Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 286 : Sumur Harapan


__ADS_3

Angin berhembus menerpa padang rumput landai, sebelum terbang di atas Kazuya yang mengawasinya dengan santai.


Dia berpikir untuk bersantai setelah tugasnya sekarang selesai, tak hanya menyiapkan satu pedang di punggungnya dia memasang lima pedang di sana, membawa tas penuh peledak serta pisau-pisau kecil yang dia sembunyikan di balik jubah hitamnya.


Zeper muncul dengan tatapan ikan mati.


"Apa yang kau lakukan hingga membawa senjata sebanyak itu?"


"Aku tidak memiliki skill berguna, yang bisa kuadalkan hanya senjata ini."


"Kau ini, jadi kemana kita pergi?"


"Ke dalam sumur harapan."


Mendengar nama yang asing di telinga Zeper, dia memiringkan kepalanya ragu.


"Tempat apa itu?"


"Kau juga akan tahu, aku tanpa sengaja mengetahuinya saat menyelinap ke rumah bangsawan."


"Untuk apa kau pergi ke sana?"


"Sudah jelas untuk mengintip istrinya mandi."


Zeper mengangkat bahunya selagi mengikuti Kazuya dari belakang.


"Aku sempat berfikir kapan kau akan ditangkap oleh pasukan kerajaan?"


"Mengintip bukan kejahatan, manusia pada dasarnya terlahir dengan kebebasan, apapun yang kau lakukan selagi tidak merugikan seseorang maka lakukan saja."


"Saat seperti ini, kau mengatakan hal keren oi."


"Tubuh istri bangsawan itu bagus loh, apa kau mau mendengarnya?"


"Aku akan membunuhmu jika memberitahukanku hal tidak berguna."


"Suaminya sering meniduri pelayannya hingga suatu hari dia ketahuan dan kemudian istrinya membunuhnya."


"Kau."

__ADS_1


Zeper mencekik leher Kazuya dari belakang.


"Yang terakhir itu aku cuma bercanda."


"Cerita mengerikan seperti itu, jangan mengarangnya seenaknya."


Kazuya tertawa kecil sebelum melanjutkan langkahnya ke arah sebuah sungai di dalam hutan.


"Aku sudah mempersiapkan perahu untuk pergi ke sana."


"Kenapa kita harus menggunakan perahu?"


"Ini jauh lebih cepat, dengan ini kita tidak perlu memutar lagi."


"Aku tidak tahu kita akan kemana? Tapi akan kulakukan."


Kazuya mengangguk puas lalu memberikan dayung pada Zeper.


"Kuserahkan peran penting ini padamu."


"Sialan kau, kau hanya memanfaatkanku," teriak Zeper.


"Sudahlah, lakukan saja."


Di saat Zeper mendayung perahu. Kazuya lebih memilih untuk memancing, dia menggunakan cacing tanah sebagai umpan dengan keterampilannya yang jauh dari nama pahlawan, dia telah berhasil mendapatkan lima ikan.


"Kau hebat juga Haru?"


"Aku memang berbakat melakukan hal seperti ini, dibandingkan menjadi pahlawan?"


"Pahlawan adalah seorang yang dikirim oleh Dewi untuk melindungi dunia ini, apa kau masih ingat Dewi yang mengirimmu?"


"Tentu saja, dia sangat cantik dan dada sangat besar."


"Jadi itu yang kau ingat, syukurlah kau tidak dimasukan ke dalam neraka setelah mengatakannya."


"Aku pernah mengatakan boleh aku menyentuhnya dan dia bilang mungkin lain kali."


Orang ini sudah tak tertolong lagi, sebuah keajaiban dia masih hidup sampai sekarang.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan?"


"Membakar ikan."


"Jangan di atas perahu juga kali," teriak Zeper.


"Aku malas untuk pergi ke daratan."


"Aku yakin suatu hari nanti jika kau mendapatkan pelayan mereka juga akan jauh lebih bermasalah sepertimu."


Perahu melewati aliran sungai berkelok-kelok, sampai akhirnya menemukan gua yang dimaksud, keduanya keluar dari perahu lalu sedikit berjalan jauh.


"Bagiku ini tidak seperti sumur?"


"Kau juga akan tahu nanti, aku pernah mencari tahunya sendiri... tapi karena ada sesuatu aku memutuskan untuk kembali ke kota."


"Sesuatu?"


Sebelum pertanyaan Zeper terjawab, mereka sudah sampai di sebuah tebing curam di mana di bawahnya ada kolam luas.


"Inilah sumur harapan."


Wajah Zeper sedikit terkejut, air di dalamnya sangat bening hingga tanpa bantuan alat apapun dia bisa melihat apa yang di dalamnya.


Ada Kristal bercahaya dan sebuah bunga yang hidup di dalamnya.


"Bunga itu?"


"Bunga yang bisa menyembuhkan Isabel," bertepatan perkataan Kazuya, air dari kolam memuncrat setinggi 10 meter, dia menarik Zeper untuk mundur saat sosok di kolam itu mulai membentuk dirinya jadi raksasa menyerupai golem air.


"Sesuatu itu maksudnya makhluk ini?"


"Aah, jika kita bisa mengalahkannya... kita bisa menyembuhkan Isabel, ngomong-ngomong di mana peledakku?"


"Kau meninggalkannya di perahu."


"Apa? Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal."


"Mana kutahu bahwa kau sengaja membawanya untuk mengalahkan monster ini, gunakan pedangmu saja... ada lima dari mereka."

__ADS_1


"Percuma, serangan fisik tidak akan mempan dengannya, aku hanya membawanya untuk bergaya doang."


Keduanya berlari ke luar gua sementara Golem di belakangnya terus mengejarnya.


__ADS_2