
Tepat di tengah kota aku melepaskan setiap manusia yang terikat oleh rantai, mereka dijadikan budak di sini untuk pembangunan ataupun sebagai hiburan.
"Terima kasih."
"Pergilah ke tempat aman."
"Baik."
Beberapa penjaga berpakaian hitam mengepungku, jumlahnya sekitar 20 orang yang lengkap dengan senjata mereka. Satu orang pengguna tombak meluncur ke arahku dengan gerakan tusukan.
Aku mengeles ke samping dari ujungnya lalu memukul perutnya hingga dia memuntahkan darah sebelum akhirnya menabrak orang di belakangnya.
"Serang bersama-sama."
Melompat kemudian berputar di udara selagi memberikan tendangan ke wajah mereka adalah sesuatu yang sering kulakukan, satu pedang terhunus ke arahku, meski aku menangkapnya dengan tangan kosong itu sama sekali tidak meninggalkan goresan sedikitpun, di sisi lain mereka terlihat lebih panik dari yang mereka tunjukkan di awal pertempuran.
Api hitam menyelimutiku lalu menyebar untuk membakar mereka menjadi abu, bisa aku lihat tubuh abu mereka berterbangan tertiup angin.
Dengan langkah pelan, aku berjalan menyusuri jalanan utama, bahkan ketika mereka melihat rekan mereka yang mati, orang-orang masih menyerangku.
Ada orang yang melompat dari atasku demi melancarkan serangan dadakan, aku dengan mudah mencengkeram wajahnya lalu membakarnya
"Aaaaahh.."
__ADS_1
Di ujung jalan aku bisa melihat sosok pria berpenampilan seperti seorang pelayan berdiri santai, dia membungkuk rendah selagi menyeringai senang.
"Aku sudah menunggumu."
"Jadi kau bernama Red Clover."
"Seperti itulah, aku salah satu yang melayani Behemoth."
"Aku memang ingin membunuhmu."
"Sungguh hawa membunuh yang mengerikan."
Aku menciptakan lingkaran sihir yang menembakan es runcing membentuk jarum raksasa.
Ketika itu meluncur, Red Clover dengan santai menangkapnya dengan satu tangan tanpa bergerak meskipun ujungnya masih membuatnya tetap berdarah.
Tanah di sekilingnya mulai terangkat oleh sebuah petir yang menyeruak dari tubuhnya, es di tangannya mulai mencair lalu dia menerjang ke arahku selagi memusatkan pukulannya dengan api panas.
Saat tepat di hadapanku aku menahannya dengan satu tangan dan.
WUSSSSSS!
Seluruh bangunan di belakangku terhempas ke udara seolah terkena badai angin, ekpresi Red Clover tampak terkejut, normalnya dengan menerima serangannya orang akan mati sayangnya hal itu tidak berpengaruh padaku bahkan kakiku tidak pernah bergeser seinchipun dari tempatnya.
__ADS_1
"Sebenarnya kau siapa?"
"Aku Dewa kegelapan, Beaufort Reymond."
Aku memukul wajahnya dengan tangan kananku hingga seluruh kepalanku merebas ke dalam tulangnya.
Dari pukulanku yang seperti sebuah ledakan membuat tubuhnya terbanting-banting ke tanah kemudian berputar-putar hingga posisi kaki dan kepala terbalik, menghantam beberapa bangunan sebelum akhirnya tak bergerak di sebuah dinding menara jam.
Red Clover menyeringai senang dengan setengah wajahnya telah lenyap.
"Menarik sekali, kau sudah bukan manusia lagi, jika diibaratkan kau seperti raja dunia bawah."
"Raja dunia bawah, aku sama sekali tidak mengenalnya."
"Tidak masalah, suatu hari raja dunia bawah akan datang ke dunia ini dan menghancurkan dunia ini selamanya."
"Jangan khawatir, aku yakin akan ada seseorang yang mengalahkannya meskipun bukan aku."
"Aku meragukannya."
Aku menciptakan tombak raksasa dari api hitam lalu melepaskannya dengan kecepatan cosmic menembus dada Red Clover, entah tubuhnya atau menara jam yang memasungnya semuanya hancur dengan sekali ledakan.
Semua pasukan Behemoth yang melihat kekalahan pemimpinnya mulai berhamburan melarikan diri, sayangnya orang-orang yang mereka anggap hanya sebagai budak telah mencegah pelarian selanjutnya.
__ADS_1
Yang ada di pandanganku hanya pembantaian satu pihak.
Lebih baik aku segera pergi dari sini.