kenapa kalian kerepotan."


"Soal itu.. Lupakan saja."

__ADS_1


Kupikir satu adalah angka yang terkuat sepertinya aku salah, semakin besar semakin kuat.


Seran mulai bangkit kembali dan secara brutal meninjuku beberapa kali menghantamku dengan kekuatan besar, tanah bercampur debu menelan seluruh keberadaanku.


Seran tertawa dengan puas.


"Pukulan bagus," kataku yang sudah berdiri di bahunya, menyadariku masih baik-baik saja dia mencoba menggapaiku dengan tangannya.


Kurasa sudah cukup bermain-mainnya.


Aku melompat jatuh ke bawah saat kaki besar itu tepat menginjak tubuhku aku menahannya dengan satu jari.


"Luar biasa jadi itu kekuatan orang suci."


"Kudengar orang suci itu doyan berhubungan dengan wanita."


Cleo juga menuliskan sesuatu di papan yang menggantung di lehernya.


(Orang suci kuat)


Entah kenapa rasanya itu mirip ejekan.


"Dari api kembalilah menjadi abu," bersamaan perkataanku tubuh itu mulai berubah merah dengan urat-urat yang menjalar ke setiap tubuhnya hingga seluruh tubuhnya melebur menjadi abu.


Bersama kekalahan Seran kabut yang menyelimuti seluruh area kini telah menghilang dalam sekejap.


Kini seluruh pendeta mengelilingiku.


Aku duduk di bar selagi memakan apel yang telah dipotong-potong oleh Elona.


"Tuan Kazuya tidak bekerja lagi hari ini?"


"Hari ini aku libur."


"Bukannya kemarin libur?" balas Elona.


"Soalnya liburku seminggu dalam sebulan, sisanya aku akan terus bekerja."


"Begitu, tuan Kazuya memiliki jadwal yang aneh... lalu bagaimana soal pendeta kemarin?"


"Aku mengusirnya kembali ke kota suci, karena kabutnya sudah hilang kita tidak perlu berurusan dengan mereka."


"Syukurlah."


Ketika aku mengatakan hal itu, tiba-tiba saja dua orang yang tidak kukenal menerobos masuk ke dalam bar dengan penuh gaya, keduanya mengenakan pakaian seperti yang kukenakan sekarang, yaitu mantel hitam, kemeja putih serta celana hitam yang baru-baru ini kupakai.


Ternyata aku mengenalnya.


Keduanya juga memakai sepatu hak tinggi dan sarung tangan lalu berpose dengan memalukan.


Aku ingin mencoba untuk tidak berurusan dengannya tapi sayangnya keduanya langsung menangkapku sebelum aku pergi.

__ADS_1


"Kami menerima perintah suci dari para Dewi agar mengirim kembali para iblis ke neraka, ini suratnya."


Surat itu merupakan tulisan Ristal serta disetujui oleh para istriku dan Dewi lainnya.


"Entah kenapa rasanya seperti aku diusir oleh keluargaku sendiri."


"Jangan khawatir, saat selesai tuan Kazuya bisa pulang lagi kemari."


"Jelas aku akan pulang, ini rumahku.."


Cleo menunjukan papan tulisannya.


(Aku mencintaimu)


"Jangan mencintaiku, sana cari jodohmu sendiri," teriakku


"Benar Cleo tak baik menyukai pria yang sudah beristri mari denganku cari gadis muda."


"Oi... kau ini gadis juga."


"Alamak aku melupakannya, karena aku selalu memerankan peran kakak laki-laki aku jadi malah suka pada gadis lagi."


"Kakak?"


"Aku lupa bilang kah, aku dan Cleo ini adik kakak, kami cuma berbeda ibu saja."


"Ternyata begitu, ngomong-ngomong lepaskan pakaianku, istriku pasti yang memberikannya pada kalian?"


"Kau tidak bisa mengambil barang yang sudah diberikan."


(Itu benar sayang)


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku hanya akan menggantikannya dengan pakaian baru."


"Kalau itu kami setuju."


(Aku juga)


"Mari pergi."


Keduanya berjalan ke arah pintu hingga Elona berkata ke arahku.


"Sepertinya hal merepotkan datang kepadamu lagi?"


"Begitulah, aku akan kembali nanti ."


"Aah, nikmati perjalananmu."


"Ayo pergi Tuan Kazuya."


"Kalian ini," kataku ringan.

__ADS_1


__ADS_2