Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 458 : Makhluk Bencana...


__ADS_3

Aku memutar pedangku setelah melewati tebasan beruntun Hades, dengan menambahkan skill penguatan aku menarik diriku lebih kuat lagi hingga saat Hades menahan pedangku pijakannya menciptakan retakan ke sekelilingnya.


"Dasar monster, seberapa banyak pertarungan yang pernah kau alami?"


"Lebih banyak dari yang kau pikirkan."


Hades mencengkeram wajahku lalu melemparkannya jauh ke belakang, dia mengayunkan pedangnya untuk menciptakan bilah hitam yang menghantamku secara langsung.


"Infinite Explotion."


DUAR!


Aku berdiri dengan seluruh asap mengepul dari tubuhku, walau ledakan barusan bisa kuminimalisir dampaknya tetap saja cukup merepotkan. Aku menancapkan pedangku untuk tetap bisa mempertahankan diriku agar tidak tumbang.


"Kau mau mengaku kalah."


"Selama aku masih hidup aku tetap akan berjuang."


Aku selalu ingin mengatakan itu, biar terlihat keren.


"Orang sepertimu membuatku muak, akan kutunjukan keputusasaan sesungguhnya."


Dari setiap celah baju besinya sebuah kegelapan menyeruak dari dalam sana, kegelapan itu melayang ke udara lalu membungkus pedang di tangannya.


Jika soal kutukan aku juga tidak akan kalah, dari pedang yang kupegang bayangan yang sama muncul.


"Pedang itu?"


"Aku memberikan nama pedang ini pedang Ragnes."


"Pedang itu sangat terkutuk, aku tidak pernah mendengar seorang manusia bisa menggunakannya."

__ADS_1


"Jika berpikir begitu berarti kau salah besar."


Kuayunkan pedang ke bawah dan 'Wus' bilah hitam itu meluncur dengan kecepatan kosmik, setiap bangunan yang dilewatinya terbelah dua meninggalkan kehancuran di belakangnya, pada saat Hades menahan dengan pedang miliknya seketika pedang itu memantulkan bilah tersebut kembali ke arahku.


Tentu aku bisa melenyapkannya dengan mudah, di sisi lain pedang Hades telah hancur berserakan.


"Ini kesempatanku."


Aku menghentakan kakiku melesat maju selagi berkata.


"Himitsu no ugoki."


"Aku tidak akan kalah dengan ini.... Infinite Explotion."


Aku melompat secara zig-zag meninggalkan ledakan beruntun yang hampir mengenaiku, saat aku sampai di depannya kuayunkan pedangku melesat melewatinya.


"Tebasan Api Hitam."


"Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan seperti ini, tidak masuk akal."


"Kau mungkin akan terkejut tapi kekuatanku sekarang lebih rendah dibandingkan kekuatanku yang dulu."


"Omong kosong."


Suara Hades menghilang selamanya, tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang mana terbang ke langit.


Langit yang tadinya cerah kini telah tertutup awan hitam hingga selanjutnya kilatan petir menyambar ke permukaan kota menghasilkan ledakan ke setiap yang dikenainya.


"Celaka, ini sama seperti kemunculan makhluk bencana itu," suara itu berasal dari Ken yang berdiri di sampingku bersama Ibela.


"Sekarang pertarungan akan jauh sulit."

__ADS_1


Di saat seperti ini mereka pandai sekali mengucapkan kata-kata keren.


"Ngomong-ngomong di mana istriku?"


"Mereka berada di sana sedang menikmati teh," balas Ken demikian.


"Apa?" teriakku


"Mau tambah lagi gulanya Selly."


"Iya."


Aku hanya menatap keduanya dengan pandangan bermasalah, bisa-bisanya mereka bersantai di saat seperti ini.


Tepat saat aku bergumam hal itu sebuah petir raksasa dijatuhkan, di mana petir itu membuat kerusakan seekor laba-laba raksasa telah muncul selagi mengeluarkan asap keungguan.


"Sial, sebelum mati Hades memanggil laba-laba ke sini, kita harus mengungsikan seluruh penduduk keluar kota."


"Hati-hati asapnya juga beracun," tambah Ken.


Tanpa disebutkan juga aku sudah tahu, asap itu bahkan bisa melelahkan bangunan di sekitarnya.


Aku meminta Selly dan Sella membantu semua orang mengevaluasi diri sementara kami bertiga berdiri di atas rumah sedikit jauh dari laba-laba tersebut.


"Apa ini akhirnya."


"Jangan menyerah Ibela, kita pasti bisa menyelamatkan ibukota ini."


"Meski kau mengatakan itu Ken, apa yang bisa kita lakukan hanya cuma bertiga?"


"Walau tubuhku hancur semangatku tidak akan pernah pudar."

__ADS_1


Kalian berdua kenapa sejak tadi bersikap keren oi, sesekali katakan sesuatu yang anti mainstream napa.


__ADS_2