
Di dalam dunia mimpi itu seperti biasanya ketiga Dewi duduk di depanku dalam satu meja, adapun untuk Dewi Hecate dia lebih suka duduk di pangkuanku, tapi itu bukan masalahnya yang menjadi masalah di sini adalah tentang reinkarnasiku.
Menurut Alexius di kehidupan masa laluku aku adalah Dewa Kegelapan dan para Dewi ini menyembunyikannya begitu saja.
"Kazuya tolong buka plastik permen ini?"
"Lakukan sendiri, kau ini Dewi kan," teriakku pada Dewi Hecate hingga dia mengembungkan pipinya sementara aku beralih menatap Dewi Ristal.
"Bukannya sekarang waktunya kalian mengatakan tentang reinkarnasiku?" Dewi Ristal memalingkan wajahnya lalu berkata.
"Aku akan menceritakannya setelah kau berkencan dengan Ariel, dia sangat menantikannya loh."
"Apa yang kau katakan? Aku malu," balasnya selagi menundukan kepala.
Aku memang menyukai Dewi Ristal tapi dibanding ke tiga Dewi ini Dewi Ariel lah yang lebih baik.
Salah satu Dewi suka bersantai selagi meminum teh.
Satunya lagi hanya bermain-main dengan game di tangannya, terkadang aku juga melihatnya sangat bersemangat dengan nafas terengah-engah.
Dan satunya lagi hanya Dewi kekanak-kanakan.
Jika seseorang ingin menjadi pengikut Dewi aku menyarankan mereka untuk memilih Dewi Ariel, kelucuannya bisa membuat seorang pria memberikan dunia untuknya.
Pada akhirnya aku memilih menyerah dan melakukan apa yang diminta Dewi Ristal. Aku memeluk Dewi Hecate dengan tangan kiriku sebelum berjalan bersama Ariel.
"Maaf Dewi Ariel, tangan kananku..."
"Jangan khawatir, aku akan membantumu."
__ADS_1
Bahkan ketika di dunia mimpi tanganku tetaplah tidak ada. Elf itu benar-benar mengambilnya.
Tak lama teriakan terdengar.
"Level up."
Mari abaikan Dewi yang satu ini.
"Oi, dia bukan boneka," Dewi Ristal menunjuk ke arah Dewi Hecate yang ada di tanganku, walau terlihat cuek dia cukup peka juga.
Aku meletakkan sosok anak kecil itu duduk di atas meja, saat Dewi Ariel menjentikkan jarinya pemandangan telah berubah.
"Ayo dimulai."
Aku segera menarik pipi Dewi Ariel hingga dia mengerang kesakitan, bagaimanapun kami berdua malah berada di salah satu ruangan penginapan, aku kini ragu menyebutnya Dewi baik.
"Padahal aku sudah memberanikan diri."
Selanjutnya kami berpindah ke salah satu tempat yang pernah kukunjungi bersama pelayanku, itu adalah sebuah kolam air panas yang berada di gunung merapi yang kebanyakan tidak banyak orang tahu.
Pemandangan di sini juga sangat indah
Karena ini dunia mimpi aku bisa mandi tanpa harus melepaskan pakaianku.
"Tidak dilepas, ah benar.... biar aku bantu."
"Tunggu... apa yang kau lakukan, Dewi Ariel bertingkah tidak seperti biasanya."
"Aku mengikuti apa yang dikatakan Ristal padaku."
__ADS_1
Jadi ini semua ulahnya.
Pada akhirnya kami berdua berendam dengan saling menatap tubuh telanjang satu sama lain.
"Kazuya, apa menurutmu aku menarik?"
"Tentu saja, Dewi Ariel sangat manis."
"Benarkah."
Aku mengangguk mengiyakan.
Nama keluargaku adalah Kazuya sementara Haru adalah namaku meski begitu semua orang lebih suka menyebutku dengan panggilan Kazuya karena lebih panjang dikatakan dengan tiga huruf, bahkan Dewi pun begitu.
Dewi Ariel menyandarkan kepalanya di bahuku dan itu sudah cukup membuatku gugup. Paling tidak kurasa ini bisa disebut sebagai hadiah.
Setelah menghabiskan waktu bersama Dewi Ariel sudah waktunya aku mengetahui tentang reinkarnasiku dari Dewi Ristal.
Selagi meminum tehnya Dewi Ristal mulai menjelaskan.
"Seperti yang kau duga akulah yang mereinkarnasikanmu saat pahlawan membunuhmu waktu itu, aku menawarkan hidup kembali di dunia yang sekarang namun kau sendiri yang menolaknya dan bilang ingin hidup damai di tempat lain karena itulah aku mengirimmu ke dunia disebut Bumi tanpa ingatan masa lalu."
"Tunggu, bukannya di kehidupan itu aku adalah orang jahat bukannya aku harusnya dikirim ke neraka."
"Apa menurutmu begitu, kau memang membunuh banyak orang tapi semua itu dilakukan untuk menyelamatkan dunia.. kau membunuh seluruh pria dari ras Elf kemudian mendirikan kerajaan bernama Riselwood dan mengatakan agar tidak terjadi hal sama kau mengutuk tidak akan ada pria elf lagi selamanya dan elf wanita bisa menikah dengan pria dari manapun."
"Dengan kata lain aku yang membuat negara itu?"
"Tepat sekali, kalau ingin lebih lanjut kau bisa mencari tahunya sendiri."
__ADS_1
Sebenarnya apa yang telah kulakukan di masa lalu.