Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 258 : Senjata Terkutuk


__ADS_3

"Seperti yang kita duga, mereka langsung menyerang, ada sekitar lima pasukan yang telah berkemah di sekitar sini dan masing-masing dari mereka sekitar 5000 orang."


"Begitu, terima kasih informasinya."


"Jika kau menyentuhku lagi akan kuhajar kau."


Aku hanya menghela nafas panjang lalu memunculkan busur yang terbuat dari pedang Grandbell.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Dion.


"Menyerang mereka, kupikir sebentar lagi Bellatrix dan para tahanan akan muncul."


Bertepatan saat aku mengatakannya, mereka muncul dari langit.


Ratu dan putri turun dari tubuh Bellatrix dibantu Dion dan Dyane.


"Kalian berdua?"


"Maaf kami terlambat menyelamatkan Anda."


"Tidak apa, aku berterima kasih ada yang masih mau menolong kami."


Bellatrix merubah dirinya sebelum mendekat untuk memperhatikanku.


"Senjatamu begitu terkutuk, aku bisa merasakan aura gelap darinya."


Aku beralih ke arah ratu dan putri.


"Jangan abaikan aku."


"Aku akan menghabisi seluruh pengkhianat kerajaan, apa perintah Anda?"

__ADS_1


"Aku mengizinkannya, pengkhianat harus dihukum mati."


Aku menarik busur tersebut, menciptakan anak panah hitam raksasa. Aura gelap yang dikeluarkannya semakin besar menghasilkan hembusan angin kencang.


"Skill Penglihatan diaktifkan, skill penembak jitu diaktifkan, penambahan jangkauan ledakan diaktifkan."


Aku bisa melihat perkemahan musuh yang dimaksud.


"Pertama satu dulu."


Anak panah diluncurkan dengan kecepatan sonic, kemudian aku menarik panah baru dan melesatkannya ke arah lain sebanyak empat kali, hanya dalam waktu singkat tanah bergetar bersamaan dentungan yang memekakkan telinga.


Yang bisa kami lihat adalah pilar api berwarna hitam dari tempat yang sebelumnya dijadikan sebagai target.


"Luar biasa, jika kau mau kau bahkan bisa menghancurkan negara hanya dengan satu serangan jauh," ucap Dyane yang mendapatkan anggukan dari yang lainnya.


Busur di tanganku menghilang.


"Untuk sekarang mari makan malam, aku yang akan membuatnya."


"Aah, jika ratu dan putri tiba-tiba muncul di kota ini, itu akan membuat kegemparan... tapi kau dilarang makan terlalu banyak Bellatrix."


"Aku kan partnermu sebaiknya kau baik padaku."


Ekpresi keempat lainnya semakin terkejut.


"Apa ada yang aneh?"


Dyane mendekatkan wajahnya ke arahku sangat dekat, dadanya terlihat sedikit bergoyang.


"Sudah jelas, dengan kekuatan penghancur seperti itu, kau masih bisa membuat makanan."

__ADS_1


Aku hanya menjawabnya dengan senyuman masam.


Di ruangan dapur yang hanya diisi kami saja, aku telah membuat beberapa sajian makan malam yang bisa disajikan dengan cepat.


Pertama aku membuat nasi goreng dengan potongan daging serta kacang dan sayuran.


Aku meletakkan masing-masing satu di meja untuk mereka.


"Enak, ini enak."


"Kau membuatku terkejut Kazuya.. kau bisa menjadi bapak rumah tangga," tambah Dion.


Itu sebenarnya keinginanku sejak lama, sayangnya dunia tidak membiarkanku mewujudkannya bahkan hanya untuk bersantai juga terasa sulit.


Aku kembali ke penggorengan untuk menyajikan sup daging dan iga bakar. Ratu dan putrinya menikmati makanan dengan bahagia, mereka sudah terjebak di penjara cukup lama, makanan seperti ini pasti sesuatu yang mereka lupakan.


"Rasanya aku bisa menjadikanmu sebagai koki kerajaan sekarang."


"Aku tersanjung atas kebaikan yang mulia ratu, tapi aku hanya sementara di sini."


"Begitu, sayang sekali."


Aku kembali meletakan makanan berikutnya yang merupakan iga bakar dan sup mewah berisi makanan sea food serta rempah-rempah yang kuat.


"Uwah."


Pakaian mereka tiba-tiba saja sobek-sobek.


"Enak sekali Kazuya," teriak Bellatrix.


"Aku tidak keberatan seluruh tubuhku terekspos demi makanan seperti ini," tambah Dyane.

__ADS_1


Efeknya terlalu kuat, memangnya ini ada di komik atau semacamnya.


Aku mendesah pelan dan menyajikan makanan manis sebagai penutup, puding cokelat adalah pilihan tepat.


__ADS_2