
Aku menaiki naga perak Bellatrix untuk pergi ke sebuah lokasi yang sebelumnya aku terima dari party Zeper.
Mereka kembali lebih cepat dari yang kubayangkan, mereka sempat ingin memberikan kembali uang yang kuberikan namun aku menolaknya dan meminta mereka mengambilnya sebagai bonus.
Aku yakin sekarang mereka sedang makan-makan di salah satu kedai di desaku.
"Tuan Kazuya apa di sini tempatnya?"
"Iya Dorothy, kita turun."
"Baik."
Tempat yang kami tuju adalah sebuah pulau sedikit jauh dari daratan benua, menurut Zeper suku Atlantis tinggal di sini mengasingkan dirinya dari dunia luar.
Pulau ini dikelilingi oleh ombak yang mematikan kecuali kau bisa berenang ke bawah laut atau terbang, hampir mustahil untuk bisa sampai di pulau tersebut.
Saat kami mendarat kaki, semua orang menyodorkan sebuah tombak ke arahku.
Aku mengangkat tanganku.
"Kami datang dengan damai," kataku menjelaskan dan Bellatrix merubah dirinya menjadi sosok manusia.
Suku Atlantis memiliki tubuh berwarna biru dan juga mereka bertelinga mirip sirip serta kaki dan tangan berselaput.
Aku menjelaskan kedatanganku beserta informasi yang kudapatkan dari dunia yang sebelumnya aku kunjungi hingga mereka semua terkejut.
"Jadi dunia di sana telah damai," kata salah satu yang terlihat seperti kepala suku.
"Benar, kudengar kalian tiba-tiba menghilangkan dan datang ke dunia ini."
"Sebenarnya kami datang melewati celah dimensi."
__ADS_1
Aku bisa menduga hal itu.
"Di sana selalu terjadi peperangan karena itu kami membuka celah dimensi untuk bisa datang ke dunia ini, sayangnya di manapun kau berada tetap sama saja hingga kami mengasingkan diri ke sini."
"Jadi begitu, apa kalian ingin kembali lagi?"
Semua orang menjawab dengan gelengan kepala.
"Kami sudah nyaman tinggal di sini, di sini pengetahuan kami tidak dimanfaatkan dan kami bisa hidup damai, lagipula semua raja iblis sudah dikalahkan."
"Aku mengerti tapi jika kalian butuh bantuan kalian bisa menemuiku."
"Terima kasih."
Aku menaiki punggung Bellatrix kembali dalam wujud naganya lalu melesat maju di atas langit cerah.
"Aku mungkin tidak sopan, tapi kenapa tuan melakukan sampai sejauh ini? Mereka sepertinya membenci manusia."
Aku bisa melihat tanda tanya muncul di kepala naga ini.
"Aku tidak mengerti."
"Tidak usah dipikirkan, anggap saja ini jalan-jalan santai."
"Baiklah, apa kita mau mampir ke tempat yang lain dulu sebelum pulang?"
"Kurasa ada satu tempat yang ingin kulihat."
"Mari pergi sekarang."
Tempat yang kami kunjungi adalah sebuah rumah berada di puncak pegunungan, dulu rumah ini dihuni oleh Ristal saat menyamar.
__ADS_1
Bentuknya masih terjaga baik.
Bellatrix berbaring di tanah menatap langit dengan bentuk naganya.
"Berada di atas tempat tinggi memang nyaman."
Aku akan membiarkan Bellatrix bersantai sementara aku berjalan mendekat ke rumah itu, ada seseorang yang keluar dari sana dan dia adalah Ristal.
"Aku ingin mengejutkanmu tapi reaksimu datar."
"Aku merasakan akan bertemu denganmu di sini."
"Fufu kita sudah sehati rupanya... aku tahu suamiku akan datang kemari jadi kuputuskan ke sini juga, bagaimana penampilanku, aku mengenakan kimono?"
"Terlihat bagus."
Aku duduk di sebelahnya.
"Silahkan, aku membuatkan ubi bakar serta teh hangat yang disaring beberapa kali."
"Jangan bilang ini teh bekas."
"Tepat sekali....aku cuma bercanda."
Itu melegakan.
"Daun tehku berdiri."
"Berarti suamiku akan dapat keberuntungan."
Berada di tempat ini bersama Ristal bisa dibilang lebih dari beruntung. Di sini juga sangat damai.
__ADS_1