Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 322 : Permintaan Minerva Dan Sebuah Alasan


__ADS_3

Walaupun aku memaksa Mary tinggal di desa milikku, aku sama sekali tidak pernah sekalipun mengintrogasinya maupun bertanya apapun.


Karena dari awal aku sudah memiliki seluruh informasi yang kubutuhkan, hanya saja aku sedikit penasaran dengan sosok kucing berekor sepuluh.


Sebenarnya makhluk apa itu? Bahkan aku yang telah hidup lama dibandingkan orang lain, tidak mengetahui sedikitpun tentang itu.


Setelah seminggu para pelayanku yang bertugas di luar telah kembali ke desa, di luar dugaan Gabriela melompat ke arahku seperti yang dia lakukan dulu dia selalu mencium pipiku walaupun tidak sering.


Aku yang kebingungan melirik ke arah Amnestha maupun Rin.


"Saat kami bertemu dengannya, dia kembali ke dirinya di masa lalu," balas Rin seadanya kemudian disusul Amnestha.


"Mungkin kepalanya terbentur lagi."


"Gabriela berhentilah memelukku, kalian pasti sudah lelah karena perjalanan panjang karena itu, aku memberikan kalian libur selama tiga hari bersama semua pekerja yang ikut dengan kalian, jadi gunakan waktu kalian dengan baik."


"Kami menerimanya."


Seluruh pelayan membungkuk ke arahku sekali sebelum keluar dari pintu. Aku merasa lega karena Gabriela telah kembali sedia kala, dalam hati aku diam-diam berterima kasih pada siapapun yang bisa mengubahnya.


"Aku ingin ke pemandian air panas."


"Pemandian air panas, aku juga ingin pergi, bagaimana menurutmu Fate?"


"Sepertinya menarik, Isabel nanti tolong gosok punggungku."


"Kau berani menyuruh seniormu."


"Kita bisa bergantian kan."


Mereka sudah akrab rupanya, ketika aku memikirkannya sosok Minerva muncul di depanku, selama beberapa hari ini ia memutuskan tinggal di desa ini dan mengatakan bahwa dia akan mengatakan keperluannya padaku setelah bersantai.

__ADS_1


"Apa sudah waktunya?" tanyaku.


"Tentu saja, tapi aku ingin mengatakannya di kediamanmu, apa boleh?"


Minerva jelas banyak berubah.


Di dalam masion, tepatnya di ruang tengah seluruh penghuni masion diam-diam bersembunyi di balik pintu selagi mendengarkan, mereka pikir aku akan menambah istri atau semacamnya yang jelas mereka selalu berfikiran aneh... jadi, mari abaikan itu.


Minerva mulai bercerita tentang hidupnya.


"Sebenarnya tujuanku pergi berpetualang adalah mencari tempat yang bisa aku tinggali, dan aku akhirnya menemukan salah satu kerajaan jauh di tempat ini, bernama Kerajaan Riteila, di saja aku menjadi seorang Komandan Kesatria dan memimpin pasukan.. walau pengetahuan sihir di sana tidak semaju di sini, kerajaan itu adalah sebuah kerajaan yang nyaman untuk ditinggali."


Sejauh ini aku mendengarkannya cukup baik.


"Namun sayangnya tiba-tiba saja beberapa orang ditemukan tewas, khususnya para murid akademi sihir, aku telah mengerahkan banyak kesatria untuk menyelidikinya sayangnya semuanya gagal, aku datang kesini ingin meminta bantuan tuan Kazuya untuk menyamar jadi siswa akademi di sana dan mulai mencari tahu penyebabnya."


Apa aku harus terjebak di akademi lagi?


Tunggu, bukannya ini kesempatanku untuk rehat dari pekerjaanku dan mencoba hidup santai di tempat lain.


"Bagaimana tuan Kazuya?"


"Karena ini permintaan darimu, kurasa aku akan mencobanya."


"Terima kasih banyak."


Aku berusaha menyembunyikan alasanku sebenarnya untuk bisa bertingkah sok keren.


Minerva mengeluarkan sebuah seragam akademi padaku.


"Tolong kenakan ini, aku yakin Anda akan terlihat cocok."

__ADS_1


Bagaimanapun wajahku terlihat di usia kelas dua sekolah menengah atas, aku mengangguk mengiyakan dan mulai mengenakan pakaian yang diberikan Minerva di kamarku.


Pakaiannya sendiri adalah sebuah kemeja putih dengan dasi hitam, kemudian di tutup blazer hitam serta celana panjang.


Tak kusangka aku masih pantas mengenakan pakaian seperti ini, para istriku keluar dari tempat persembunyiannya bersama putriku.


"Papa sangat tampan."


"Suamiku bahkan terlihat lebih muda dariku."


Mereka semua mengatakan hal sama lalu Minerva menjelaskan.


"Aku sudah mengatakan semuanya pada semuanya, mulai sekarang mohon bantuannya."


"Aah."


"Pastikan untuk tidak menggunakan sihir tingkat atas ataupun sihir legendaris."


"Kurasa aku akan mencoba untuk tidak memperlihatkannya."


"Lalu nama apa yang akan tuan Kazuya gunakan?"


Aku diam sejenak untuk memikirkannya, lalu berkata setelahnya.


"Beaufort Reymond."


"Nama yang dulu kah, sepertinya akan jauh lebih menarik dari yang kubayangkan."


Minerva memberikan pedang long sword kepadaku, walau tidak sekuat Grandbell, senjata ini jelas ditempa dengan baik.


Aku akan mencoba untuk hidup santai sebagai siswa akademi sementara waktu ini. Bukan, maksudku membantu menyelamatkan kerajaan tersebut.

__ADS_1


Yang jelas petualanganku dimulai kembali.


Aku juga akan berusaha memulai semuanya dari nol sebagai siswa akademi yang tak mencolok serta lemah.


__ADS_2