
Selepas pembelajaran, aku mengunjungi sebuah cafe yang menyediakan teh berkualitas baik, mereka juga menyediakan beberapa makanan ringan seperti kentang goreng dan telur rebus yang kupesan setelahnya.
Tempat ini jarang dikunjungi siswa akademi karena itu hanya aku yang ada di sini, dan kemudian Minerva muncul untuk duduk di depanku.
"Tolong satu es krim manis dengan tambahan buah-buahan segar di atasnya."
"Baik nona."
Dia suka yang manis rupanya.
"Jadi bagaimana penyelidikannya?" tanya Minerva.
"Tidak salah lagi bahwa penyerangnya memang ada di akademi, terlebih menggunakan sihir terlarang."
Aku memberikan dua kertas kecil dengan lukisan seekor laba-laba hitam yang kubuat dengan tinta, sementara satu lagi adalah ular.
"Apa ini?"
"Sihir terlarang, jika kau mengaktifkannya lukisan di dalamnya akan keluar lalu mengigit korbannya."
Aku mengeluarkan dua lukisan tersebut lalu dengan santai Minerva menusuknya dengan garfu.
"Sihir yang unik, jadi ini cara bagaimana para penjaga mati, ada kemungkinan jika tubuh mereka dipindahkan dengan sihir teleportasi ke lokasi yang sama dengan pembunuhan lainnya."
"Aah, sudah jelas bahwa pembunuhan lainnya dilakukan secara berbeda-beda.. entah ini orang yang sama menggunakan teknik berubah-ubah atau pembunuhnya lebih dari satu, kemungkinannya masih ada."
Pelayan muncul untuk meletakkan gelas pesanan Minerva.
"Silahkan."
"Terima kasih, enaknya."
__ADS_1
Aku menyeruput tehku lalu melanjutkan.
"Tapi aku yakin bahwa pembunuhnya ada di kelas bangsawan."
"Alasannya?"
"Pertama tempat kejadiannya sangat dekat dengan kelas rakyat jelata yang memungkinkan bahwa kelas bangsawan tidak ingin dicurigai, terlebih orang yang sebelumnya terbunuh adalah tiga orang siswa berprestasi dari rakyat jelata seolah pembunuhnya memiliki kebencian pada mereka."
"Jika alasannya seperti itu berarti masuk akal pembunuh itu juga mengincar para penjaga untuk membuat putri Almaira ketakutan dan beralih ke kelas bangsawan."
"Aah, aku membuat taruhan besar di akademi dengan sebuah duel sekarang... jika kelas rakyat jelata menang maka orang selanjutnya yang akan mereka incar adalah aku."
"Menjadikan diri sendiri menjadi umpan yah, tuan Kazuya memang menarik."
Di depan cafe kami berdua berpisah. Minerva memutuskan pergi ke istana untuk melaporkan penyelidikan pada raja sendiri sementara aku pergi ke guild petualang untuk mencari sesuatu di sana
"Selamat datang... siswa akademi kah, apa yang bisa kami bantu?"
"Reruntuhan?" Receptionis guild memiringkan kepalanya.
"Aku ingin mencari sesuatu di sana."
"Kalau begitu, aku akan memeriksanya... tolong tunggu di sana."
Aku mengangguk mengiyakan dan duduk di salah satu meja di guild, tidak aneh bahwa di setiap guild juga menyediakan tempat layaknya sebuah bar.
Beberapa saat kemudian receptionis kembali dengan informasi yang kubutuhkan.
"Ada tiga reruntuhan di sini, dan semuanya tidak lagi dikunjungi siapapun."
Dia memberikanku sebuah peta yang ditandai dengan tanda silang.
__ADS_1
"Begitu, terima kasih.... sebagai bayaran informasinya, aku akan menjual item monster yang paling berharga pada guild ini."
"Eh?"
Sebelum hendak pergi beberapa petualang mencegatku tepat di pintu keluar, pintu itu tidak menutupi bagian bawah ataupun atas layaknya pintu koboi sebagai mestinya.
"Apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian?"
"Kami tidak suka siswa akademi mengambil pekerjaan kami di guild, sebaiknya kau jangan kembali dan sekolah yang benar."
Mereka berenam tertawa.
"Itu tidak mungkin, aku masih punya urusan di sini."
"Kau minta dihajar hah?"
Salah satu pria mengirim tinjunya yang mana kutahan dengan tangan kananku hingga receptionis guild memotong.
"Kalian jangan membuat keributan di tempat ini."
"Jangan khawatir, ini bukan apa-apa untukku."
[Intimidasi lv10]
Sebuah aura ketakutan menarik semua orang untuk jatuh ke lantai, layaknya sebuah gravitasi yang tak terlihat mereka hanya terduduk lemas dengan keringat membasahi tubuh mereka.
"Apa-apaan ini? Rasanya seperti melihat 7 raja iblis di waktu bersamaan. Bocah, siapa kau?"
"Hanya seorang siswa biasa."
Pintu guild tertutup bersamaan langkahku yang meninggalkan orang-orang yang masih shock.
__ADS_1