
Aku menciptakan sihir hujan untuk memadamkan apinya kemudian memperbaiki rumah mereka yang terbakar.
Jika target mereka Neffiel maka aku harus segera kembali, orang-orang desa mendekat ke arahku untuk memberikan ucapan terima kasihnya.
Mereka sempat akan menawarkan sebuah perayaan untuk desanya yang selamat namun aku menolaknya dengan sopan lalu menghilang dengan sihir teleportasiku menuju desa para elf, kulihat Zeper, Lusy dan Suhen terbaring di tanah.
"Kalian, tidak apa-apa... di mana Neffiel?"
"Maafkan kami, seseorang telah membawanya pergi."
Mereka lebih cepat dari yang kubayangkan.
"Tak apa, aku akan membawanya kembali, kemana dia pergi?"
Zeper menunjuk ke arah sampingnya yang merupakan hutan rimbun, tanpa menunggu lagi aku pun berlari ke arah sana dengan melompat dari dahan pohon satu ke satu lainnya.
Ada yang aneh dengan desa barusan, pertama tidak terlihat kerusakan apapun di sana dan kedua tidak ada wanita elf, aku berhenti lalu kembali secepat yang kubisa.
Dapat kulihat Zeper, Lusy dan Suhen telah bangkit kembali, melihatnya sudah cukup membuatku mendesah pelan.
"Kalian bertiga sedang membohongiku."
Ketiganya melesat ke arahku selagi bergantian mengirim serangannya, Zeper melompat ke atasku, mengayunkan pedang miliknya yang mana kutangkap dengan tangan kosong.
Di saat yang sama, Suhen menggunakan perisai di tangannya untuk menabrakkan dirinya bersamaku.
Aku mundur beberapa langkah ke belakang sementara pedang Zeper yang terlepas segera menusukku tepat di perutku.
__ADS_1
"Kalian benar-benar petualang terlatih," kataku demikian, tepat saat keduanya mundur sihir cahaya Lusy di jatuhkan layaknya sebuah pilar hingga selanjutnya hanya ada bekas lubang dalam setelahnya.
"Haha kalian bertiga berhasil, aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri jika begini," seorang pria asing muncul dari belakang ketiganya, dia melanjutkan.
"Dengan begini maka era suci sesungguhnya akan dimulai."
Aku yang diam-diam bersembunyi di dalam tanah mengeluarkan tanganku ke permukaan, hingga pria asing itu, terkejut lalu mundur ke belakang untuk dilindungi party Zeper yang sudah dikendalikannya.
"Bagaimana kau masih hidup?"
"Serangan seperti itu, tidak akan mempan padaku.. lebih dari itu, siapa kau ini?"
"Siapa aku? Haha aku adalah pengikut yang paling hebat."
Tanpa bertanya pun, aku sudah tahu dia bukan pengikut Dewi.
"Pengikut siapa maksudmu?"
Dia menjadikan Undead sebagai pemimpinnya.
"Biar aku tanya satu hal... apa kau kenal dengan Rafael?"
Aku hanya mencoba bertanya sembarang akan tetapi wajahnya langsung memucat seolah dia tahu tentangnya?
"Kenapa kau tahu salah satu dari Lich tinggi."
Singkatnya Lich di sini sama seperti Arc Priest yang memuja para Dewi, dengan kata lain yang mereka ingin lakukan adalah membangkitkan Dewa mereka dengan melakukan sesuatu pada Neffiel.
__ADS_1
"Jadi begitu... aku pernah bertemu dengannya dulu namun dia telah mati bukan?"
"Dia adalah pengkhianat yang memutuskan untuk mendukung manusia hingga ketiga lainnya membunuhnya dan meninggalkan pedangnya di hutan."
Sekarang semuanya masuk akal.
Dulu Amnestha salah mengenali orang, dia bilang padaku bahwa pedang Grandbell ditancapkan di hutannya oleh pasukan Behemoth namun sejujurnya semua itu dilakukan oleh Lich yang dilayani oleh orang di depanku ini.
"Sudah cukup bicaranya, kalian bertiga serang dia."
Kelompok Zeper kembali menyerangku, tidak seperti sebelumnya, aku tidak membiarkan mereka mendekat ke arahku dan langsung kuledakan mereka hingga berterbangan ke segala arah.
Ketika ketiganya akan bangkit sebuah tangan raksasa terbuat dari bebatuan mencengkeram ketiganya erat.
"Kalian bertiga diamlah sebentar, akan kuurus orang ini."
"Hentikan!
Aku memukulinya hingga babak belur setelahnya tubuhnya kuikat dengan tali sebelum kukirim ke kota suci.
Di sana mungkin aku bisa mendapatkan informasi tambahan.
Untuk para Elf di desa ini, sepertinya seseorang menjadikan para elf sebagai sandera hingga mereka semua tertidur di dalam rumah, sementara Neffiel dibawa pergi.
Untuk kelompok Zeper mereka akan sadar sebentar lagi, tapi sebelum itu...
"Sudah waktunya kau mengatakan di mana tempat rahasia kalian?"
__ADS_1
"Jangan pukul aku lagi, aku akan mengatakannya."
"Baguslah jika kau cepat mengerti."