
Di kerajaan Weisvia dimana semua orang berkumpul di satu meja, Heis duduk selagi mendengarkan pidato yang dikeluarkan oleh Hiji mengenai kemunculan orang yang menggagalkan rencana perekrutan pasukan baru serta pergerakan pasukan Raja Iblis Nikel.
Seperti yang ia katakan orang yang menyerangnya telah dinyatakan hilang sementara pasukan raja iblis dikatakan sedang menyisir kawasan barat kerajaan Weisvia.
Mendengar semua itu Heis mengangkat suara, bagaimanapun dia seorang pahlawan yang mana kata-katanya adalah sebuah hal yang patut dipertimbangkan hingga semua orang harus mengikuti apa yang dia katakan, itulah yang selalu dia pikirkan.
Baginya dialah pusat dari dunia ini, semua perhatian hanya ditunjukan untuk dirinya.
"Seperti yang diharapkan dari seorang pahlawan, apa Anda punya ide?"
"Kita akan memasang berbagai jebakan di jalan barat serta menempatkan seluruh pemanah di atas mereka. Kita juga bisa membuat lubang-lubang besar di bawah tanah untuk menjerumuskan mereka semua."
"Ide yang bagus, apa semuanya setuju?"
Semua orang dipertemuan itu menganggukkan kepalanya, mereka bukannya tidak punya ide hanya saja setiap apa yang mereka katakan akan langsung ditolak oleh Heis entah itu bagus atau buruk.
Heis memiliki skill unik disebut mata jahat pesona, salah satu dari keempat skill mata yang terkenal di dunia ini, apapun perkataannya tidak bisa ditolak hingga seluruh kerajaan ini sebenarnya telah jatuh dalam kekuasaannya.
__ADS_1
Hanya satu orang yang masih belum terpengaruh itu adalah putri di kerajaan ini bernama putri Felisa, Felisa adalah seorang gadis di usia 15 tahun dengan rambut pirang, karismanya telah membawa orang-orang memuji kecantikannya, bagi Heis dia hanya ingin mengincar tubuhnya hingga ia bisa bersenang-senang setiap saat dengannya meskipun sebenarnya dia sudah memiliki 100 wanita di kamar pribadinya dan akan selalu diganti setiap bulannya dengan wanita lain dengan jumlah yang sama.
Sebuah kehidupan yang menjijikan yang bisa dipikirkan banyak orang, putri Felisa yang sudah menyadarinya dari awal telah melarikan diri ke kota, hingga ia telah menghilang dalam beberapa minggu selanjutnya. Kedua orang tuanya telah meninggal dan kini hanya dialah pewaris tunggal kerajaan.
Dengan menikahi putri juga, Heis bisa menjadi raja dan ia akan menjadi orang paling berkuasa di kerajaan ini, itulah yang dia inginkan.
Heis keluar dari ruangan rapat lalu berjalan ke sebuah pintu besar yang menjadi ruangan khususnya saat ia membukanya para wanita dengan pakaian tipis telah menyambutnya dengan ramah.
"Mari bersenang-senang semuanya," kata Heis melompat ke arah mereka.
***
Di depanku wanita bernama Elona sedang membersihkan gelas-gelas bagi pelanggannya.
"Heh, begitu kah? Kau berniat membeli tanah di luar kota ini."
"Yah, kupikir aku akan menetap di kerajaan ini."
__ADS_1
Para pelayanku hanya tertidur di atas meja karena terlalu banyak minum anggur, aku pikir aku sudah melarang mereka melakukan itu hanya saja aku kecolongan.
Mereka benar-benar harus diawasi.
"Ngomong-ngomong tuan Kazuya, ini mungkin sudah terlambat tapi kudengar putri telah menghilang dari kerajaan ini?"
"Menghilang?"
"Kukira ini semua ulah pahlawan itu, dia mengendalikan seluruh kerajaan ini... dan kudengar dia selalu membawa 100 wanita berbeda ke dalam istana setiap bulannya, kebanyakan dia ambil dari rumah bordil serta gadis-gadis polos di desa."
"Orang itu sama sekali tidak mencerminkan seorang pahlawan," aku mendecapkan lidahku selagi meminum air dingin di gelasku.
Elona mengeluarkan rokok kemudian menyalakannya dengan sihir api.
"Lalu bagaimana rencanamu?"
"Aku ingin merubah kerajaan ini dan aku perlu bantuanmu untuk melakukannya.. aku ingin anak buahmu untuk menyelidiki segala rencana yang dilakukan kerajaan demi menghadapi pasukan raja iblis Nikel."
__ADS_1
"Sepertinya kau memikirkan sesuatu yang menarik," Elona hanya tersenyum senang sebelum menghisap rokoknya.
Atas permintaanku kini Elona telah tinggal di kota Abelon, membuka bar dan mulai menyebarkan jaringannya ke seluruh benua ini dimana akulah yang menjadi pemimpinnya.