Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 301 : Awal Baru


__ADS_3

Di bawah sinar rembulan malam sesosok bayangan melompat di antara rumah-rumah yang berderet rapih, ini adalah sebuah kota besar yang disebut sebagai kota Suci Imperal yang mana juga menjadi basis pengikut empat Dewi.


Sosok itu melompat jatuh dengan dua kaki mendarat di tanah, bersamaan itu seluruh pendeta mengepungnya dari segala arah.


"Kau sudah tidak bisa lari lagi, serahkan semua pakaian dalam yang kau curi itu."


Sosok itu mengenakan topeng jadi sulit untuk mengenalinya, dari postur serta tinggi badannya jelas dia pria, ia mengulurkan tangannya selagi berkata, "Kecopetan," dalam sekejap kumpulan pakaian dalam telah berpindah tangan padanya.


Semua pendeta menjatuhkan dirinya selagi berteriak," kyaa," dengan tangan menutupi paha mereka.


"Kenapa kota suci selalu kedatangan orang aneh."


"Gawat ketua, jika begini seluruh wanita tidak akan mengenakan apapun di balik pakaian mereka."


"Tangkap maniak ini, jangan sampai lolos."


Pria bertopeng itu menghirup nafas dalam-dalam mengisi udara ke dalam paru-parunya sebelum akhirnya menghembuskannya ke bawah untuk menerbangkan rok para wanita yang mengejarnya.


"Sungguh jurus yang biadab, jangan sampai terlihat."


"Akan kugunakan sihirku, sinar misterius."


"Kabut asap juga."


Walau mereka semua terus mengejarnya, pria itu dengan lihai berhasil meloloskan diri selayaknya belut yang menyelinap di antara gang sempit serta got-got kota.


"Di saat seperti ini peran Olien dan Cleo sangat dibutuhkan."


"Berisik, mereka sudah tidak tinggal di kota ini lagi... mari pergi ke sana."


Setelah situasi terkendali pria itu kembali ke kawanan yang berada di luar kota suci.


"Aku berhasil mendapatkannya."


"Kerja bagus anak buahku, dengan cara ini, kini kelompok kita akan menguasai dunia."

__ADS_1


Sekitar 6 orang berpenampilan serba hitam lengkap dengan penutup wajah tertawa terbahak-bahak sampai seorang mengangkat tangannya.


"Tapi si Amang tertangkap... apa kita harus menyelamatkannya?"


"Biarin saja, dia cuma genapin kelompok kita jadi tujuh orang.. gx ada peran khusus sebenarnya."


"Bukannya itu terdengar kejam," timbal yang lain.


"EGP."


"EGP apaan bos?"


"Emang gue pikirin, emang lu mau nyelamatin si Amang dari sana."


"Ogah, yang ada diriku digebukin masa."


"Bagus kalau ngerti, tunggu semuanya tenang kemudian kita akan beraksi lagi... ini adalah kejayaan bagi kita semua."


Hanya kesunyian yang bos mereka dapatkan, padahal dia sudah susah-susah berteriak dengan pose kemenangan.


"Apa boleh buat, mari balik ke markas."


***


Ini adalah hari damai seperti biasanya di desa yang tenang sampai sebuah ledakan menggema di depan wajahku.


BUAR!


Anginnya menerpa wajahku dengan kecepatan tinggi.


"Lihat kan, inilah jalan dari ledakan sesungguhnya."


"Sepertinya aku pernah mendengar perkataan itu di suatu tempat."


Cleo menuliskan sesuatu di papannya.

__ADS_1


(Ledakan cintaku tak akan kalah dari ledakan barusan)


"Bukannya akhir-akhir ini, kau malah terdengar aneh Cleo."


(Kejam sekali, aku hanya gadis yang kurang dibelai)


Aku melirik ke arah Olien yang diam-diam mengalihkan pandangannya dariku.


"Kau yang mengajarinya hal aneh," teriakku selagi menindas kepalanya.


"A...ah...aaahh, sakit, sakit."


"Aku cuma mengatakan bagaimana bayi dibuat, tidak lebih tidak kurang."


Orang ini telah masuk ke dalam jalan kesesatan, mandi tujuh kembang sudah tidak akan bisa mengembalikannya ke jalan benar, kenapa aku tahu itu karena aku juga begitu.


Untuk sekarang mari abaikan saja lalu mendengar penjelasan soal ledakan.


"Ada festival ledakan yang diadakan di desa Kumikumi, di sana ledakan akan dinilai dari cahaya, hempasan angin serta lingkup serangannya."


Hanya orang saraf yang membuat perlombaan itu.


Dan juga nama desanya mencurigakan banget Oi.


"Lalu apa hadiahnya?"


"Setumpukan pakaian dalam suci yang imut."


"Yos, mari pergi dan ledakan desanya lebih dulu," kataku demikian sebelum Rin muncul dengan sebuah surat di tangannya.


Aku bertanya padanya.


"Ada apa Rin?"


"Situasi darurat tuan, ini surat dari kota suci Imperal."

__ADS_1


Aku hanya memiringkan kepalaku saat membacanya.


__ADS_2