
Beberapa hari sebelum serangan malaikat ke masion.
Nama : Kazuya Haru
Ras : Manusia/Dewa Kegelapan
Level : ?
Skill : [Pelari lv10] [ Pura-Pura Mati lv10] [Minta Pertolongan lv10] [Dark Evil Eyes lv10] [ Time Over lv10 ] [Hide lv10].
Aksesoris : [Cincin Kegelapan]
Tangan kiri.
[Create of Magic Ring] [Dispell Holy Ring] [Greater Ring] [Healing protection Barrier Ring] [Death Soul Ring]
Tangan kanan.
[Resistance Poison Ring] [Unlimited Mana Ring] [Breaker Ring] [Levitation Ring] [Immortal Different Ring]
Extra Skill : [Tranformasi Iblis lv10]
Selagi membaringkan tubuhku di dalam kereta barang, aku memastikan kembali status yang kumiliki. Aku tidak pernah berfikir aku memiliki tambahan skill bernama [Tranformasi Iblis], extra skill ini muncul ketika aku banyak mengalahkan iblis khususnya saat melawan Raja Iblis Nikel.
Aku sempat ingin mencobanya akan tetapi segera kuurungkan setelah membaca persyaratan pengunaannya. Skill ini hanya bisa digunakan satu bulan sekali dan memakan jumlah mana yang besar, soal mana itu tidak masalah, yang jadi masalah hanya waktu penggunaannya saja.
__ADS_1
Kalau sehari itu tidak apa tapi sebulan bukannya ini sama saja dengan skill tak berguna, ketika aku dalam masalah aku tidak bisa menggunakannya karena itu sampai waktunya tiba aku akan menyimpannya.
Ketika aku memikirkannya suara Selly dan Sella terdengar dari depan.
"Tuan Kazuya, kita hampir sampai, aku bisa melihat kotanya loh."
"Jadi itu kota suci Imperal," mengikuti teriakan itu aku bangun kemudian menengok ke arah kedua pelayanku lihat.
Seperti yang dikatakan Sella itulah nama dari kota tersebut, sebuah kota keagamaan yang megah di mana sebuah tembok tinggi berdiri mengelilingi wilayahnya.
Kota tersebut adalah salah satu kota besar di kerajaan Weisvia yang dibagi menjadi empat distrik sesuai jumlah Dewi yang mengelola dunia ini.
Distrik Dewi Ristal, Distrik Dewi Ariel, Distrik Dewi Hecate serta Distrik Dewi Amnesia.
Di sini para pengikut dari keempat Dewi bisa hidup berdampingan namun yang menjadi masalah adalah bahwa pria dilarang masuk ke dalam, bukan berarti para pendeta wanita dilarang menikah hanya saja setahun yang lalu sebuah kutukan menimpa tempat ini.
Kejahatan tak termaafkan.
Saat ia ditangkap ia menggunakan sihir terlarang untuk membunuh dirinya sendiri hingga mengakibatkan kutukan ini terjadi.
Kurasa orang itu sudah mati dengan damai.
Para Arch Priest berhasil mengusir semua pria keluar dan sekarang kota ini dikenal sebagai kota para wanita, demi menghilangkan kutukan itu aku datang kemari atas perintah Dewi.
Sesampainya di depan gerbang, beberapa pendeta menghentikan kami. Selly dan Sella menjelaskan kedatangan kami secara jujur hingga mata mereka terbelalak kaget.
__ADS_1
"Maafkan kami, tapi kami dilarang mengizinkan pria masuk ke dalam kota."
"Jangan khawatir, kutukan seperti ini tidak mempan padaku."
"Tapi."
"Jika mempan aku sudah berubah sekarang."
Aku menyelinap ke belakang pendeta tersebut lalu mengulurkan tanganku untuk menyentuh kedua dada yang berlimpah tersebut. Setiap aku menekannya itu membalasku dengan impact yang sama pula.
"Ini empuk."
"Tolong hentikan."
"Lihat, aku tidak berubah."
"Hentikan aah~ kau pasti raja iblis."
"Tidak, tuan Kazuya adalah Raja mesum," Selly dan Sella menatapku penuh permusuhan lalu menghajarku dengan menginjak-menginjakku di tanah.
"Uwaahh.. aku majikan kalian."
"Harusnya tuan lakukan itu kepada kami dulu."
"Selamatkan aku."
__ADS_1
Ini pasti pertama kalinya pelayan memukuli majikannya seperti ini.