Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 489 : Waktu Bersantai


__ADS_3

Walau tidak bisa menggosok punggung Akane, aku masih bisa melakukannya dengan Selly dan Sella.


Anehnya karena mereka istriku ini malah terasa biasa.


"Suamiku nakal."


"Benar sekali."


Aku hanya pria biasa dari kebanyakan pria yang hidup di dunia ini, yang terbawa oleh hawa nafsu, uang dan tahta.


Kami bertiga berendam selagi menikmati air hangat yang nyaman. Ketika lelah pemandian air panas memang pilihan terbaik.


"Ngomong-ngomong, seperti apa wilayah kelahiran kalian berdua?"


Aku sedikit penasaran dengan itu. Selly yang lebih dulu menjawabnya.


"Itu wilayah yang sangat indah, dipenuhi pepohonan dan pegunungan."


"Serta air sungai mengalir jernih juga, bunga-bunga liar hidup subur di sana."


"Bukannya itu terlihat sangat hebat."


"Sayangnya jika benar bahwa wilayah Install telah dihancurkan pasti keadaannya sangat buruk."


Aku bisa membayangkan hal itu, setelah pekerjaan kami di sini selesai rencananya kami akan pergi ke sana dan membangun wilayah itu lagi.


Yang membuat penasaran desa mereka tinggal seperti apa.


Setelah selesai mandi kami pergi ke kedai untuk makan siang, kerajaan sedang sibuk sekarang karena itu beberapa hari kami memutuskan tinggal di penginapan di kota lain.


Amaterasu yang sudah berkeliling kota muncul dengan Akane dan duduk di kursi kosong untuk memesan sesuatu.


Tentu saja aku yang harus membayarnya.


"Kau ini kebiasaan sekali makan gratis, aku tidak keberatan untuk Selly, Sella dan Amaterasu."

__ADS_1


"Kau ingin menyisihkanku? Padahal setiap malam kau meraba-raba tubuhku, kau harus membayarnya dengan ini."


Semua orang mulai mengalihkan pandangannya ke arahku.


"Aku minta maaf, tanganku bergerak sendiri."


"Bergerak sendiri apanya, kau melakukannya sangat lama."


Beberapa pria bertubuh besar mendatangiku.


"Maafkan aku tuan, sepertinya anda harus pergi ke penjara bersamaku."


"Pelecehan terhadap gadis di bawah umur, hukumannya sangat berat."


Aku meletakkan kantong uang di meja sebelum akhirnya melarikan diri. Orang-orang di kedai mengejarku dari belakang.


"Uwaaaah."


Awalnya cuma beberapa orang sekarang menjadi sekampung, kota ini melindungi gadis kecil dan gadis loli jadi jika ada yang berbuat jahat akibatnya seperti ini.


"Yo kawan... kau baik-baik saja?"


"Apa yang terjadi dengan tanganmu?" tanyaku demikian.


"Aku sempat memasukan gadis loli ke dalam karung lalu mereka memotongnya."


"Ugh."


Wajahku memucat, lebih baik aku segera meninggalkan kota ini.


"Di sana, kejar."


Mereka masih keras kepala, saat aku melirik ke arah pria yang sebelumnya berbicara denganku dia melambaikan tangannya dan berkata.


"Berjuanglah."

__ADS_1


"Orang itu menipuku, tangannya tidak hilang sama sekali."


Beberapa menit berlalu aku akhirnya berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi di bawah gerobak sayur.


Seperti apa yang Ken katakan wilayah kerajaan ini tidak mengizinkan hal seperti itu, aku keluar dari tempat persembunyianku lalu bergegas untuk pergi ke kedai sebelumnya.


Di tengah perjalanan aku bertemu dengan seorang wanita penjual es krim.


"Hari ini cukup panas, apa tuan mau membeli daganganku?"


"Sepertinya tidak ada yang membelinya."


"Tidak sopan, ada dua sampai tiga orang tahu?"


"Kalau begitu aku beli semuanya."


Aku menyerahkan sekantong uang emas sebelum duduk di kursi di belakangnya.


"Bukannya ini terlalu banyak."


"Ambil saja, aku orang kaya loh."


"Nggak kelihatan."


"Aku baru dikejar-kejar warga karena meraba-raba seorang gadis."


Wanita itu tertawa.


"Lain kali berhati-hatilah soal itu.... silahkan."


"Ah iya."


Rasa dingin mengobati rasa lelahku, dia melanjutkan.


"Kota ini dibangun oleh seorang gadis kecil jadi semua orang sangat melindungi gadis seumurannya, kau bahkan bisa dihukum mati jika melukai mereka."

__ADS_1


Kota yang mengerikan.


__ADS_2