Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 330 : Masa Lalu Dari Kerajaan Riteila Bagian Ketiga


__ADS_3

Aku membawa Theo ke penginapan hingga ia diam dengan wajah memerah.


"A-anu."


"Tuan membawa pemuda manis."


"Bagaimana kalau main dengan tante."


Theo berlari dan bersembunyi di belakangku, kurasa mereka sengaja menggodanya agar membuatku cemburu atau marah.


"Jangan hiraukan mereka, yang lebih penting apa kau sudah tahu kebenaran dari kerajaan ini?"


"Tidak sama sekali, setiap sebulan sekali akan ada orang yang dikirim ke kota ini lalu di eksekusi dengan cara dibakar."


"Biar kukatakan yang sesungguhnya."


Aku mengatakan apa yang kudapat dari kesatria padanya, hingga ia memucat.


"Mustahil?"


"Itulah kebenarannya, sekarang bagaimana... apa kau memilih kerajaan yang melakukan kejahatan atau para pengikut iblis yang datang membalas dendam."


Tergantung jawabannya maka aku akan memilih langkah selanjutnya.


"Aku akan merubah kerajaan ini dan menghentikan keduanya."


"Jika itu keinginanmu maka aku akan membantu."


Aku duduk di tempat tidur.


Amnestha memelukku dari belakang sementara dua lagi merangkul lenganku.

__ADS_1


"Anu... apa sebaiknya aku pergi saja sekarang."


Ketiga pelayanku memang tidak punya akhlak.


Pagi berikutnya di luar kota, kami semua merencanakan sesuatu untuk memulai sebuah reformasi. Theo mengumpulkan beberapa orang yang bisa dia andalkan.


Hal yang akan kami lakukan adalah menyebarkan kebenaran ke semua wilayah untuk menghentikan pergerakan pengikut iblis.


Obrolan mulut dari mulut adalah sesuatu yang kami kerjakan sekarang.


Bersama itu suatu hal yang aneh telah terjadi, aku menengadah ke langit saat sebuah lingkaran sihir hitam tercipta seluas kota ini, di atas lingkaran sihir itu ada seorang pria dengan lengan kanan menyerupai lengan iblis dan sayap di punggungnya.


Ketiga pelayanku buru-buru berlari ke arahku, dan Rin menyeret Theo lalu melemparkannya hingga Amnestha menangkapnya.


"Dadamu, dadamu."


"Diam jangan bergerak, jika tidak ingin mati."


Amnestha mengulurkan tangannya menciptakan tanaman kecil yang bercahaya terang. Saat dinding menghilang seluruh penduduk yang sebelumnya kami lihat telah menjadi zombie.


Theo terduduk dengan wajah terkejut sementara aku masih menengadah ke langit untuk memperhatikan seseorang yang melayang di sana lalu kemudian dia terbang ke tempat lain.


"Bagaimana sekarang tuan?" tanya Gabriela.


"Apa boleh buat, kita akan meledakan seluruh tempat ini," mendengar perkataanku. Theo mencengkeram kerah bajuku.


"Jangan bercanda, di antara mereka ada teman-temanku."


Amnestha segera menarik Theo.


"Lihat baik-baik, semua orang sudah mati kemudian mereka terkena kutukan kematian, tidak ada yang bisa kita lakukan."

__ADS_1


"Tapi.."


"Amnestha bawa Theo pergi, biar kami urus yang ada di sini."


"Oke."


Di saat Amnestha dan Theo berlari pergi, aku dan Rin melawan para zombie yang bergerak maju sementara Gabriela melakukan persiapan untuk meledakan kota ini.


Bagaimanapun tidak ada yang bisa kami lakukan lagi.


Aku mengeluarkan dua pisau dari bajuku kemudian memotong tubuh para zombie yang mendekat. Jika urusan memotong, Rin yang paling ahli.


Dia melakukannya sangat cepat hingga aku pun tidak bisa melihat pergerakannya. Kuayunkan tangan kananku memotong satu tangan zombie saat dia mundur kuayunkan pisau lain memotong kepalanya hingga tumbang.


"Bagaimana Gabriela?" tanyaku demikian.


"Sebentar lagi, aku harus memperluasnya hingga menutupi kota."


"Aku mengerti."


"Harusnya aku membuat lingkaran ini selagi terbang."


Aku dan Rin terus menumbangkan para zombie yang rasanya tidak pernah berkurang, sampai Grabiela pun selesai merapal.


"Kita bisa pergi sekarang."


Kami bertiga akhirnya keluar dari kota lalu Gabriela mengaktifkan sihirnya hingga dalam sekejap ledakan menelan seluruh kota dalam lingkaran cahaya.


Theo yang memperhatikan dari sampingku hanya bisa mengepalkan tinjunya dengan kesal.


Entah penduduk kota atau teman-temannya semuanya telah mati.

__ADS_1


__ADS_2