Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 415 : Lima Titik Serangan Iblis


__ADS_3

Belakangan ini aku mendapatkan laporan soal serangan iblis, karena itulah aku memeriksanya langsung seorang diri ke kota yang sudah dihancurkan.


Di kota ini reruntuhan yang terbakar hal yang bisa aku lihat jelas, di setiap langkahku tampak mayat-mayat gosong dibiarkan tergeletak begitu saja. Aku tidak yakin, tapi kurasa demi membunuh para iblis ini mereka sengaja membakar kotanya.


Aku kembali melanjutkan perjalananku dan menemukan botol kosong aneh yang mencurigakan, aromanya sangat menyengat hingga seorang anak kecil menghampiriku dari belakang dan aku berbalik untuk melihatnya.


"Cairan di botol itu membuat seseorang menjadi iblis."


"Kau yakin?"


"Aku melihatnya sendiri, saat mereka meminumnya walau setetes mereka langsung berubah dan menghancurkan kota ini."


Seseorang berusaha membuat pasukan kah.


"Apa warga kota di sini sudah pergi mengungsi?"


Anak kecil itu menggelengkan kepala lalu menuntunku ke arah hutan di mana hanya sekitar dua puluh orang saja yang masih hidup.


"Kami tidak bisa kemana-mana, kami juga belum makan sejak kemarin."


"Tinggallah di desaku, itu jauh lebih baik dibanding tinggal di sini."


Aku memindahkan mereka sekaligus ke desa dan meminta Fate dan Arisa untuk mengatur semuanya dari tempat tinggal maupun makanan, sementara aku kembali ke lokasi itu kembali.


Setelah mendengar apa yang terjadi aku akhirnya mengerti, ada segerombolan petualang yang membakar kota ini tanpa peduli siapapun yang ada di dalamnya. Jika aku menemukannya aku akan mengirimnya ke penjara ibukota.


Selagi memikirkan itu, langkahku terhenti oleh sekumpulan mayat di tanah di mana mereka dibunuh dengan cepat. Aku memeriksa keadaannya dan semuanya dibunuh secara sama dengan sebuah tembakan mirip laser yang menembus kepala.


Mereka semua ternyata petualang yang membakar kota tersebut. Sepertinya orang yang membuat iblis tersebut marah lalu menghabisi semuanya.


Aku memunculkan layar di depanku untuk memeriksa kemana saja iblis itu berada, ada lima titik sekaligus yang muncul di sana.

__ADS_1


Kurasa aku akan bekerja keras sekarang.


Kugunakan sihir teleportasiku ke titik pertama yaitu sebuah hutan rimbun dimana aku berdiri di atas tebing curam. Dari sini kumunculkan busur di tanganku lalu membidiknya dari kejauhan.


Setiap panah yang kulesatkan itu menciptakan ledakan yang mana mampu membuat tanah terangkat ke udara.


Para iblis ini tidak memiliki akal bahkan ketika aku menghancurkannya mereka hanya terus bergerak ke arah desa yang mereka ingin tuju, aku terus melesatkan panah hingga seluruh iblis itu hancur. Karena sudah selesai aku ke titik kedua yang merupakan sebuah kota kecil di ujung wilayah kerajaan.


Untuk ini aku menggunakan sihir tingkat atas yang mana menciptakan bola api raksasa.


"Fire Bolt."


BUAAAAAARRR.


Bola cahaya menelan seluruh area hingga menciptakan kawah raksasa yang berukuran lebih dari 50 meter.


"Selesai."


Salah satu pendeta wanita tampak terpojok hingga aku muncul di depannya selagi mencengkeram wajah iblis itu tanpa kendala lalu membakarnya dengan api hitam.


"Terima kasih."


"Biar kuurus semuanya."


Dari atas langit ratusan pedang terbuat dari es bermunculan kemudian meluncur menembus targetnya, setiap iblis yang terkena berubah jadi es lalu hancur menjadi debu es.


"Hebat sekali, aku baru melihat sihir seperti ini."


"Kalau begitu aku pergi."


"Tunggu."

__ADS_1


Aku muncul di titik keempat yang merupakan sebuah kota yang padat penduduk, karena kemunculanku para petualang yang bersiaga tampak terkejut.


"Biar aku saja yang mengurusnya."


"Siapa kau berani mengatur kami," seorang pria kasar mencengkeram kerahku.


"Hentikan, dia mungkin ingin membantu."


"Berisik... kita dibayar untuk mengalah mereka bukan? Aku tidak akan kau seenaknya ikut begitu saja."


"Aku tidak butuh uang, kalian semua bisa membaginya... izinkan aku melakukannya."


Pria itu menyeringai.


"Hanya satu detik, aku hanya memberikan waktu sebanyak itu."


"Sedetik juga sudah cukup."


Aku mendorong tangannya untuk melepaskan diri dari cengkeramannya, tepat saat itu para iblis yang berjumlah lebih dari 500 orang muncul dalam serempak sementara aku berjalan beberapa langkah ke depan.


"Memangnya kau bisa melakukan apa dengan waktu satu detik, menyingkirlah dan biarkan semuanya pada kami."


Aku memasukan tanganku ke dalam saku celanaku dan berkata.


"Area Field.... Zona Penghakiman."


Bersamaan itu langit seketika berubah gelap gulita bersamaan itu sebuah rantai melilit mereka dengan cepat dan memasukannya ke dalam tanah hingga langit kembali sedia kala.


Semuanya hanya perlu satu detik.


Mata semua orang hanya bisa melotot terkejut selagi menganga, sementara aku muncul dititik terakhir yaitu di ibukota Weisvia.

__ADS_1


Di sini iblis yang menyerang sangatlah banyak dan juga di langit aku bisa melihat dua orang yang merupakan dalang dari semuanya.


__ADS_2