Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 142 : Kucing Oranye


__ADS_3

Sebelum pulang aku dipaksa untuk makan bersama dengan Azelia dan Reny, mereka membawaku ke kedai makanan untuk anak muda, karena memakai topeng aku memutuskan untuk melepasnya dulu.


Para Succubus yang tadi tenang entah kenapa langsung menatapku seperti mata hewan buas.


"Tuan Kazuya?"


"Tidak masalah, aku akan menerbangkan mereka semua jika berani mendekat."


"Bagaimana dengan sebelah Anda?"


Azelia sedang menjilati leherku karena itu aku mengkarate kepalanya hingga dia memeganginya.


"Sakit."


"Sebagai kepala desa harusnya kau bisa menahan diri seperti Reny."


Sekarang Reny yang menjilati pipiku.


"Tempat ini sangat berbahaya, aku akan pulang."


Keduanya memegangi tanganku.


"Jangan dulu pulang, temani aku."


Ini pasti karena mereka memiliki darah ras Succubus.


"Aku sedikit nakal."


"Aku juga."


Sebelum aku menolaknya sebuah ledakan terjadi tak jauh dari lokasi kami.


"Apa yang terjadi?" aku buru-buru memeriksanya bersama Reny dan Azelia, dilihat dari kejauhan tampaknya kucing oranye sedang menghancurkan desa.

__ADS_1


Kucing itu mengeong lalu berguling-gulung dengan lucu. Walau tidak terlihat seperti bos terakhir ukurannya terlihat menakutkan.


"Kenapa dia datang lagi?" kata Azelia terduduk lemas.


"Kau tidak akan melakukan apapun untuk mengusirnya?"


"Percuma saja, kami sebentar lagi akan punah."


Reny pun tak bisa berkata apapun, jika demikian biar aku yang mengatasinya. melayang di atas kepala kucing yang sedang bermain aku hanya mendesah pelan.


Kucing ini mengeong ke arahku dengan tatapan imut, sesekali dia bangun dan mencoba menangkapku seperti burung.


Tapi ketika dia melihat Succubus, dia langsung mengamuk dan menendang mereka dengan kaki belakang seperti membuang kotoran.


"Kucing ini tidak terlalu akrab dengan Succubus, mungkin saja dia menganggap Succubus ancaman atau makanan."


Aku menangkap seorang Succubus yang hendak di makan.


"Suruh semua orang untuk mundur."


Setelah membiarkan Succubus itu aku mendekat ke depan si kucing yang menggeram ke arahku.


"Halo kucing manis... sepertinya kau sudah terlalu bersenang-senang, bagaimana jika kau ikut denganku? Aku punya rumah untukmu loh."


Seolah mengerti apa yang kukatakan dia hanya mengeong sekali lalu ukurannya mengecil seperti kucing biasanya, aku membawanya di dekapanku.


"Kau betina?"


"Meong, meong."


Sepertinya kucing ini bangga karena terlahir sebagai betina. Aku hendak berjalan ke kerumunan Succubus dan Incubus, tapi sepertinya mereka ketakutan.


"Aku akan membawa kucing ini bersamaku, jadi kalian bisa hidup dengan damai."

__ADS_1


Kepala desa yang menjawabnya.


"Kami sangat berterima kasih soal ini, aku akan merubah patungnya."


"Itu bagus, kalau begitu aku pamit... Reny sampai nanti."


"Sampai nanti, dalam waktu dekat aku akan kembali ke bar."


"Aah."


Kugunakan sihir teleportasi untuk muncul di kediaman masionku, saat para istriku melihat kucing yang kubawa mereka langsung merebutnya.


"Kucing yang lucu."


"Hati-hati kucing itu kucing legenda."


"Namanya jelek, mari tentukan namanya?" kata Selly.


Pada akhirnya namanya berubah jadi Dorothy.


Bukannya itu terlalu bagus.


Beberapa hari berikutnya para Succubus telah kembali ke bar Elona, mereka dengan senang menunjukkan sertifikasi yang mereka dapatkan.


"Succubus penggoda profesional telah diakui oleh semua kalangan Succubus."


"Syukurlah kalian semua berhasil," kataku ringan selagi meminum teh hangat.


Reny berkata ke arahku sebelum menyusul temannya bekerja.


"Ngomong-ngomong soal patung itu, patungnya dirubah menjadi patung tuan Kazuya yang sedang duduk di singgasana dikerumuni oleh Succubus penggoda."


"Kenapa aku?"

__ADS_1


"Semua orang desa menganggap anda sebagai Dewa sekarang."


Kalau boleh jujur aku ini memang Dewa.


__ADS_2