Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 485 : Tempat Untuknya


__ADS_3

Hari yang damai di kota ini, aku bersama Selly dan Sella menghabiskan waktu bersama dengan sebuah permainan yang cukup menarik.


Ini adalah sebuah danau yang luas serta indah di mana kami bertiga saling bersaing untuk melemparkan batu di atas permukaan air dan melihat siapa yang bisa memantul lebih banyak.


Selly mulai dengan batu pertama dan mendapatkan lima pantulan, Sella enam dan aku cuma tiga.


Mereka sangat kuat menggunakan tangan mereka jadi wajar jika aku kalah. Bahkan setelah banyak mencoba aku tetap kalah.


Aku terduduk lemas.


"Kalian terlalu kuat."


"Biasanya kami melempar batu sebesar rumah."


"Pantas saja."


Aku hanya memperhatikan keduanya yang masih bersaing, tempat ini jarang dikunjungi orang karena itu tempat ini merupakan tempat yang damai.


"Aku ingin berenang sekarang."


"Aku juga, suamiku mau ikut."


"Kalian saja."


"Kami mengerti."


Mereka melepaskan pakaian mereka sebelum melompat ke dalam air, kedua orang ini memang sangat bebas.

__ADS_1


Aku membaringkan tubuhku di rumput selagi mengawasi indahnya langit, awan-awan tampak bergerak menutupi cahaya matahari hingga Selly dan Sella keluar dari air.


"Sungguh mengejutkan, di dalam danau ada sebuah istana."


"Sayangnya tidak ada siapapun," tambah Sella.


"Untuk sekarang pakai saja dulu baju kalian."


Aku memeriksa air lalu memasukan kepalaku ke dalam danau, sulit untuk melihatnya dari sini kecuali turun ke bawah.


"Mungkinkah dulu sebuah kerajaan pernah berdiri di sini," pertanyaanku tentu tidak mendapatkan jawabannya, saat aku kembali ke ibukota aku menanyakannya pada Ibela.


"Itu Istana kami yang lama."


"Istana yang lama, di dalam danau."


"Apa saat perang pertama melawan Encore."


Ibela mengangguk mengiyakan kemudian melanjutkan.


"Walau saat itu kami menang tetap saja perang tidak menghasilkan hal baik bagi kedua belah pihak, orang yang meninggal tidak akan pernah hidup lagi bahkan perang sekarang juga pasti akan banyak memakan korban."


Aku tidak bisa menyangkal hal itu lalu merubah topik pembicaraan.


"Bagaimana pasukan kita?"


"Aku sudah mengirim setengahnya dibawah kendali Ken, besok giliran kita yang akan berangkat."

__ADS_1


"Aku mengerti, malam ini aku akan menghabiskan waktu dengan Selly dan Sella."


"Jangan mengatakan hal aneh, terlebih lakukan sesuatu pada orang yang bersembunyi di tiang itu."


Yang dimaksud adalah Amaterasu yang menatapku dengan mata berkaca-kaca.


Padahal aku memintanya hidup bebas tanpa melayani siapapun, apa boleh buat karena masih ada waktu sebelum matahari tenggelam mari pergi bersama.


Di jalanan yang dipenuhi anak-anak kecil Amaterasu melompat setelah melempar koin ke arah gambar, dia melompat sebanyak sepuluh kali dengan baik yang mana mendapatkan tepuk tangan kagum dari mereka.


"Kakak sangat hebat."


"Benar kan, aku ahli melakukannya."


Aku hanya tersenyum padanya sebelum mentraktir makanan untuknya, sebuah roti lapis dengan isian daging yang mewah.


"Dulu aku sering melakukannya dengan saudariku."


"Benar kah, pantas saja kau sangat ahli melakukannya," kataku demikian.


"Aku melupakan hal seperti bagaimana tersenyum dan tertawa bersama orang lain."


"Paling tidak kau bisa mengingatnya sekarang."


"Kurasa begitu."


Kami menggigit roti di waktu bersamaan.

__ADS_1


Padahal dia bisa melupakan masa lalu dan mencoba untuk memaafkan dirinya sendiri, kurasa memang lebih baik dia ikut bersamaku pergi ke dunia dimana aku tinggal sekarang.


__ADS_2