
Malam harinya aku hanya duduk selagi melihat kembang api yang menerangi langit, Selly dan Sella mengambil beberapa kembang api di tangannya lalu mengangkatnya ke atas.
Dan dari sana kembang api itu terbang membentuk bunga yang sangat indah. Malam ini sesuatu yang berharga yang tidak bisa dilupakan.
Sekembalinya kami ke ibukota orang-orang di sepanjang jalan tampak terlihat bahagia mendengar bahwa tiga dari raja dunia berhasil dikalahkan khususnya soal makhluk bencana yang sudah tidak ada lagi.
Makhluk bencana sudah berada di dunia ini sejak ratusan tahun, karenanya mereka merasakan kebebasan sesungguhnya tanpa rasa takut yang menghantui diri mereka selamanya.
Aku membiarkan anggota partyku mengobrol dengan Ibela dan Ken sementara aku bertemu ratu untuk membicarakan hal penting di ruangannya.
"Silahkan duduk."
"Terima kasih."
Ratu menuangkan teh untukku yang mana aku menariknya ke dalam mulutku.
"Pencapaian kalian sangat luar biasa, aku yakin bahwa sebentar lagi benua ini akan kembali sedia kala," katanya duduk di kursi di depanku.
"Aku merasa senang jika demikian."
Ratu itu tersenyum kecil lalu memberikanku sebuah dokumen pengalih kekuasaan atas wilayah install dan siapa yang menerimanya akan diangkat menjadi bangsawan Duke.
Walau ada pertentangan antara hak ini diantara bangsawan, tapi ini hadiah yang pantas bagi seorang yang berhasil mengalahkan raja dunia maupun makhluk bencana.
Mereka tidak bisa komplen soal itu.
"Walau aku tidak keberatan, kau yakin akan memberikan hak ini pada Akane?"
"Dia sudah berjuang keras ia memang pantas mendapatkannya."
"Begitu."
"Kami akan bersiap untuk menyerang wilayah Encore, apa kau yakin tidak merasa keberatan untuk itu?"
__ADS_1
"Tidak masalah, aku sudah membuang perasaanku untuknya.... yang kuinginkan hanyalah ingin melihat kedamaian di benua ini."
"Baiklah."
Aku berjalan lalu menutup pintu ruangan tersebut, tak kusangka Akane telah menungguku di lorong.
Dia menyandarkan tubuhnya di dinding selagi menyilangkan tangannya menopang dadanya yang besar.
Karena matanya tertutup aku menepuk rambutnya pelan.
"Apa yang kalian bicarakan di dalam sana?"
"Hal-hal mesum, apa kau mau mendengarkannya."
"Tidak mau."
Akane memalingkan wajahnya dan aku menyerahkan berkas kepadanya. Saat dia melihatnya matanya terbelalak terkejut.
"Aku jadi bangsawan Duke terlebih aku mengatur wilayah Install."
"Ta-tapi."
"Kau bisa membawa keluargamu tinggal di sana juga, selama itu kami juga akan membantu nanti."
"Terima kasih banyak."
"Kau jadi gadis yang manis."
"Berisik."
Aku tersenyum sebelum melanjutkan langkahku kembali.
Pelantikan bangsawan Akane akan dilaksanakan malam nanti untuk hari ini aku ingin berisitirahat di kamar tamu.
__ADS_1
Aku mengunci pintu kamar agar tidak ada seorang yang masuk ke dalam sini, sayangnya saat aku berbaring di atas ranjang istriku sudah ada di sini.
Selly dan Sella mengambil posisi di sampingku.
"Kalian berdua tidak membiarkanku istirahat."
Keduanya hanya tertawa kecil.
Ada satu orang lagi yang masuk dari selimut dan aku menyebut namanya.
"Amaterasu."
Aku hanya mendesah pelan.
Mereka bersembunyi di lemari rupanya, aku melirik ke arah jendela dan di sana ada Ibela dan Ken yang sedang mengintip.
Pada akhirnya aku mengeluarkan mereka semua dari ruangan ini dan juga menutup tirainya.
Mereka semua benar-benar mengganggu saja.
Di pesta pelantikan bangsawan, aku mengenakan tuxedo dan berdiri bersama Selly dan Sella yang mengenakan dress hitam.
Amaterasu muncul dengan gelas minuman untuk kami.
"Silahkan."
"Terima kasih."
Tak lama tepuk tangan mulai terdengar dari semua pengunjung di mana Akane yang mengenakan gaun indah memperlihatkan dirinya.
Dia benar-benar cantik.
Ratu yang berada di sebelahnya mulai memperkenalkannya lalu membaca pidato pengangkatannya.
__ADS_1
Dengan ini dia resmi diangkat sebagai keluarga bangsawan.