Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 278 : Arsip Dari Ruang Bawah Tanah Kota Suci Imperal


__ADS_3

Ketika aku memberikan orang asing yang menyerang desaku pada penjaga kota suci, aku dipandu oleh salah satu Arch Priest bernama Elbina ke ruangan bawah tanah, di depan semua orang dia menutup wajahnya dengan tudung sementara saat hanya kami berdua, dia melepaskannya tanpa ragu.


Wajahnya terlalu cantik hingga membuat entah itu wanita atau pria jatuh cinta dengannya, ini juga berlaku untuk ketiga Arch Priest lainnya.


Elbina meniup kristal untuk menyalakan cahaya agar menerangi ruangan tersebut, di dalam sini banyak kertas yang dibiarkan menumpuk begitu saja dengan debu memenuhi setiap sampulnya.


"Ini dia, Era Suci Kegelapan."


Elbina menyerahkan secarik kertas dokumen di mana di dalamnya merupakan masalah yang kuhadapi.


Apa itu Era Suci Kegelapan? Dan siapa empat Lich tersebut.


Sebelumnya aku sudah mengenal Rafael kemudian Virda, Deus dan satu lagi adalah Leonel.


Mereka tadinya merupakan orang-orang yang bertentangan dengan Dewi, membuat kerusakan di mana-mana serta yang paling buruk mereka ingin menjadikan seluruh manusia maupun ras lainnya menjadi Undead.


Dan diarsip ini juga mereka dikatakan pernah menyerang kota suci beberapa kali, setelah kota suci berakhir maka mereka akan memiliki kekuasaan lebih untuk menyesatkan banyak orang.


Pertanyaannya kedua, siapa yang menjadi tuan mereka? Aku mengambil dokumen berikutnya dan kulihat ada foto seseorang yang tak asing di sana.


Ia memiliki rambut hitam panjang dengan telinga runcing serta gaun yang sempit mengikuti lekuk tubuhnya yang sempurna.


"Jadi begitu."

__ADS_1


Aku menyandarkan punggungku di kursi selagi menatap jauh langit-langit ruangan.


"Apa kau tahu sesuatu Tuan Kazuya?"


"Sejauh ini akhirnya aku mengerti satu hal, tapi demi memastikannya aku harus menanyakannya langsung."


"Syukurlah kalau begitu, apa kami perlu membantu juga?"


"Kurasa tidak usah, aku akan melaporkan semuanya nanti, terima kasih atas bantuannya, aku pergi sekarang."


"Secepat itu.."


"Jika dibiarkan, sudah jelas mereka mengincar kota ini lagi, lain kali kalian bisa mampir ke desaku, aku sangat menyambut kalian."


"Itu bukan masalah."


Kugunakan sihir teleportasi dan dalam sekejap aku tiba di sebuah kastil besar yang ada di bawah gunung.


Mereka semua ada di sini, aku hanya harus menyerang mereka secara terang-terangan dan melihat bagaimana mereka akan bereaksi.


Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan sekitar lima bola api yang kulesatkan pada kastil tersebut, orang-orang berjubah bermunculan lalu menyerangku dengan apa yang mereka punya.


Sihir yang mereka gunakan cenderung tingkat menengah ke bawah.

__ADS_1


Aku bahkan tidak perlu repot-repot bergerak lalu aku memunculkan sihir Summon.


Dan yang kupanggil adalah lima Golem raksasa yang siap bertarung tanpa henti, orang-orang diterbangkan dengan mudah oleh mereka.


"Gwaaaah."


"Aaah."


"Apa-apaan orang ini?"


"Kalian semua akan dipenjara di kota suci."


Sebelum aku ingin menangkap mereka sebuah bayangan muncul di bawah kaki mereka lalu dari sana muncul mulut-mulut raksasa yang mencabik-cabik tubuh mereka tanpa ampun.


"Kau menghabisi rekanmu sendiri," kataku ke arah pria yang muncul dari dalam kastil, ia memiliki rambut panjang dengan tubuh tinggi layaknya model pada umumnya.


Di bawah kakinya tampak bayangan yang hidup, dia adalah Leonel sang Lich pemakan manusia.


"Mereka sudah tidak dibutuhkan lagi sebagai Manusia," tepat saat ia mengatakannya orang-orang yang sebelumnya dia habisi berubah menjadi undead.


"...."


"Aku tidak akan biarkan siapapun mengganggu ritual kebangkitannya."

__ADS_1


__ADS_2