Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 496 : Melawan Triton


__ADS_3

Di tempat lain Ibela membuat gerakan di tangannya untuk menciptakan sihir air hingga seekor naga keluar dari sana dan langsung meluncur ke arah musuhnya yang merupakan pria berotot bertelanjang dada bernama Triton.


Triton mengangkat satu rumah lalu menabrakkannya dengan naga tersebut hingga meledak dahsyat, air berjatuhan membasuhnya seperti hujan telah terjadi di sana.


"Usaha bagus gadis kecil, tapi otot-ototku bisa mengatasinya dengan mudah," katanya melesat maju bagaikan seekor badak.


Setiap langkahnya meninggalkan kehancuran di belakangnya, Ibela menyilangkan tangannya untuk menahan pukulan yang meluncur ke arahnya.


Tanpa bergeming sedikitpun Ibela menahannya dengan baik walaupun pukulan menghujaninya secara bertubi-tubi.


"Hah, kenapa kau masih bisa bertahan dengan pukulanku?"


"Maaf saja, aku sudah berlatih keras untuk menahan serangan seperti ini."


"Jangan bencana."


Satu pukulan menerbangkan Ibela menghantam dinding bangunan.


"Lihat... otot-ototku tak terkalahkan, bukan gayaku untuk melawan seorang gadis jadi akan kuselesaikan ini secepatnya."


Ibela meletakan kedua tangannya di tanah untuk menciptakan dinding tanah sayangnya bagi tubuh Triton yang seutuhnya otot hal itu bukan masalah.


Dinding dihancurkan dengan sikunya setelah ada di depan Ibela dia menghantamkannya seperti seekor banteng.


Ibela menahan pundaknya meski begitu tubuhnya di dorong menembus tujuh bangunan dengan Triton bersamanya.

__ADS_1


"Guakh."


Ibela menarik kunai ke tangannya lalu menikamnya dari punggung musuhnya, bukannya daging itu tertembus melainkan senjatanya yang patah.


Ibela jatuh ke tanah selagi memegangi perutnya, wajahnya dinjak tanpa ampun oleh Triton.


"Meski kau kuat kau tetap tidak akan bisa mengalahkan kekuatanku, akan segera kuakhiri."


Triton mengangkat kakinya bersiap untuk menghancurkan kepala Ibela, dihadapkan dengan kematian Ibela tertawa.


"Apa ada yang lucu?"


"Tidak, selama ini aku telah menyelidiki apa yang kalian perbuat khususnya kekuatan yang luar biasa itu tapi akhirnya aku dapatkan juga."


Triton terkejut saat melihat bahwa Ibela telah memegang obat yang selama ini dia sembunyikan.


Triton menginjakan kakinya namun Ibela lebih cepat menghindarinya dengan berguling lalu menjaga jarak beberapa meter darinya.


"Itu adalah obat transformasi iblis, jika kau memakannya kau akan berubah menjadi seperti itu."


"Kalian tidak ragu untuk memakannya lalu kenapa aku ragu? Apapun yang terjadi aku akan menyelamatkan dunia ini."


"Kau."


Triton berlari untuk menghentikan Ibela sayangnya sebuah pilar api membuatnya terlempar jauh menabrak bangunan.

__ADS_1


Dia menutup wajahnya agar debu tidak masuk ke dalam matanya.


"Tranformasi iblis, tergantung siapa yang meminumnya dia akan menjadi sosok yang berbeda, terlebih obat yang kumiliki adalah pemberian khusus dari tuan Encore."


Saat api menghilang sosok Ibela telah berubah sepenuhnya.


Dia mengenakan body suit terbuka yang menampilkan belahan dadanya, rambutnya terurai panjang dengan dua tanduk sebagai hiasan.


Serta sayap gelap bagaikan sayap burung gagak.


"Demon Blitz," ucap Triton.


Sebelum dia tahu apa yang terjadi wajahnya dicengkeram oleh Ibela lalu dihantamkannya ke tanah sebelum diseret sejauh puluhan meter.


"Sialan."


Triton membalas dengan pukulannya yang mana mengenai wajah Ibela namun tidak berefek apapun, dengan kekuatan luar biasa wajah Triton yang rusak dilemparkan menabrak dinding menghasilkan ledakan yang memekakkan telinga.


Triton yang masih berdiri melesat maju dengan tinju yang di arahkan ke arah Ibela, tentu itu bukan apa-apa baginya.


Dengan mudah menahannya dengan baik.


Ibela memukul Triton jauh ke atas langit, saat dia mengarahkan tangannya itu menciptakan sepuluh lingkaran sihir secara bersamaan yang mana menembakan laser hitam raksasa, membuat tubuh Triton lenyap selamanya.


Orang-orang yang melihatnya langsung terdiam akan hal itu sementara itu tubuh Ibela kembali sedia kala.

__ADS_1


"Aku menang," gumamnya demikian.


__ADS_2