Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 67 : Serangan Ke Kastil Raja Iblis Nikel


__ADS_3

Aku dan Dewi Hecate mencoba setiap wahana permainan, setiap makanan bahkan mengunjungi semua kios sampai akhirnya aku kembali terbangun di ruanganku biasanya. Selly dan Sella masih tidur di sebelahku dan itu cukup membuatku kesulitan bergerak.


Beberapa saat kemudian akhirnya aku bisa menarik nafas lega, selain mengurus desa aku juga disibukkan dengan aktivitas lainnya. Seperti pengelolaan dungeon yang sedang berlangsung, membantu kerajaan tetangga mencari kandidat raja dan juga menyerang Raja Iblis Nikel yang sempat menyerang kota ini.


Di ruangan itu putri Felisa telah duduk di sofa dengan gaun putih, sekarang dia mengenakan mahkota yang cocok untuknya serta beberapa pelayan wanita di belakangnya, mereka bukan pelayan biasa ketiganya dipilih dari seleksi yang ketat.


Felisa menunjuk peta yang sebelumnya di taruh oleh pelayannya lalu menjelaskan.


"Di sini, di sini dan di sini... aku telah mengirim pasukan untuk berjaga, ketika kau sudah siap, kita bisa menyerang kastil Raja Iblis Nikel kapanpun."


Dia telah menyiapkan semuanya.


Aku bersyukur bahwa Helfina masih mau membantuku, untuk mengisi kekosongan pasukan utama aku akan mengirimkan ketiga pelayanku Rin, Amnestha serta Gabriela.


Ketiganya muncul dengan wajah mengantuk.


"Mereka baik-baik saja?" tanya Felisa.


"Kami hanya bergadang semalaman, jangan dipikirkan," balas Amnestha mendapatkan anggukan kedua orang di sampingnya.


Walau seperti ini, mereka bertiga sangat bisa diandalkan, setelah bersiap-siap, kami semua berangkat ke lokasi yang ditunjukkan Felisa sebelumnya.

__ADS_1


Aku meminta pelayan lainnya untuk tetap mengawasi desa terlebih Felisa juga akan tinggal di masionku beberapa hari sampai pertarungan ini selesai.


Sekarang waktunya mengalahkan raja iblis kedua dari keenam raja iblis yang masih hidup.


Mengunakan awan Gabriela sebagai transportasi kami sampai lebih cepat ke wilayah raja iblis tersebut.


Banyak tenda-tenda yang telah dipasang untuk para prajurit berisitirahat. Helfina yang sudah ada di sana mendekat ke arahku.


"Bagaimana situasinya?"


"Ada dua pertempuran yang telah terjadi, setengah pasukan raja iblis berhasil kami kalahkan."


"Satu regu dihancurkan."


Dengan kata lain pasukan kami masih ada di ujung tanduk.


Rin berkata dengan puas.


"Sudah waktunya menghajar mereka, apa kami langsung menyerang."


"Kalian tidak bisa melakukan begitu saja, di depan sana ada sebuah jebakan, setiap kita mendekat ada semacam sulur yang akan menyerangmu dalam sekejap," kata Helfina.

__ADS_1


"Kita bisa menghancurkan semua pohon sekaligus tapi itu jelas tidak mungkin dilakukan, bagaimana menurut kalian bertiga?'


"Aku lebih suka menyerang langsung dengan tanganku," balas Rin sedangkan Gabriela mengangkat bahunya yang disusul Amnestha.


"Kalau musuh menggunakan sihir tanaman kurasa aku bisa melakukan sesuatu."


Amnestha berjalan di depan sementara kami mengikutinya dari belakang bersama pasukan kerajaan lainnya.


Di sekeliling kastil raja iblis terdapat sukur berduri, jika seseorang mendekat, sulur itu akan menyerang tanpa ampun seperti yang terjadi pada Amnestha sekarang.


Kemanapun dia berlari sulur itu terus mengejarnya, dia melompat ke udara membentuk tanaman di bawahnya untuk melilit sulur sebelum akhirnya berlari kembali.


Sekitar satu dua sulur dia bisa lewati, di antara sulur yang berbaris seperti sebuah pagar itu ada sepasang bunga besar di sana, di tengahnya ada bola mata yang terus melihat pergerakan Amnestha, sebelumnya Helfina pernah berusaha menghancurkannya dengan sihir jauh, kendati demikian itu tidak pernah mendapatkan hasil baik.


Amnestha tepat meletakan tangannya di mata tersebut.


Selanjutnya seluruh sulur yang mengelilingi kastil menjadi layu begitu saja.


"Jalan sudah terbuka, semuanya serang."


Bersamaan itu kami serempak berlari mendekat hingga tiba-tiba sesuatu di depan kami meledak dahsyat menghentikan seluruh pergerakan, saat kami sadari sekumpulan tengkorak berbaju zirah telah bermunculan dari dalam tanah.

__ADS_1


__ADS_2