Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 177 : Seorang Dari Negeri Samurai


__ADS_3

Pagi yang damai di kediaman masionku.


Atau sejujurnya terlalu damai.


Biasanya akan selalu ada orang yang jatuh dari langit yang membawa masalah atau tiba-tiba ada monster yang langsung muncul dan menghancurkan desa tapi sekarang tidak ada.


Ini aneh bagiku.


Selagi menikmati tehku aku melirik ke arah dimana para istriku sedang bermain dengan putrinya, tentu saja mereka juga anak-anakku juga.


Seri dan Serin sudah berumur 5 tahun sementara adik-adiknya lebih muda setahun.


Selly - Seri.


Sella - Serin.


Felisa - Alisha.


Nermia - Lumia.


Riel - Anela.


Hesna - Nasina.


Aerith - Nymph.


Ristal - Ruby.


Ariel - Elen.


Mereka semua terlihat seperti ibunya dalam versi kecil.


Masionku sudah diperbesar jadi kami semua memiliki kamar masing-masing, tak hanya kami, Rin, Amnestha, Gabriela, Marina, Rusina, kucing oranye Dorothy dan juga Yuki pun tinggal di sini.


Untuk Yuki dia hanya bisa keluar pada musim dingin saja, selama itu dia hanya tertidur di kamarnya.


Tak lama kemudian putriku mengerumuniku dari segala arah.


"Papa... papa."


"Aku sayang papa."


"Aku membuat ini untuk papa."


"Putri-putriku yang sangat imut," kataku selagi memeluk mereka sekaligus lalu melanjutkan.


"Papa tidak bisa mendengarkan kalian secara sekaligus, kalian tolong berbaris satu persatu."


"Baik."

__ADS_1


Setelah berbicara cukup lama bersama anak dan istriku, aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke luar.


Ini adalah wilayah yang kubuat sendiri, sebuah desa bernama desa dataran tinggi dimana menjadi tempat tinggal beberapa ras seperti manusia, naga dan peri bunga, kini mereka punya rumah yang layak untuk ditinggali satu sama lain.


"Selamat pagi kepala desa."


"Selamat pagi untuk kalian berdua, pagi-pagi kalian sudah mau pergi?"


"Istriku sebentar lagi melahirkan, kami ingin mempersiapkan semuanya."


Ayahnya manusia dan ibunya naga, senang semua orang akrab satu sama lain di sini.


"Begitu, selamat... sebentar lagi kalian jadi orang tua."


"Terima kasih, aku ingin kepala desa menyentuh perutku, aku ingin kelak dia menjadi seperti orang luar biasa seperti Anda."


Aku melirik ke arah suaminya yang mengangguk mengiyakan.


"Permisi."


Selain pada istriku aku benar-benar tidak berani menyentuh bagian tubuh wanita lain.


Aku melambaikan tangan ke arah mereka lalu melanjutkan perjalananku, di bawah bukit ini ada sebuah kota bernama Kota Abelon, desa maupun kota ini juga merupakan bagian dari kerajaan Weisvia yang dikelola istiku Felisa sebagai ratunya.


Saat memasukinya aktivitas di sini sudah ramai seperti biasanya, tampak dua orang pria sedang berdebat satu sama lain.


Pria itu menampar pria lain selagi berteriak.


Dan pria lain balas menampar lebih keras.


"Gue belum punya duit."


Orang yang memiliki hutang lebih galak.


"Lu bisa nginjem sama saudara."


"Orang miskin nggak punya saudara."


Mari pura-pura tak melihatnya.


"Yang haus, haus."


"Yang lapar-lapar, silahkan beli."


"Garpu rumput, marah tanpa garpu rumput tidak seru, bisa digunakan pada mantan juga."


"Oi."


Dia merubah fungsinya, orang ini seharusnya ditangkap.

__ADS_1


Kota ini tidak pernah membuatku bosan.


Aku berhenti di depan warung pinggir jalan yang cukup menarik, dimana dia menjual hewan peliharaan.


"Anak ayam, lucu bukan?"


"Menarik, ayam ini warna warni," kataku sebagai balasan.


"Aku sengaja memasukannya dalam cat berwarna, mau beli?"


"Mana sudi, kukira ayam ini sejak lahir seperti ini," teriakku lalu pergi.


Di antara orang-orang yang melintas kulihat seseorang yang berpenampilan berbeda dari yang lainnya, dia wanita berambut hitam bergaya ponytail, ia mengenakan yukata berwarna biru cerah dengan motif putih.


Di pinggangnya terdapat sebuah katana dan terlihat dia sedang mencari seseorang.


Firasatku tidak enak, aku diam-diam mencoba melewatinya namun dia langsung memegangi tanganku.


"Permisi tuan, aku dari negeri samurai.. Apa tuan bisa menunjukan dimana tempat tinggal seorang pahlawan yang terkenal itu, aku membutuhkan bantuannya de gozaru."


Sudah kuduga.


Orang ini mencariku.


"Jika kau mencari pahlawan dia orangnya."


Aku menunjuk ke arah pria tua yang sedang menyapu jalanan selagi membungkuk rendah.


"Tapi dia sudah sepuh."


"Itu hanya penyamaran, sebenarnya dia sangat kuat dan berotot, dengan kekuatannya dia telah mengalahkan semua raja iblis bahkan menyelamatkan dua Negara."


Wanita ini menatapnya dengan pandangan bersinar.


Saat dia pergi aku pun melarikan diri.


"Maaf wahai pahlawan, maukah anda membantu negeriku?"


"Pahlawan?"


"Apa benar Anda orang yang mengalahkan raja iblis itu?"


Pria tua itu tertawa.


"Mana mungkin, aku ini hanya penjaga toko biasa, bukannya orang yang barusan bersamamu adalah pahlawannya."


"Eh, apa Anda serius?"


"Tentu saja, beliau tuan Kazuya yang telah menyelamatkan semua orang."

__ADS_1


Saat wanita itu menengok, orang yang dimaksud telah menghilang.


"Aku telah ditipu de gozaru," teriaknya memegangi kepala lalu berlari sekuat tenaga untuk mengejar.


__ADS_2