Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 43 : Serangan Dari Guild


__ADS_3

Aku memutuskan pergi ke kota hingga menemukan sosok Hesna, Nermia dan Riel sedang berada di dekat salah satu toko bunga, tak hanya mereka di sekelilingnya tampak beberapa pria berlutut di bawah kaki ketiganya.


Aku pikir ada masalah di sana, lebih baik aku mencari jalan memutar lagipula dari tadi ada beberapa orang yang terus mengikutiku dari belakang.


Berbelok di persimpangan jalan kutemukan diriku berada di gang sepi tanpa siapapun.


"Bukannya sudah waktunya kalian muncul?"


"Hebat juga kau."


Dari atas genteng turun sekitar 7 orang pria yang tidak kukenal, mereka mengenakan armor sederhana dengan berbagai senjata di setiap orangnya.


"Jangan dendam pada kami, aku hanya mengikuti perintah."


Seorang pria berkata demikian selagi menerjang ke arahku tanpa pikir panjang, aku menarik diriku ke samping untuk menghindarinya hingga ia hanya menebas angin selagi tersungkur jatuh ke bawah.


Dua selanjutnya mengikuti dari belakangnya selagi menyerangku dengan pedang mereka, sejak aku menggunakan ke 10 cincin di tanganku, aku sudah jarang menggunakan pedang meski begitu kurasa ini waktunya untuk mencoba pedangku yang selalu berada di pinggangku ini.


Pedang yang saling bertubrukan menghasilkan suara lengkingan yang menyakiti telinga, pria yang sebelumnya terjatuh balik ke arahku selagi menebaskan pedangnya.


Aku diserang dari segala arah.


Aku bisa saja menahannya juga hanya saja sebelum aku lakukan seseorang jatuh dari langit kemudian menindihnya hingga tenggelam ke dalam tanah.


Sosok yang mendudukinya hanya tersenyum senang.


"Sepertinya tuan sedang bersenang-senang di sini, boleh aku ikut juga," orang yang mengatakan itu adalah naga emas Hesna yang mana membuat semua orang menutup mulutnya dengan rasa ketakutan.


Yah, aku diberkahi dengan orang-orang kuat di sekelilingku.

__ADS_1


Saat aku melirik ke arah petualang lainnya kedua pelayanku yang lain telah menjatuhkan mereka. Padahal aku baru saja ingin mencoba pedangku.


"Riel kau terlalu berlebihan."


"Nermia juga."


Kami mengikat mereka menjadi satu dengan tali lalu mulai mengintrogasinya. Seperti yang kuduga mereka dari guild pedagang Hebet yang baru-baru ini menjadi musuh kami.


"Apa sebaiknya aku menghancurkan tempat itu," aku segera menolak usulan yang dilontarkan oleh Hesna.. tanpa dia lakukan Guild itu akan hancur dalam beberapa minggu lagi.


Kami hanya harus menunggu.


Aku akhirnya membiarkan orang-orang ini diurus oleh kelompok Zeper.


"Ngomong-ngomong kalian bertiga, aku sempat melihat beberapa pria berlutut di dekat kalian, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Soal itu."


Nermia yang menjawabku.


"Mereka berusaha menyatakan perasaan mereka pada kami."


"Benarkah? Kalian menjawab apa?"


"Tentu saja kami menjawab bahwa tubuh dan raga kami sudah dipersembahkan pada tuan Kazuya."


Ketiganya mengangguk mengiyakan.


Kini orang-orang akan salah paham padaku.

__ADS_1


Aku menjatuhkan diriku lemas.


"Mereka itu tidak melihat posisi mereka sendiri," kata Hesna disusul Nermia dan Riel.


"Benar sekali."


"Aku juga berfikir demikian."


Aku berteriak ke arah ketiganya.


"Kalian, jangan pernah remehkan perasaan orang lain."


Itu menjadi perkataan mutiara yang kuucapkan untuk hari ini.


Kami kembali berpisah di depan guild serikat.


"Aku ke sini."


"Aku ke sini."


"Aku ke sana."


"Sebenarnya kalian sedang melakukan apa?"


"Tentu saja berbelanja, mari berpencar."


Ketiganya menghilang dalam sekejap, biarlah.. lagipula di dekat sini tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan mereka.


Aku memasuki guild pedagang dan kulihat antrian guild masih tetap panjang yang mana cukup membuat para staf kerepotan, kuharap mereka akan baik-baik saja ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2