Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 83 : Kemunculan Elf


__ADS_3

Bertepatan saat Venosa bangkit aku meluncur ke arahnya, dalam bentuk ini aku bisa melesat dengan kekuatan dua kali lipat dari biasanya.


Setiap pergerakanku tampak tak terlihat dan hanya meninggalkan debu terbang di bawah kakiku. Venosa membentuk dirinya dalam bertahan mengandalkan perisai yang mirip pemakan manusia itu untuk menghalau kekuatanku. Aku berputar sehingga muncul dari belakangnya.


Venosa berbalik selagi mengirim tebasan pedangnya, sedetik saat mengenai kepalaku aku menghilang atau lebih tepatnya aku bergerak cepat.


"Kemana kau?"


Aku terus bergerak selagi mengirim serangan tak terbatas memaksa Venosa puas hanya dengan bertahan, beberapa saat berikutnya terdengar sebuah retakan kecil hingga perisai yang dipegang Venosa hancur berkeping-keping.


Ketika ada celah aku mengirim cakarku menebas tubuhnya dilanjutkan dengan tendangan yang membuat tubuh Venosa terlempar jauh ke langit.


"Mustahil, aku raja iblis bisa dikalahkan seperti ini.... sialan kau manusia."


Di saat yang sama aku membuka mulutku memunculkan bola bercahaya dari sana hingga tubuh Venosa hancur berkeping-keping dan lenyap seutuhnya.


Perisai dan pedangnya memang kuat hanya saja sebagai ganti kekuatan itu, kedua benda tersebut menghisap energi penggunanya hingga tidak bisa menggunakan sihir secara leluasa.


Tubuhku kembali ke bentuk manusia, saat aku hendak mengambil tanganku yang terputus seseorang lebih dulu mengambilnya atau lebih tepatnya dia wanita elf berambut perak.


"Apa kau menginginkan ini?"


"Cepat serahkan itu nona."


"Begini-begini umurku sudah ratusan tahun loh... mungkin kau bisa memangilku nyonya."

__ADS_1


Penampilannya membuatku tidak bisa mengatakannya.


Dari yang kudengar Elf memang bisa hidup panjang bahkan dari mereka juga ada yang abadi. Ketiga malaikat tinggi yang sebelumnya hanya terbaring di tanah kini mendekat ke arahku selagi menahan rasa sakit.


"Kenapa elf bisa berada di sini, bahkan bersama rombongan para iblis?" tanya Ferida.


"Namaku Aerith, aku hanya penasaran kenapa Raja Iblis Venosa bisa turun tangan datang kemari, jadi aku mengikutinya dan melihat pertarungan yang menarik."


Dengan kata lain dia hanya penonton saja.


Aku kembali meminta tangan kananku sedangkan elf itu terus saja menggelengkan kepalanya dengan imut, sungguh kelucuan tersebut bisa membunuh siapapun pria yang melihatnya.


"Tangan ini akan kusita, jika kau menginginkannya datanglah ke ibukota kerajaan Riselwood empat hari lagi, aku menunggumu."


"Tunggu."


"Apa-apaan barusan itu? Bukannya kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi," aku berkata itu selagi mengalihkan pandangan ke arah ketiga malaikat tinggi dan ketiganya langsung memalingkan wajah seolah menyembunyikan sesuatu dariku.


"Apa yang kalian ketahui soal elf?"


"Aku harus memeriksa keadaan pasukanku."


"Aku juga," Nal maupun Ferida segera melarikan diri.


Saat Gabriela juga hendak melangkahkan kakinya aku segera mencengkeram kerah bajunya seperti anak kucing.

__ADS_1


"Tolong katakan apa yang sedang kalian sembunyikan dariku."


"Sebenarnya di dunia ini tidak ada elf pria, meski elf menikah dengan pria dari ras lain mereka akan terus memiliki keturunan elf wanita sempurna."


"Maksudnya?" aku jelas bingung.


"Misal elf wanita menikah demi human serigala, menurut tuan mereka akan memiliki anak seperti apa?"


"Setengah elf dan setengah serigala."


"Normalnya seperti itu tapi di dunia ini mereka akan memiliki anak perempuan elf sempurna."


"Aku baru mendengar hal itu, jadi apa masalahnya dengan urusan tanganku?" aku kembali bertanya.


"Setiap satu tahun sekali para elf mengundang seluruh pria dari benua untuk mengikuti pertandingan bela diri, mungkin yang barusan bertugas mengirim informasi tersebut... biasanya yang menang akan menikahi elf kelas atas yang mereka sukai sementara yang kalah akan langsung menikah dengan elf tanpa memilih, ngomong-ngomong kontestan juga bisa memilih lebih dari satu."


Saking terkejutnya aku tidak bisa berkata apapun lagi dalam waktu singkat.


"Dengan kata lain wanita elf barusan memaksaku untuk mengikuti pertandingan itu sehingga aku bisa memilihnya, baru aku mendapatkan tanganku kembali."


Gabriela mengangguk mengiyakan.


"Jangan khawatir, semua elf itu sangat cantik."


"Bukan itu masalahnya."

__ADS_1


Aku bersyukur bahwa tanganku tidak akan pernah membusuk.


__ADS_2