Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 347 : Mencari Kebenaran


__ADS_3

Di bawah desiran angin yang membawa dedaunan terbang ke langit, aku maupun Dolla hanya diam selagi menatap beberapa saat, sebelum aku melesat maju.


Kuayunkan pedangku dan itu menciptakan bilah hitam berbentuk bulat sabit, di sisi lain Dolla menyeringai senang lalu mengambil bonekanya selagi menghindarinya dengan lompatan kecil.


Ia mengambil paku di tubuh bonekanya lalu melesat maju, gerakannya begitu gesit hingga bilahku sama sekali tidak bisa mengenainya.


Paku di tangannya ia lemparkanlah ke arahku, saat aku ingin menahannya, paku itu berubah menjadi besar dan langsung menembus tubuhku.


"Guakh.."


"Kau langsung mati hanya dengan satu serangan, sungguh membosankan... padahal aku baru saja bermain."


Aku menarik paku tersebut lalu membakarnya dengan api hitamku hingga berubah menjadi cairan, aku bisa melihat lubang besar di tubuhku yang perlahan menutup sendiri.


"Maaf saja, aku juga abadi."


"Benarkah? Biar aku pastikan lebih dulu."


Dolla mengambil paku di bonekanya lalu menusukannya tepat di bagian jantung, apa yang dilakukannya bisa kurasakan dengan tubuhku sendiri.


"Padahal aku sedang menyantetmu tapi kau masih hidup, ternyata benar... kau juga abadi, berarti cara seperti ini tidak akan mempan padamu."


Jika lawannya bukan aku, dia pasti sudah mati.


"Kita sama-sama abadi, bukannya kita hanya akan berakhir seimbang."


"Tidak, aku punya cara lain untuk membunuh makhluk abadi... dengar, apa kau yakin jika aku berasal dari dunia ini?"


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Kau harus memikirkannya sendiri."


Dolla menyeringai senang lalu berkata.


"Area Field.... Zona Kematian."


Dalam sekejap langit yang tadinya cerah kini terselimuti kegelapan, bersamaan itu tiang-tiang menyerupai salib bermunculan di sekitarku, jumlahnya tidak bisa terhitung.


Yang jelas di bawahnya hanyalah kuburan.


"Apa ini dimensi lain?"


Dolla yang duduk di salah satunya menjawab.


"Tidak, ini masih tempat sebelumnya... ini adalah kemampuan di mana mengubah area sekeliling penggunanya sesuai bentuk sihir yang dimilikinya... tentu dengan mengubah area tersebut kekuatan penggunanya menjadi berkali-kali lipat."


"Jangan konyol, aku bukan anggota dewan penyihir, aku..."


Sebelum dia melanjutkan perkataannya sebuah lubang hitam muncul di belakangnya lalu sebuah tangan menariknya masuk ke dalam.


"Tunggu sebentar.."


Saat aku sadari seluruh area sekelilingku kembali sedia kala, sebenarnya apa yang terjadi? Dan siapa sosok Dolla sebenarnya?


Pertanyaan itu jelas tidak pernah terjawab olehku, untuk sekarang aku akan pergi ke kota suci atau tepatnya di ruangan Elbina.


Dia sedang berbaring di tempat tidur selagi membaca buku.


"Uwaahh.... kalau muncul jangan tiba-tiba."

__ADS_1


"Bukannya aku sudah mengirim surat pada kalian."


"Ah ya... kami sudah menyiapkan semua hal yang kau butuhkan."


Elbina menarik koper dari tempat tidurnya lalu memberikannya padaku, surat yang aku titipkan pada Bellatrix adalah permohonan untuk membuatkan identitas sementara untukku serta pakaian berbeda.


Aku tidak bisa melakukan sendiri karena sedang diawasi oleh dewan penyihir terlebih karena aku sekarang buronan aku tidak bisa kembali ke desaku.


"Kau yakin ingin melawan mereka?"


"Aah, aku akan menghancurkan mereka, sekaligus mencari dalang sesungguhnya yang sedang mengincarku."


"Bagaimana dengan keluargamu?"


"Aku sudah meninggalkan pesan sebelumnya, mereka akan baik-baik saja selagi aku tidak ada di sana."


"Begitu."


Aku melepaskan seluruh pakaian atasku lalu menggantinya dengan kemeja putih serta mantel putih.


Tak lupa aku juga memakai anting di telinga kiriku yang memiliki efek sebagai penyamaran.


"Terima kasih bantuannya."


"Tidak masalah... bagi kami ini bukan apa-apa, malah tuan Kazuya yang sering membantu kami."


"Aku tidak ingin melibatkan kota suci dan desaku lebih jauh lagi, aku pergi."


"Semoga beruntung."

__ADS_1


__ADS_2