Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 254 : Daun Semanggi


__ADS_3

Bellatrix terbang lebih rendah dari sebelumnya, menyisir pegunungan tinggi, aku melihat beberapa anak sedang mencari sesuatu di padang rumput.


Karena penasaran aku meminta Bellatrix turun lalu menyapa mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanyaku demikian.


"Kami sedang mencari daun semanggi berdaun empat."


"Semanggi berdaun empat?" ucap Bellatrix di belakangku dalam wujud manusianya.


"Untuk apa kalian mencarinya?" hal itu jelas yang harus ditanyakan.


"Kami ingin menjualnya, di tempat kami tinggal daun ini cukup laku, bisa menemukannya maka kami punya banyak uang."


Aku melirik ke arah jauh dari tempatku berdiri, bisa kulihat ada sebuah kota di sana, tepatnya di dekat aliran sungai yang mengelilinginya.


"Bolehkah aku juga ikut mencari."


"Tentu saja, kakak bisa mencari dimana saja."


Bellatrix berkata ke arahku.


"Kazuya bukannya kita harus pergi?"


"Tidak usah terburu-buru, bukannya dia bilang kita bisa mendapatkan uang dengan ini."


"Aku juga memang sedikit penasaran, memangnya untuk apa orang membelinya."


Kami berdua berjongkok untuk mencari di antara semak-semak, bertepatan itu anak-anak berhasil mendapatkannya.


"Aku menemukannya."


"Aku juga."

__ADS_1


Seiring waktu anak-anak mulai menghilang satu persatu dan hanya aku dan Bellatrix saja yang tertinggal di belakang hingga siang hari.


"Kita tidak mendapatkannya Kazuya."


"Jika begini, biar aku buat sendiri."


Aku memunculkan dua daun semanggi yang mana salah satunya kuberikan pada Bellatrix.


"Harusnya kau lakukan dari tadi," teriak Bellatrix.


"Aku tidak boleh menunjukannya pada mereka, melakukan hal seperti ini juga kadang menyenangkan."


"Kau ini bocah kah."


Setelah mendapatkannya aku dan Bellatrix berjalan ke arah kota, sesampainya di sana hal mengejutkan telah terjadi, anak-anak yang sebelumnya mengambil daun semanggi semuanya meninggal.


Orang-orang mengumpulkan mereka dalam satu barisan dengan penutup kain di tubuh mereka.


"Apa-apaan ini?"


Aku menggigit bibirku lalu berkata pada salah satu orang terdekat.


"Kenapa dengan mereka?"


"Mereka meninggal karena keracunan makanan."


Aku bisa melihat mulut mereka berbusa.


"Eh, Kazuya... bukannya kita bertemu dengan mereka pagi ini."


Aku jelas mengingatnya.


"Apa maksud kalian?"

__ADS_1


"Sebenarnya kami bertemu di padang rumput sebelum datang kemari, mereka bilang ingin mengambil daun semanggi berdaun empat agar bisa dijual," mendengar perkataanku, wajah pria yang kutanya terkejut.


"Anak-anak ini memang suka mengumpulkan daun semanggi, mereka bilang akan menjualnya pada orang lain dari luar kota agar mereka bisa makan tapi kami lebih memilih membelinya karena merasa kasihan."


Aku mengepalkan tinju lalu kembali bertanya.


"Kenapa mereka keracunan?"


"Mereka tinggal di panti asuhan dan hanya mengandalkan makanan yang dikirim dari ibukota tiga hari sekali, sepertinya pejabat di sana mengganti makanan dengan makanan kadaluarsa, praktek korup sudah terjadi di negara ini."


Aku berjalan menerobos orang-orang untuk meletakan daun semanggi di tangan seorang anak yang kuajak bicara, kalau saja aku datang kesini bersama mereka, aku masih bisa menghidupkan mereka.


Aku berdiri lalu berjalan pergi.


"Hey, Kazuya.. apa yang akan kau lakukan? Ini bukan kerajaan Weisvia, jika kau membunuh mereka itu hanya akan menyulut peperangan dua kerajaan."


"Jika semua orang di dalam negara ini bersalah, aku akan menyelesaikannya sendirian tanpa ikut campur kerajaan."


"Kau gila... kau akan menghancurkan negara hanya karena mereka mati."


Bellatrix memegang tanganku dan aku mendorongnya ke tembok.


"Kazuya?" wajahnya tampak terkejut.


Naga memiliki umur panjang dan terkadang mereka juga abadi, karena itu, mereka tidak tahu arti memiliki hidup singkat.


"Maaf Bellatrix, tapi bagiku nyawa mereka sangat berarti walau aku hanya mengenal mereka beberapa detik, senyuman mereka, tawa mereka seharusnya tidak direbut begitu saja oleh orang yang tidak bertanggung jawab... alasan kenapa mereka menjual daun semanggi karena mereka kelaparan, aku sempat melihat salah satunya memegangi perut mereka."


"Kazuya, kau?"


"Walau sebagian anak-anak itu tahu bahwa ada racunnya, mereka tetap memakannya karena lapar."


"Mustahil."

__ADS_1


"Tunggu, biarkan aku juga ikut."


__ADS_2