Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 331 : Malfeed Darkness


__ADS_3

Setelah ledakan kota yang pertama semua orang yang akhirnya mengetahui kebenaran dari kerajaan Riteila mulai melakukan kudeta hingga raja sebelumnya dihukum mati dan Theo diangkat menjadi raja baru, meski begitu semua hal dibayar dengan mahal.


Kebencian para pengikut iblis tidaklah pernah menghilang, dua kota kemudian harus berakhir sama diledakkan oleh Gabriela, terlebih salah satu kota tersembunyi di bawah tanah pun menjadi pusat pembantaian dan menjadikan markas bagi para pengikut iblis.


Aku maupun ketiga pelayanku pun bertarung habis-habisan di sana termasuk dengan pria yang sebelumnya merubah seluruh manusia menjadi zombie.


Saat dia terbaring di tanah, aku menusukan pedang di tanganku tepat di jantungnya.


"Jangan berpikir bahwa semua ini akan selesai."


"Tidak, semuanya telah selesai."


Itulah kata-kata terakhirnya, sejak itu kota ini menjadi kota mati yang ditinggalkan.


Aku berkeliling ke setiap bangunan selagi menyentuhnya, sudah jelas bahwa Almaira adalah keturunan Theo dan juga alasan kenapa celah dimensi bisa terbuka seutuhnya bukan karena Behemoth seorang melainkan ulah manusia di tempat ini juga.


Aku berjalan lebih masuk ke dalam kota sampai kutemukan seseorang pria duduk di atas bangunan dengan satu lutut di tekuk.


Dia menggunakan jubah berwarna biru bertudung yang menutupi wajahnya, kaos putih serta celana panjang hitam.


"Yo, lama tak bertemu Beaufort Reymond... bahkan di era seperti ini, kita bisa bertemu lagi."


"Sudah kuduga semua ini ulahmu, Malfeed Darkness."

__ADS_1


Pria di depanku menyeringai senang kemudian melepaskan tudung yang menutupi wajahnya menunjukkan wajah tampan dengan rambut biru, ia memiliki mata berwarna merah dan usianya terlihat lebih muda dibanding dulu hingga kami berdua terlihat seumuran.


Alasan kenapa kota ini disebut Darkness karena diambil nama dari pendirinya.


Dialah pelaku dari pembantaian di tempat ini termasuk kehancuran tiga kota yang terjadi di masa lalu.


"Sudah kubilang semuanya belum berakhir, kini akan jauh berbeda dari sebelumnya."


Aku membalas.


"Saat dulu aku tidak menyadarinya, sebelum kau mati kau menggunakan sihir reinkarnasi pada tubuhmu."


"Aah, alasan kenapa aku membunuh penduduk kota ini adalah untuk itu... walau membutuhkan waktu lama kurasa hasilnya jauh dari yang kubayangkan, aku memiliki tubuh yang kuat.. dilihat dari pakaianmu kau juga menyamar jadi siswa akademi."


"Aku tidak tertarik dengan itu, kalau tidak salah ada seseorang yang meminta kekuatan padaku... dia sudah repot-repot datang kemari karena itu aku memberikannya."


Itulah yang terjadi.


"Aku yakin bukan hanya satu orang," aku dengan tegas menegaskannya.


"Seperti biasa pikiranmu sangat tajam."


Sekitar 10 orang telah mengepungku dari segala arah dan mereka semua manusia.

__ADS_1


"Kota ini awalnya kota indah namun raja itu malah membangun kota lain di atas kota ini lalu dia bahkan menelantarkan orang-orang yang terkena bencana alam dan membiarkan anakku mati.. anakku sangat ingin melihat dunia luar, suatu hari dia memutuskan untuk keluar dari kota ini namun apa yang dia terima hanyalah kematian. Aku mulai mempelajari berbagai sihir terlarang kemudian membantai kotaku sendiri dan mulai mengajari banyak orang cara mengikat kontrak dengan iblis."


Tangan kanan Malfeed mulai berubah seutuhnya, entah ukuran ataupun bentuknya yang menyerupai tangan iblis.


Berbeda dari yang kuingat sekarang tangan itu mengeluarkan api biru hingga seluruh tubuhnya terselimuti lalu membumbung tinggi menyerupai wajah iblis.


"Sebelum kerajaan ini hancur aku tidak akan berhenti, terlebih banyak hal telah kukorbankan sampai sejauh ini."


Walau semua orang berkata mereka adalah orang-orang yang mengikat kontrak iblis namun sebenarnya bukan seperti itu.


Pertama orang-orang ini belajar menggunakan skill [ Pelahap ] yang merubah tangan mereka seperti sekarang, kemudian mereka memanggil iblis rendah dari dunia bawah karena jauh lebih mudah.


Saat iblis dipanggil tangan mereka memakan iblis tersebut lalu mengambil jiwa mereka, itulah kenapa di bawah telapak tangan itu terdapat mulut yang menganga dengan gigi berjeruji.


Dibanding menggunakan kekuatan iblis, kekuatan itu lebih disebut merubah manusia menjadi iblis sendiri.


"Berapa iblis yang telah kau makan?" tanyaku.


"Lebih dari satu juta," katanya tersenyum sebelum bangkit dan melanjutkan.


"Karena kau telah menemukan persembunyianku, kurasa sudah waktunya pergi ke luar... dalam waktu dekat rencanaku akan dimulai, sampai saat itu akan kuhancurkan semuanya."


Malfeed menggunakan sihir teleportasi untuk menghilang sementara sepuluh orang bawahannya menyerangku secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2