Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 36 : Kembali Ke Daratan Tinggi


__ADS_3

Lolia yang sedang mengawasi pembangunan rumah-rumah bagi para penduduk yang memutuskan tinggal di sini tampak tak bisa berkata apapun saat aku datang dengan sekumpulan ras naga.


Tentu saja para naga ini menggunakan wujud manusia mereka dengan tanduk melingkar di kepala mereka.


"Tu-tuan apa ini?"


"Yah, ceritanya panjang... mulai sekarang mereka juga akan tinggal di sini."


"Senang bertemu denganmu, mulai sekarang tolong bantuannya."


Cling.


Mata mereka bersinar terang.


Akan lebih baik kalau rumah mereka berdekatan dengan manusia agar mereka tidak terlalu canggung satu sama lain dan Lolia menyetujuinya walaupun sedikit ragu.


"Para naga cukup bisa diandalkan dalam pembangunan, tolong perintahkan saja mereka," kata Hesna yang mana membuat seluruh ras naga menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya akan menerima bantuannya."


Para naga mulai bekerja sama dengan para manusia untuk membangun rumah, dengan bantuan mereka sebuah desa akan terlahir lebih cepat dari yang aku bayangkan.


Kami berpamitan pada Lolia untuk kembali ke masion, kini masion yang sepi ini bertambah lagi satu orang aneh.


Tentu yang kumaksud itu Hesna, dia adalah ratu ras naga, jika aku memperlakukannya seperti rakyatnya, itu hanya akan menyakitinya karena itulah dia menjadi pelayan keempatku sekarang.


"Kini bagaimana kita membagi tuan menjadi empat bagian?" tanya Sella pada Selly yang hanya mendesah pelan.

__ADS_1


"Kita bisa memotongnya."


Aku menarik kedua pelayanku yang ngawur itu.


"Kami hanya bercanda tuan."


"Ah ya."


"Kalian selama ini selalu tidur bersamaku sekarang kalian harus memilih kamar masing-masing."


"Tidak mau."


"Aku juga."


"Ranjang itu sudah tidak muat untuk diisi kita semua."


"Walau kita tidur bersama tidak terjadi apapun, bukannya itu tidak pantas disebut tidur bersama."


"Nermia tolong tunjukkan kamar untuk Hesna, dan beri tahu pekerjaan apa saja yang ia bisa lakukan."


"Baik tuan, ayo Hesna."


"Aah, sepertinya di sini tempat yang nyaman."


Keduanya naik ke lantai dua.


Aku berkata ke dua pelayanku Selly dan Sella selagi memberikan kantong uang pada keduanya.

__ADS_1


"Kita akan membuat acara penyambutan bagi ras naga serta penduduk yang memutuskan tinggal di desa ini, aku ingin kalian berdua membeli bahan-bahan makanan yang lezat untuk kita olah nanti malam."


"Serahkan padaku."


"Aku akan berjuang."


"Kalian harus membelinya di ibukota, hal ini juga bisa segera membantu perekonomian di sana."


"Baik."


"Minta Hesna yang mengantar, biar lebih cepat."


Kedua pelayanku mengangguk mengiyakan.


Setelah beristirahat di masion sebentar aku mengecek pekerjaan bangunan rumah orang-orang, seperti yang kuminta semua rumah bergaya seperti rumah di abad pertengahan dengan warna cat merah untuk bagian atas serta bagian dinding berwarna putih.


Aku mengatakan mereka bisa merenovasinya sesuai selera saat mereka sudah bisa berdiri sendiri. Lolia mulai melaporkan seluruh tahap pengerjaan yang dilakukannya.


"Masih banyak yang harus dikerjakan lagi."


"Saya menyarankan untuk membuat danau di sini, di daratan tinggi sangat sulit membuat sumur."


Konsep air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah memang tidak bisa dihilangkan, Danau juga bisa berfungsi sebagai penampung air hujan.


"Soal danau aku yang akan memikirkannya lagipula kita akan membuat perkebunan, karenanya air sangat dibutuhkan."


"Aku mengerti, kalau begitu saya akan memesan beberapa material bangunan tambahan untuk para naga."

__ADS_1


Lolia membungkukkan badannya lalu berjalan pergi.


"Sekarang bagaimana aku membuat danau?"


__ADS_2