Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 389 : Sebuah Obrolan Di Pemandian Air Panas


__ADS_3

"Kebanyakan orang bilang waktu yang nyaman saat mengobrol adalah saat kita mandi."


"Itu tergantung siapa yang kau ajak bicara."


"Aku terlanjur membawamu kemari, karena itulah nikmatnya."


Apa yang harus dinikmati? tubuhnya atau air panasnya?


Aku memegangi kepalaku frustasi lalu ratu ini menjelaskan.


"Sebulan ini kekaisaran telah mendapatkan ujian berat, aku merasa sudah tidak mungkin lagi bisa mempertahankan tempat ini."


"Jika rakyatmu mendengarnya mungkin mereka akan kecewa."


Ratu itu tertawa kecil selagi menggosok kulitnya dengan air kolam ini, Mevilda terlihat seperti ratu kuat di luar namun sebenarnya dia wanita yang rapuh.


Terlebih saat dia menceritakan bahwa pelaku yang mengancam kekaisarannya adalah anaknya sendiri. Dia mengatakan semua ini berawal saat anaknya menemukan topeng monster dengan tiga mata saat itu dia berubah menjadi haus kekuasaan.


Topeng tiga mata? Mungkinkah itu topeng yang mirip denganku, saat itu aku mendapatkannya dengan mencurinya.


Aku tidak tahu bahwa ada topeng yang serupa.


Tapi ini hanya dugaanku saja, mungkin hanya kebetulan topeng itu memiliki tiga mata. Mevilda mendekatkan tubuhnya kepadaku hingga aku merasakan sesuatu yang lembut menekanku.


Aku sering berpikir kenapa wanita itu selalu lembut, apa mereka seperti boneka atau semacamnya.


"Menurutmu apa yang harus kulakukan?"

__ADS_1


"Bagiku akan lebih baik jika kau tidak memberikan otoritas kekuasaan penuh pada pihak militer... beberapa penduduk pasti tidak setuju.. akan lebih baik jika kau melakukan hal yang lain."


"Mungkinkah aku harus membuat bayi dan tuan Kazuya mau melakukannya."


"Itu tawaran bagus, tapi tidak..."


Aku menegaskan hal itu.


"Yang kumaksud di sini, mari cari penerus yang lebih baik dengan cara pemilihan suara yang mana biarkan rakyat menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya seperti sebuah negara demokrasi yang dipimpin oleh presiden dengan masa jabatan 6 tahun."


"Aku tidak mengerti."


Jelas saja ini sesuatu sistem yang jarang diketahui dunia ini.


"Singkatnya demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat."


Berbeda dengan sistem monarki, sistem ini akan jauh dari kediktatoran ataupun tirani, dan kurasa cocok untuk membuat perubahan untuk kekaisaran ini.


Hampir satu jam kami berdua saling bertukar pikiran bahkan aku melupakan situasi yang sedang terjadi sekarang.


Dengan bersemangat Mevilda berdiri tampak tidak memperdulikan tubuh telanjangnya.


"Tolong berendam lagi, aku bisa melihatnya."


"Kalau mau tuan Kazuya bisa memegangnya sebagai ucapan terima kasih."


Aku tidak mau berakhir dengan penyesalan setelahnya, karena itu jawabannya ogah.

__ADS_1


Setelah selesai aku bertemu dengan anggota kelompokku yang telah menunggu di ruang tunggu bersama Lucy.


Dorothy melompat ke arahku lalu menjilati wajahku.


"Hentikan kucing nakal, kita harus merubah kebiasaan burukmu."


Aku kembali meletakkannya di kepalaku.


"Meong, meong."


Dia bilang ' Aku jadi penguasa kembali' pikiran kucing itu sangat simpel.


Merasa tinggi karena berada di tempat tinggi singkatnya.


Aku duduk bersama yang lainnya di sofa sementara Mevilda duduk di depan kami semua.


"Mungkin kalian sudah mendengarnya dari Britania, tolong pinjami kekuatan kalian... aku yakin dengan bantuan kalian Kekaisaran ini akan bisa diselamatkan, tentu aku akan memberikan hadiah termasuk mendali roh."


Tatapan mereka semua bersinar.


"Aku ingin dibayar dengan uang perak."


"Meong, meong."


"Dia bilang ingin dibayar ikan yang paling besar di tempat ini," potongku.


"Mendali juga sudah cukup bagiku."

__ADS_1


Dengan ini kami semua sepakat.


__ADS_2